Mungkin tidak banyak yang tahu
Saya bukanlah seorang super hero
Tapi hanya seorang gelandangan
Altar saya, hanya disepanjang jalan
Di rimba belantara petualangan tanpa batas
Sudah tak terhitung jatuh bangun menimpa saya
Dan sudah tak tertampung air mata bathin yang tercecer
Basah menimpa pertahanan mental saya
Diantara luka dan nanah
Dengan tubuh yang tercabik
Dengan histeria yang tak tertahankan
Tapi saya tetap terus berjalan
Untuk apa?
Hanya satu: jihad virtual!
Menebar kesadaran yang membebaskan
Sebuah hasrat lama yang tak kunjung padam
Yang selalu menjadi energi listrik menguasai diri saya
Dan kini,
Baru saya sadari
Ternyata, diujung air matalah semua itu berada
Tak ada pencapaian heroik tanpa tangisan
Selamat tinggal air mata!
Meski langit tetap gemuruh diatasku
Meski dunia tetap hiruk pikuk di sekelilingku
Tapi tangis bathinku kini telah menjadi ekstasi
Revo Samantha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar