Jika untuk saya sendiri,
Masalah agama, sudah selesai sekian tahun lalu
Sudah masuk gudang
Tapi kenapa saya masih sering menulis dan mengkritik tentang agama?
Kasusnya sama dengan sebuah produk.
Ceruk pasar barang branded, sangat kecil
Sementara ceruk barang murahan, sangat melimpah
Segmen pasarnya, masih luas.
Artinya agama,
Hingga kini masih ceruk bisnis dan popularitas yang paling potensial
Agama, masih merupakan kenderaan yang enak ditunggangi
Kecuali, jika mayoritas umat manusia sudah cerdas dan tercerahkan
Baru tulisan, buku, majalah, ebook , VCD, promosi partai dan entah apa lagi dengan jimat agama, tidak akan laku.
Revo Samantha
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar