Dulu,
Disaat gairah baca saya tentang agama begitu meluap
Begitu besar obsesi saya untuk menuntaskan membaca lengkap berbagai sisi ajaran dan sejarah agama lain. Terutama agama Kristen, Buddha dan Hindu. Saya ingin lebih memahami detailnya, seperti saya begitu paham detail agama Islam. Setidaknya sesuai versi saya.
Tapi disisi lain,
Saya juga sangat gandrung dan terus membaca buku buku Filsafat.
Akibatnya, tanpa saya sadari kemudian, akhirnya saya sampai mendalami persoalan mendasar agama dari berbagai sisi filosofis. Kajian-kajian kritis filsafat tentang agama, lebih menyeret saya untuk menggelutinya ketimbang membaca teks teks original dari agama lain. Hingga akhirnya, saya menemukan peta kunci agama agama dari sudut pandang filsafat dan psikologi. Bahwa agama, pada intinya sama dengan berbagai disiplin ilmu lainnya. Yaitu sebuah usaha untuk memahami hidup. Dalam kosta kata filsafat, sama sama dalam rangka memahami Realitas. Hanya saja, agama, menggunakan metode angan angan, indoktrinasi pengalaman subjektif, dan hegemoni di panggung sosial, sama dengan politik. Hanya saja, klaim agama, bukan konstitusi, tapi adalah, Tuhan (dan sejenisnya).
Sedang sains dan filsafat,
Berakar pada sebuah epistemologi yang ketat.
Tidak sewenang wenang seperti agama
Tidak ada tempat untuk klaim subjektif.
Walaupun bila dikuliti sampai titik nol,
Yang disebut dengan objektivitas itu sendiri, juga tidak ada.
Tapi setidaknya, sains dan filsafat,
Berakar dari sebuah sistem, sebuah kerangka metodologis
Yang menjadi hakim, adalah ketajaman analisa dan verifikasi
Sedang agama, lebih banyak bertumpu pada klaim subjektif
Kultus dan angan angan bersama.
Itu sebabnya kini,
Saya tidak tertarik lagi untuk membaca secara intens buku buku agama lain
Bahkan termasuk terhadap agama Islam sendiri
Karena ternyata,
Disaat saya naik ke puncak panorama
Semua tampak membentang luas dengan jelas.
Horizon pandangan saya berlari kencang dengan bebas
Tapi disaat berada di sebuah jurang,
Yang saya tahu, hanya atap tumpurung cakrawala saya sendiri.
Begitulah saat berada dalam sebuah agama
Langit cakrawala saya, menjadi sempit.
Maka
Untuk apa saya menghabiskan waktu hanya untuk memahami sesuatu yang kecil?
Revo Samantha
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar