Diantara agama yang populer di dunia,
Saya pikir Buddha yang paling lumayan
Kadar reaktifnya sudah terkendali dibanding agama lain yang masih arogan di pentas sosial. Begitu juga dengan visi misinya, sudah lumayan mencerahkan.
Termasuk dengan terapi psikologisnya,
Sudah lumayan tidak cerewet.
Walaupun semua itu, masih tergolong jadul.
Karena unsur semangatnya,
Masih menggiring manusia untuk bersunyi sunyi.
Padahal Abad Kini,
Adalah Abad yang tak seorang pun bisa bertapa lagi
Karena semua bilik dan sudut bumi,
Sudah diserbu oleh jaringan internet
Semua, sudah saling terhubung dan saling terlacak.
Jadi untuk melarikan diri ke tempat tempat sunyi untuk melakukan meditasi
Sebenarnya sudah tergolong mengada ada.
Kalau bisa tertawa bersama sama,
Kenapa harus menyepi?
Kesimpulan:
Akhirnya agama Buddha nasibnya juga sama
Sama sama harus dipermak menjadi agama yang selaras dengan nafas dan irama kekinian. Itu pun kalau umatnya setuju. Kalau tidak, ya tinggalkan saja. Masak putaran matahari dilawan. Masak roda zaman ditolak.
"Hanya siapa yang terus menggelinding selaras dengan aliran nadi kehidupan
Yang akan tetap bertahan dan cerah disepanjang zaman"
Revo Samantha
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar