Disaat terjadi bencana dan malapetaka hebat
Lazimnya batin manusia akan merintih
Mereka berharap ada sesuatu yang melampaui dirinya
Yang akan memberikan pertolongan misterius untuk diri mereka
Sesuatu itulah yang lazim diyakini sebagai Tuhan
Maka terdapat 2 pandangan akan fenomena yang manusiawi ini:
Pertama itu membuktikan bahwa manusia,
Memang membutuhkan kehadiran Tuhan.
Dan kebutuhan refleks instingtif tersebut,
Sebagai bukti akan adanya Tuhan.
Pandangan seperti ini, berasal dari kaum beragama atau bertuhan
Sedang yang kedua,
Akan mengatakan bahwa kejadian itu membuktikan
Bahwa Tuhan, adalah kata lain dari ketidakberdayaan manusia
Artinya Tuhan, adalah abstraksi metafisis dari raungan batin manusia
Sebuah X imajiner yang melesat tiba tiba
Sebuah duplikasi angan angan akan pertolongan,
yang dibayangkan dalam bentuk sebuah persona yang bernama Tuhan.
Dengan kata lain,
Itu bukanlah bukti akan adanya Tuhan
Melainkan justru bukti bahwa
Begitulah cara manusia menciptakan Tuhan dalam angan angannya.
Yaitu disaat manusia merasa tidak berdaya.
Padangan seperti ini,
Berasal dari mereka yang tidak percaya akan adanya Tuhan.
Lalu yang mana yang benar?
Saya tidak tahu!
Revo Samantha
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar