Dulu,
Saya sama dengan sikap kebanyakan manusia lain
Bahwa bagaimanapun, sebagai manusia, saya tetap membutuhkan agama
Karena itulah sandaran bathin disaat hidup saya tak berdaya.
Bahkan hendaknya, juga disaat senang
Artinya agama, adalah penyejuk dan penyelamat hidup saya.
Sedang bidang kehidupan lain, adalah petualangan horizontal yang tidak berakar pada sesuatu yang hakiki (agama dan Tuhan)
Tapi kini,
Setelah jauh berjalan,
Akhirnya baru saya sadari,
Ternyata sikap yang saya pasang saat itu,
Adalah pantulan dari ketololan saya.
Karena faktanya, agama hanya berfungsi sebagai hiburan mental yang pasif.
Yang konstruktif, bila menyangkut kegelisahan bathin, adalah psikologi.
Dengan psikologi,
Saya bisa memahami jejak kronologis kenapa saya menjadi gelisah
Apa akar masalahnya dan bagaimana cara mengatasinya secara kongkrit operasional
Sedang solusi yang disuguhkan agama, hanya bertumpu pada angan angan dan histeria.
Agama, sama dengan permen
Sedang psikologi, sama dengan perkakas, sama dengan tuas.
Lalu bagaimana perkembangannya kemudian?
Bagaimana efeknya pada hidup saya?
Pribadi saya tumbuh dan berkembang menjadi kuat
Daya lentur saya, berkembang dengan pesat
Saya menjadi bisa menerima kenyaataan sebagaimana adanya
Tanpa tangis bersendu sendu di ruang kesunyian
Bukan pura pura kuat seperti yang saya bathinkan disaat saya menyerahkan hidup saya pada agama.
Revo Samantha
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar