"Apakah kita harus menunggu segala sesuatu bisa dibuktikan
Setelah itu baru kita percaya?
Jika demikian, berarti hanya hal hal yang kita alami sendiri yang bisa kita percayai".
Lebih kurang
Itulah pertanyaan balik yang selalu dilontarkan
Oleh mereka yang bersikukuh mempertahankan nasib Tuhan
Dan mempercayai bahwa pembalasan Tuhan di akhir zaman itu ada
Intinya, secara implisit mereka sebenarnya ingin menyatakan
Bahwa dengan tidak bisa dibuktikannya segala sesuatu,
Maka bukan berarti segala sesuatu itu tidak ada
Mereka betul,
Bahwa dengan tidak bisa dibuktikannya segala sesuatu,
Maka bukan berarti segala sesuatu itu tidak ada
Tapi pernyataan itu,
Bukan berarti menguatkan bahwa Tuhan itu memang ada.
Justru probabilitasnya adalah 50:50
Artinya kemungkinan ada dan tidak adanya Tuhan, nilainya sama
Nilai antara mereka yang mempercayai adanya Tuhan
Dengan mereka yang tidak mempercayai adanya Tuhan, sama
Artinya sama sama berpegang pada sesuatu yang meragukan
Karena sama sama belum pernah membuktikannya
Termasuk tentang hari pembalasan di akhir zaman
Nilainya sama sama meragukan
Maka pertanyaannya adalah
Siapakah yang tolol diantara mereka:
Yang mempercayai bahwa Tuhan dan hari pembalasan itu benar benar ada?
Atau mereka yang tidak mempercayainya?
Bagi saya,
Yang paling tolol adalah,
Mereka yang merasa pasti terhadap hal hal yang meragukan
Lalu bersikukuh membelanya mati-matian
Ini tolol yang tidak bisa diampuni
Mereka yang menolak semua itu,
Artinya benar benar tidak percaya,
Termasuk orang yang sudah mulai agak sembuh
Sedangkan mereka yang sudah sembuh total
Adalah mereka yang sudah gagah berani menjawab semua itu dengan kalimat tegas:
“Saya tidak tahu!”
Revo Samantha
Tampilkan postingan dengan label Tentang Tuhan Keparat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Tuhan Keparat. Tampilkan semua postingan
Kamis, 10 April 2014
Cara Menghardik Sales Tuhan
"Betul.
Dalam alam, ada hukum alam
Tapi masalahnya, siapa yang menciptakan hukum alam itu sendiri?
Bahkan Alam itu sendiri, siapa yang menciptakannya?
Tidak mungkin dia ada dengan sendirinya
Tentu ada yang menciptakannya sehingga dia menjadi ada
Dan juga ada yang mengaturnya sehingga dia menjadi tidak kacau"
Lebih kurang
Itulah pertanyaan balik yang selalu dilontarkan
Oleh mereka yang bersikukuh mempertahankan nasib Tuhan
Yang intinya, pertanyaan mereka, adalah pertanyaan retoris
Yang secara implisit sebenarnya mereka ingin menyatakan
Bahwa tidak mungkin Tuhan itu tidak ada
Lalu bagaimana cara menghadapi klaim seperti itu?
Katakan pada mereka:
Bahwa pertanyaan seperti itu, tetap tidak akan bisa dijawab
Tidak ada manusia yang bisa menjawabnya apalagi membuktikannya
Karena manusia hidup dan berada, tetap dalam sebuah wadah
Dalam sebuah ruang dan waktu
Dan wadah itu bernama Alam Semesta
Artinya secara kronologis,
Keberadaan Alam Semesta, sudah mendahului adanya manusia
Jika dibalik, pikiran tak kan bisa membayangkannya
Karena jika dibayangkan manusia mendahului Alam Semesta,
Akan muncul pertanyaan yang tak pernah usai:
“Lalu manusia itu sedang berada dimana?”
Jika dikatakan manusia berada dalam Tuhan,
Maka pertanyaan lanjutan juga akan muncul:
“Lalu Tuhan sendiri, berada dimana?”
Jika dijawab bahwa Tuhan berada dalam DiriNya sendiri
Maka pertanyaan pamungkas untuk menghabisi semua permainan logika ini adalah: “Apakah semua yang kita diskusikan ini sudah sama sama kita buktikan, atau hanya sebuah perang angan-angan diantara kita?”
Intinya adalah,
Semua penjelasan tentang keberadaan Tuhan
Dan tentang siapa yang menciptakan alam dengan hukumnya,
Tetap tinggal permainan logika dan angan-angan.
Bukan sebuah pembuktian.
Yang membedakannya,
Hanya pada kecangihan logika yang digunakan
Apakah menggunakan logika Kitab Suci
Logika Aristoteles, logika konvensional, logika kontemporer
Atau logika jungkirbalik dan seterusnya
Tapi bagaimana pun semua itu tetap hanya perselingkuhan logika dengan angan angan . Tidak pernah naik tingkat sebagai telah terbukti dan meyakinkan.
Maka berpikirlah dengan kritis dan cerdas wahai orang orang tolol
Revo Samantha
.
Dalam alam, ada hukum alam
Tapi masalahnya, siapa yang menciptakan hukum alam itu sendiri?
Bahkan Alam itu sendiri, siapa yang menciptakannya?
Tidak mungkin dia ada dengan sendirinya
Tentu ada yang menciptakannya sehingga dia menjadi ada
Dan juga ada yang mengaturnya sehingga dia menjadi tidak kacau"
Lebih kurang
Itulah pertanyaan balik yang selalu dilontarkan
Oleh mereka yang bersikukuh mempertahankan nasib Tuhan
Yang intinya, pertanyaan mereka, adalah pertanyaan retoris
Yang secara implisit sebenarnya mereka ingin menyatakan
Bahwa tidak mungkin Tuhan itu tidak ada
Lalu bagaimana cara menghadapi klaim seperti itu?
Katakan pada mereka:
Bahwa pertanyaan seperti itu, tetap tidak akan bisa dijawab
Tidak ada manusia yang bisa menjawabnya apalagi membuktikannya
Karena manusia hidup dan berada, tetap dalam sebuah wadah
Dalam sebuah ruang dan waktu
Dan wadah itu bernama Alam Semesta
Artinya secara kronologis,
Keberadaan Alam Semesta, sudah mendahului adanya manusia
Jika dibalik, pikiran tak kan bisa membayangkannya
Karena jika dibayangkan manusia mendahului Alam Semesta,
Akan muncul pertanyaan yang tak pernah usai:
“Lalu manusia itu sedang berada dimana?”
Jika dikatakan manusia berada dalam Tuhan,
Maka pertanyaan lanjutan juga akan muncul:
“Lalu Tuhan sendiri, berada dimana?”
Jika dijawab bahwa Tuhan berada dalam DiriNya sendiri
Maka pertanyaan pamungkas untuk menghabisi semua permainan logika ini adalah: “Apakah semua yang kita diskusikan ini sudah sama sama kita buktikan, atau hanya sebuah perang angan-angan diantara kita?”
Intinya adalah,
Semua penjelasan tentang keberadaan Tuhan
Dan tentang siapa yang menciptakan alam dengan hukumnya,
Tetap tinggal permainan logika dan angan-angan.
Bukan sebuah pembuktian.
Yang membedakannya,
Hanya pada kecangihan logika yang digunakan
Apakah menggunakan logika Kitab Suci
Logika Aristoteles, logika konvensional, logika kontemporer
Atau logika jungkirbalik dan seterusnya
Tapi bagaimana pun semua itu tetap hanya perselingkuhan logika dengan angan angan . Tidak pernah naik tingkat sebagai telah terbukti dan meyakinkan.
Maka berpikirlah dengan kritis dan cerdas wahai orang orang tolol
Revo Samantha
.
Rabu, 09 April 2014
Ketergantungan Tuhan pada Manusia
Jika manusia tidak ada, maka Tuhan pun juga akan ikut tiada
Karena Tuhan ada, terhitung sejak manusia menciptakanNya
Terhitung sejak manusia menghayal tentang hidup secara filosofis dan mistifikatif
Manusia menerawang tentang Alam dan Kehidupan secara total
Sehingga terpikir bahwa tentu ada sesuatu yang menciptakan dan mengatur segalanya
Maka disaat itulah janin Tuhan dibentuk dalam pikiran manusia
Mulai dari pikiran perorangan, akhirnya menular secara kolektif
Maka secara bertahap kemudian,
Terjadi proses kristalisasi angan angan tentang Tuhan dari zaman ke zaman
Revo Samantha
.
Karena Tuhan ada, terhitung sejak manusia menciptakanNya
Terhitung sejak manusia menghayal tentang hidup secara filosofis dan mistifikatif
Manusia menerawang tentang Alam dan Kehidupan secara total
Sehingga terpikir bahwa tentu ada sesuatu yang menciptakan dan mengatur segalanya
Maka disaat itulah janin Tuhan dibentuk dalam pikiran manusia
Mulai dari pikiran perorangan, akhirnya menular secara kolektif
Maka secara bertahap kemudian,
Terjadi proses kristalisasi angan angan tentang Tuhan dari zaman ke zaman
Revo Samantha
.
Kamis, 03 April 2014
Pintu Masuk Memahami Jati Diri Tuhan
Kini,
Baru saya pahami
Bahwa untuk bisa memahami segala problem tentang Tuhan
Dan pintu masuk serta segala rahasiaNya,
Adalah dengan memahami seluk beluk manusia secara psikologis
Karena yang disebut manusia dengan Tuhan
Ternyata adalah duplikasi diri manusia itu sendiri
Abstraksi segala kondisi psikologis manusia itu sendiri
Karena itulah kini bagi saya
Memahami psikologi,
Khusunya apa yang disebut dengan psikologi transendental
Lebih penting dari memahami agama dan Teologi
Jika piskologi kepribadian sudah dipahami
Khususnya tentang bagaimana manusia berpikir dan merasa
Maka segala pembahasan tentang agama dan Tuhan
Menjadi tak bermakna
Hanya bualan mereka yang masih tolol
Pemikir baru Abad Internet
Revo Samantha
.
Baru saya pahami
Bahwa untuk bisa memahami segala problem tentang Tuhan
Dan pintu masuk serta segala rahasiaNya,
Adalah dengan memahami seluk beluk manusia secara psikologis
Karena yang disebut manusia dengan Tuhan
Ternyata adalah duplikasi diri manusia itu sendiri
Abstraksi segala kondisi psikologis manusia itu sendiri
Karena itulah kini bagi saya
Memahami psikologi,
Khusunya apa yang disebut dengan psikologi transendental
Lebih penting dari memahami agama dan Teologi
Jika piskologi kepribadian sudah dipahami
Khususnya tentang bagaimana manusia berpikir dan merasa
Maka segala pembahasan tentang agama dan Tuhan
Menjadi tak bermakna
Hanya bualan mereka yang masih tolol
Pemikir baru Abad Internet
Revo Samantha
.
Jumat, 07 Maret 2014
Perkelahian Makna ttg Ketololan dan Ketidakberdayaan Manusia
Disaat terjadi bencana dan malapetaka hebat
Lazimnya batin manusia akan merintih
Mereka berharap ada sesuatu yang melampaui dirinya
Yang akan memberikan pertolongan misterius untuk diri mereka
Sesuatu itulah yang lazim diyakini sebagai Tuhan
Maka terdapat 2 pandangan akan fenomena yang manusiawi ini:
Pertama itu membuktikan bahwa manusia,
Memang membutuhkan kehadiran Tuhan.
Dan kebutuhan refleks instingtif tersebut,
Sebagai bukti akan adanya Tuhan.
Pandangan seperti ini, berasal dari kaum beragama atau bertuhan
Sedang yang kedua,
Akan mengatakan bahwa kejadian itu membuktikan
Bahwa Tuhan, adalah kata lain dari ketidakberdayaan manusia
Artinya Tuhan, adalah abstraksi metafisis dari raungan batin manusia
Sebuah X imajiner yang melesat tiba tiba
Sebuah duplikasi angan angan akan pertolongan,
yang dibayangkan dalam bentuk sebuah persona yang bernama Tuhan.
Dengan kata lain,
Itu bukanlah bukti akan adanya Tuhan
Melainkan justru bukti bahwa
Begitulah cara manusia menciptakan Tuhan dalam angan angannya.
Yaitu disaat manusia merasa tidak berdaya.
Padangan seperti ini,
Berasal dari mereka yang tidak percaya akan adanya Tuhan.
Lalu yang mana yang benar?
Saya tidak tahu!
Revo Samantha
.
Lazimnya batin manusia akan merintih
Mereka berharap ada sesuatu yang melampaui dirinya
Yang akan memberikan pertolongan misterius untuk diri mereka
Sesuatu itulah yang lazim diyakini sebagai Tuhan
Maka terdapat 2 pandangan akan fenomena yang manusiawi ini:
Pertama itu membuktikan bahwa manusia,
Memang membutuhkan kehadiran Tuhan.
Dan kebutuhan refleks instingtif tersebut,
Sebagai bukti akan adanya Tuhan.
Pandangan seperti ini, berasal dari kaum beragama atau bertuhan
Sedang yang kedua,
Akan mengatakan bahwa kejadian itu membuktikan
Bahwa Tuhan, adalah kata lain dari ketidakberdayaan manusia
Artinya Tuhan, adalah abstraksi metafisis dari raungan batin manusia
Sebuah X imajiner yang melesat tiba tiba
Sebuah duplikasi angan angan akan pertolongan,
yang dibayangkan dalam bentuk sebuah persona yang bernama Tuhan.
Dengan kata lain,
Itu bukanlah bukti akan adanya Tuhan
Melainkan justru bukti bahwa
Begitulah cara manusia menciptakan Tuhan dalam angan angannya.
Yaitu disaat manusia merasa tidak berdaya.
Padangan seperti ini,
Berasal dari mereka yang tidak percaya akan adanya Tuhan.
Lalu yang mana yang benar?
Saya tidak tahu!
Revo Samantha
.
Rabu, 26 Februari 2014
Sebab Saya Juga Menyebut Yesus sbg Tuhan
Sebenarnya ini sudah pelajaran tingkat lanjut
Namanya kajian semiotik. Atau Heremeneutika
Atau lagi wacana tentang majas. Metafor.
Yesus itu sebenarnya juga manusia
Sama dengan saya, anda dan kita semua
Dengan catatan jika Yesus itu benar benar ada
Benar benar sebuah sosok historis.
Tapi jika hanya seorang tokoh Imaji dalam cerpen Alkitab
Maka lupakan tulisan ini.
Lalu kenapa saya juga menyebut Yesus sebagai Tuhan?
Apakah karena Yesus itu sekaligus juga sebagai Tuhan?
Artinya apakah Yesus adalah benar benar seorang manusia?
Lalu sekaligus juga sebagai Tuhan?
Tuhan dalam arti sebagai sebuah Persona Absolut?
Atau dalam terminologi monotheisme,
Sebagai sesuatu X yang melampaui segala yang ada?
Bukan!
Itu bahasa pemasaran yang biasa dijual oleh para Teolog Kristen.
Saya menyebut Yesus sebagai Tuhan
Adalah sebagai apresiasi saya terhadap kemuliaannya
Sebagai ungkapan rasa hormat psikologis saya atas segala kiprah jihad spiritualnya. Dia, mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan. Sama dengan Siddharta, Muhammad, Gandhi, dan Revo Samantha (yang terakhir saya tambahkan sendiri)
Sama dengan saya menyebut anda dengan sebutan mister, mas, tuan, dan sejenisnya.
Meskipun saya lebih tua dari anda, tapi tetap saya panggil anda dengan panggilan yang lebih tinggi. Untuk apa? Untuk menghargai anda secara pribadi. Konteksnya, adalah hubungan kemanusiaan. Sebuah permainan relasi sosial psikologis. Bukan dalam arti anda memang betul betul tinggi atau sakral dari saya.
Nah begitulah saya menyebut Yesus sebagai Tuhan.
Sebagai jargon atau metafor kemuliaan.
Sebagai lambang pengakuan akan jasa dan kemuliaannya.
Jadi jika saat saya menyebut Yesus dengan Tuhan
Lalu anda mengira bahwa saya benar benar meyakini bahwa Yesus itu memang Tuhan,
Maka saya akan menyebut anda tolol.
Termasuk mereka yang meyakini bahwa Yesus benar benar sebagai Tuhan,
Juga saya sebut sebagai tolol. Bahkan tolol sempurna
Cukup
Revo Samantha
.
Namanya kajian semiotik. Atau Heremeneutika
Atau lagi wacana tentang majas. Metafor.
Yesus itu sebenarnya juga manusia
Sama dengan saya, anda dan kita semua
Dengan catatan jika Yesus itu benar benar ada
Benar benar sebuah sosok historis.
Tapi jika hanya seorang tokoh Imaji dalam cerpen Alkitab
Maka lupakan tulisan ini.
Lalu kenapa saya juga menyebut Yesus sebagai Tuhan?
Apakah karena Yesus itu sekaligus juga sebagai Tuhan?
Artinya apakah Yesus adalah benar benar seorang manusia?
Lalu sekaligus juga sebagai Tuhan?
Tuhan dalam arti sebagai sebuah Persona Absolut?
Atau dalam terminologi monotheisme,
Sebagai sesuatu X yang melampaui segala yang ada?
Bukan!
Itu bahasa pemasaran yang biasa dijual oleh para Teolog Kristen.
Saya menyebut Yesus sebagai Tuhan
Adalah sebagai apresiasi saya terhadap kemuliaannya
Sebagai ungkapan rasa hormat psikologis saya atas segala kiprah jihad spiritualnya. Dia, mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan. Sama dengan Siddharta, Muhammad, Gandhi, dan Revo Samantha (yang terakhir saya tambahkan sendiri)
Sama dengan saya menyebut anda dengan sebutan mister, mas, tuan, dan sejenisnya.
Meskipun saya lebih tua dari anda, tapi tetap saya panggil anda dengan panggilan yang lebih tinggi. Untuk apa? Untuk menghargai anda secara pribadi. Konteksnya, adalah hubungan kemanusiaan. Sebuah permainan relasi sosial psikologis. Bukan dalam arti anda memang betul betul tinggi atau sakral dari saya.
Nah begitulah saya menyebut Yesus sebagai Tuhan.
Sebagai jargon atau metafor kemuliaan.
Sebagai lambang pengakuan akan jasa dan kemuliaannya.
Jadi jika saat saya menyebut Yesus dengan Tuhan
Lalu anda mengira bahwa saya benar benar meyakini bahwa Yesus itu memang Tuhan,
Maka saya akan menyebut anda tolol.
Termasuk mereka yang meyakini bahwa Yesus benar benar sebagai Tuhan,
Juga saya sebut sebagai tolol. Bahkan tolol sempurna
Cukup
Revo Samantha
.
Belajar dari Kegagalan Yesus sbg Tuhan
Sepanjang sejarah
Usaha manusia untuk menjadi Tuhan,
Termasuk usaha banyak manusia, untuk mengangkat manusia sebagai Tuhan
Faktnya selalu gagal.
Dan Yesus,
Adalah contoh yang paling akurat.
Sepanjang sejarah,
Yesus adalah Tuhan yang diangkat manusia yang paling kesohor.
Lebih kesohor dari Firaun yang mengangkat dirinya sendiri sebagai Tuhan.
Tapi akhirnya, tetap gagal.
Bukti kegagalan Yesus, adalah akhirnya dia juga mati seperti lazimnya manusia.
Ini membuktikan, bahwa Yesus, tidak bisa, tidak berhasil alias gagal menjadi Tuhan.
Walaupun para pemujanya hingga kini, tetap tidak mengakuinya.
(biarkan saja)
Jadi intinya,
Segala bentuk usaha untuk membangun Tuhan
Pura pura menjadi Tuhan
Sibuk membesar besarkan Tuhan
Dan segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan Tuhan,
Faktanya, ujung ujungnya tetap sia sia.
Nah tunggu apa lagi
Mau tetap goblok atau mau tercerahkan dalam arti sebenarnya?
Revo Samantha
.
Usaha manusia untuk menjadi Tuhan,
Termasuk usaha banyak manusia, untuk mengangkat manusia sebagai Tuhan
Faktnya selalu gagal.
Dan Yesus,
Adalah contoh yang paling akurat.
Sepanjang sejarah,
Yesus adalah Tuhan yang diangkat manusia yang paling kesohor.
Lebih kesohor dari Firaun yang mengangkat dirinya sendiri sebagai Tuhan.
Tapi akhirnya, tetap gagal.
Bukti kegagalan Yesus, adalah akhirnya dia juga mati seperti lazimnya manusia.
Ini membuktikan, bahwa Yesus, tidak bisa, tidak berhasil alias gagal menjadi Tuhan.
Walaupun para pemujanya hingga kini, tetap tidak mengakuinya.
(biarkan saja)
Jadi intinya,
Segala bentuk usaha untuk membangun Tuhan
Pura pura menjadi Tuhan
Sibuk membesar besarkan Tuhan
Dan segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan Tuhan,
Faktanya, ujung ujungnya tetap sia sia.
Nah tunggu apa lagi
Mau tetap goblok atau mau tercerahkan dalam arti sebenarnya?
Revo Samantha
.
Teologi Hiburan Mental untuk Arwah Yesus
Karena pribadi Yesus baik, penuh kasih sayang
(Kata orang begitu)
Maka manusia manusia yang menggandrunginya
Akhirnya mengangkatnya menjadi Tuhan
Tapi karena dia berada dibumi,
Maka tingkat Ketuhanannya yang disematkan untuknya,
Adalah Tuhan Anak.
Sedang Tuhan yang paling tinggi, disebut Tuhan Bapa.
Tuhan Bapa, ada di Sorga.
Maksudnya di angan angan.
Lalu ketika Yesus akhirnya mati,
Sehingga dia tidak terbukti bisa melanjutkan perannya sebagai Tuhan
Maka disusunlah Teologi hiburan mental untuk arwahnya.
Bahwa dia mati, dalam rangka berkoban.
Jadi dia mati, sama sekali tidak disebut bahwa sifat Ketuhanannya gugur.
Melainkan bertambah harum.
Karena sebagai Tuhan, Yesus sangat rendah hati.
Dia mau dan bisa mati seperti manusia biasa.
(Tuhan lain, mana ada yang mau mati)
Maka dengan konsep hiburan mental seperti ini,
Arwah Yesus, tidak jadi bersedih.
Dan itulah jasa terbesar umat Kristen dan Khatolik terhadap Yesus.
Ketidakberdayaan Yesus sebagai Tuhan, tetap diakui sebagai kekuatan
Sekian
Revo Samantha
.
(Kata orang begitu)
Maka manusia manusia yang menggandrunginya
Akhirnya mengangkatnya menjadi Tuhan
Tapi karena dia berada dibumi,
Maka tingkat Ketuhanannya yang disematkan untuknya,
Adalah Tuhan Anak.
Sedang Tuhan yang paling tinggi, disebut Tuhan Bapa.
Tuhan Bapa, ada di Sorga.
Maksudnya di angan angan.
Lalu ketika Yesus akhirnya mati,
Sehingga dia tidak terbukti bisa melanjutkan perannya sebagai Tuhan
Maka disusunlah Teologi hiburan mental untuk arwahnya.
Bahwa dia mati, dalam rangka berkoban.
Jadi dia mati, sama sekali tidak disebut bahwa sifat Ketuhanannya gugur.
Melainkan bertambah harum.
Karena sebagai Tuhan, Yesus sangat rendah hati.
Dia mau dan bisa mati seperti manusia biasa.
(Tuhan lain, mana ada yang mau mati)
Maka dengan konsep hiburan mental seperti ini,
Arwah Yesus, tidak jadi bersedih.
Dan itulah jasa terbesar umat Kristen dan Khatolik terhadap Yesus.
Ketidakberdayaan Yesus sebagai Tuhan, tetap diakui sebagai kekuatan
Sekian
Revo Samantha
.
Dua Tuhan Paling Populer Sepanjang Sejarah
Secara garis besar, ada 2 jenis Tuhan yang paling terkenal
Pertama Tuhan yang dibuat oleh manusia
Yaitu Tuhan yang dibuat oleh angan angan manusia
Tuhan seperti ini, tidak real.
Tidak bisa dilihat tidak bisa diraba
Singkatnya tidak bisa diindera oleh manusia
Dia, hanya dalam bentuk khayalan
Kedua Tuhan yang dibuat dari manusia
Yaitu manusia yang diangkat sebagai Tuhan oleh manusia lain
Tuhan seperti ini real.
Punya wujud yang bisa dilihat diraba dan dicium
Singkatnya bisa diindera oleh manusia
Hanya saja karena Tuhan seperti ini dibuat dari manusia
Maka Tuhan seperti ini akhirnya juga mati
Sekian
Revo Samantha
.
Pertama Tuhan yang dibuat oleh manusia
Yaitu Tuhan yang dibuat oleh angan angan manusia
Tuhan seperti ini, tidak real.
Tidak bisa dilihat tidak bisa diraba
Singkatnya tidak bisa diindera oleh manusia
Dia, hanya dalam bentuk khayalan
Kedua Tuhan yang dibuat dari manusia
Yaitu manusia yang diangkat sebagai Tuhan oleh manusia lain
Tuhan seperti ini real.
Punya wujud yang bisa dilihat diraba dan dicium
Singkatnya bisa diindera oleh manusia
Hanya saja karena Tuhan seperti ini dibuat dari manusia
Maka Tuhan seperti ini akhirnya juga mati
Sekian
Revo Samantha
.
Selasa, 25 Februari 2014
Menampar Kutukan Tuhan dan Bencana Alam
Banyak orang, ketika mendapat sebuah musibah,
Baik karena sakit, kematian, maupun ditimpa oleh bencana alam
Akan berujar: “Mungkin ini sudah kutukan dari Tuhan”
Artinya setiap kemalangan yang menimpa dirinya
Cendrung ditafsirkan sebagai efek dari kemarahan Tuhan
Dan Tuhan marah, disebabkan karena dia melakukan kesalahan
Telah melanggar aturan Tuhan.
Itu padangan lama.
Sekarang sudah ada pandangan baru.
Dalam pandangan baru,
Bencana Alam dengan kutukan Tuhan, tidak ada hubungannya.
Bencana ya bencana, kutukan Tuhan ya kutukan Tuhan.
Korelasinya secara sebab akibat benar benar tidak ada
Bencana alam, terjadi karena pergeseran alur fenomena dari hal biasa.
Misalanya sebelumya sebuah gunung diam diam saja
Dia hanya duduk manis di posisinya.
Tapi suatu kali, karena ada perubahan alur mekanisme dalam tubuhnya,
Maka dia memuntahkan lahar keluar
Lalu lahar itu menimpa sebuah kampung
Nah,
Semburan lahar yang menimpa sebuah kampung,
Tidak ada hubungannya dengan apa yang dilakukan oleh penduduk sekitarnya.
Tidak ada hubungannya dengan kutukan Tuhan.
Begitu juga dengan bencana alam lainnya semisal gempa dan tsunami.
Tapi bagi mereka yang tolol, bencana alam, identik dengan kemarahan Tuhan.
Padahal, keduanya berbeda.
Bencana Alam, adalah produk mekenisme hukum alam itu sendiri.
Sedang kutukan Tuhan, adalah produk manusia.
Diciptakan oleh angan angan manusia yang menciptakan Tuhan.
Revo Samantha
.
Baik karena sakit, kematian, maupun ditimpa oleh bencana alam
Akan berujar: “Mungkin ini sudah kutukan dari Tuhan”
Artinya setiap kemalangan yang menimpa dirinya
Cendrung ditafsirkan sebagai efek dari kemarahan Tuhan
Dan Tuhan marah, disebabkan karena dia melakukan kesalahan
Telah melanggar aturan Tuhan.
Itu padangan lama.
Sekarang sudah ada pandangan baru.
Dalam pandangan baru,
Bencana Alam dengan kutukan Tuhan, tidak ada hubungannya.
Bencana ya bencana, kutukan Tuhan ya kutukan Tuhan.
Korelasinya secara sebab akibat benar benar tidak ada
Bencana alam, terjadi karena pergeseran alur fenomena dari hal biasa.
Misalanya sebelumya sebuah gunung diam diam saja
Dia hanya duduk manis di posisinya.
Tapi suatu kali, karena ada perubahan alur mekanisme dalam tubuhnya,
Maka dia memuntahkan lahar keluar
Lalu lahar itu menimpa sebuah kampung
Nah,
Semburan lahar yang menimpa sebuah kampung,
Tidak ada hubungannya dengan apa yang dilakukan oleh penduduk sekitarnya.
Tidak ada hubungannya dengan kutukan Tuhan.
Begitu juga dengan bencana alam lainnya semisal gempa dan tsunami.
Tapi bagi mereka yang tolol, bencana alam, identik dengan kemarahan Tuhan.
Padahal, keduanya berbeda.
Bencana Alam, adalah produk mekenisme hukum alam itu sendiri.
Sedang kutukan Tuhan, adalah produk manusia.
Diciptakan oleh angan angan manusia yang menciptakan Tuhan.
Revo Samantha
.
Senin, 24 Februari 2014
Senjata Pamungkas Pembunuh Tuhan
Jika seseorang sudah berwawasan research
Atau sudah memahami prinsip dasar epistemologi
Atau dasar dasar bagaimana suatu Ilmu bisa dinilai meyakinkan
Maka segala pembicaraan tentang Tuhan,
Baginya akan menjadi bahan lelucon
Dia, tidak akan mendorong orang lain untuk meyakini Tuhan.
Tapi adalah, akan menampar orang orang yang beriman pada Tuhan.
Menampar disini, adalah dengan gagasan
Agar para budak Tuhan, terinspirasi dan terbuka cakrawalanya dalam memahami Realitas secara rasional dan empiris.
Karena cara kerja research,
Tidak ada celah untuk segala angan-angan
Segala sesuatu, untuk diklaim sebagai Ilmu,
Harus melewati pisau verifikasi.
Dan semuanya, harus melewati jalur penalaran yang solid.
Jika tidak, maka apa yang dinyatakan, nilainya hanya gombal
Sebutlah misalnya tentang klaim:
Bahwa Alam Semesta, diciptakan oleh Tuhan.
Sangat mudah untuk mematahkan ucapan gombal ini.
Kehadiran manusia di dunia, adalah berpijak di Alam Semesta
Artinya manusia ada, setelah wadahnya ada, yaitu Alam Semesta
Maka berarti, manusia sudah terima beres.
Dia, tidak pernah melihat proses terbentuknya Alam Semesta
Apalagi pernah menyaksikan siapa yang membuat Alam Semesta
Apakah terjadi dengan sendirinya,
Atau ada tukang sulap yang menciptakannya.
Maka dari contoh sederhana ini
Semua klaim semisal:
Alam diciptakan oleh Tuhan
Alam terbentuk dari The Big Bang
Manusia pertama adalah Adam
Pada mulanya Alam ini bla bla
ATAU
Nanti dunia ini akhirnya akan kiamat
Alam Semesta akan hancur
Di akhir zaman, setelah kiamat, akan ada surga neraka
Tuhan, akan mengadili manusia
Dan seterusnya tentang masa yang akan datang
Adalah omong kosong yang sewenang wenang
Karena pernyataan itu, tidak bisa diverifikasi
Artinya tidak terbukti dan tidak bisa dibuktikan
Dan tidak rasional
Karena manusia manapun, tidak pernah hidup di 2 jenis sekuen waktu tersebut
Masa lalu sebelum manusia ada,
Dan masa yang akan datang sebelum manusia mengalaminya
Hanya ruang gelap hitam yang tak terjamah.
Maka dengan inilah saya nyatakan
Bahwa mereka yang gemar meyakini semua ucapan seperti itu
Pada dasarnya adalah manusia tolol
Revo Samantha
.
Atau sudah memahami prinsip dasar epistemologi
Atau dasar dasar bagaimana suatu Ilmu bisa dinilai meyakinkan
Maka segala pembicaraan tentang Tuhan,
Baginya akan menjadi bahan lelucon
Dia, tidak akan mendorong orang lain untuk meyakini Tuhan.
Tapi adalah, akan menampar orang orang yang beriman pada Tuhan.
Menampar disini, adalah dengan gagasan
Agar para budak Tuhan, terinspirasi dan terbuka cakrawalanya dalam memahami Realitas secara rasional dan empiris.
Karena cara kerja research,
Tidak ada celah untuk segala angan-angan
Segala sesuatu, untuk diklaim sebagai Ilmu,
Harus melewati pisau verifikasi.
Dan semuanya, harus melewati jalur penalaran yang solid.
Jika tidak, maka apa yang dinyatakan, nilainya hanya gombal
Sebutlah misalnya tentang klaim:
Bahwa Alam Semesta, diciptakan oleh Tuhan.
Sangat mudah untuk mematahkan ucapan gombal ini.
Kehadiran manusia di dunia, adalah berpijak di Alam Semesta
Artinya manusia ada, setelah wadahnya ada, yaitu Alam Semesta
Maka berarti, manusia sudah terima beres.
Dia, tidak pernah melihat proses terbentuknya Alam Semesta
Apalagi pernah menyaksikan siapa yang membuat Alam Semesta
Apakah terjadi dengan sendirinya,
Atau ada tukang sulap yang menciptakannya.
Maka dari contoh sederhana ini
Semua klaim semisal:
Alam diciptakan oleh Tuhan
Alam terbentuk dari The Big Bang
Manusia pertama adalah Adam
Pada mulanya Alam ini bla bla
ATAU
Nanti dunia ini akhirnya akan kiamat
Alam Semesta akan hancur
Di akhir zaman, setelah kiamat, akan ada surga neraka
Tuhan, akan mengadili manusia
Dan seterusnya tentang masa yang akan datang
Adalah omong kosong yang sewenang wenang
Karena pernyataan itu, tidak bisa diverifikasi
Artinya tidak terbukti dan tidak bisa dibuktikan
Dan tidak rasional
Karena manusia manapun, tidak pernah hidup di 2 jenis sekuen waktu tersebut
Masa lalu sebelum manusia ada,
Dan masa yang akan datang sebelum manusia mengalaminya
Hanya ruang gelap hitam yang tak terjamah.
Maka dengan inilah saya nyatakan
Bahwa mereka yang gemar meyakini semua ucapan seperti itu
Pada dasarnya adalah manusia tolol
Revo Samantha
.
Sabtu, 18 Januari 2014
Membantai Logika Sewenang-wenang Pembela Tuhan
Bagaimana pun,
Faktanya, hingga saat ini,
Perdebatan tentang Tuhan, tidak pernah usai.
Selalu saja terjadi perdebatan seru apakah Tuhan itu ada atau tidak.
Bagi saya itu suatu bukti,
Bahwa Tuhan belum terbukti.
Karena segala sesuatu yang sudah terbukti
Akan berhenti untuk dipersoalkan.
Artinya secara empiris,
Tuhan memang tidak terbukti keberadaannya
Tidak terverifikasi secara kongkrit.
Jika demikian,
Kenapa para pembela Tuhan masih tetap bersigih memperjuangkan bahwa Tuhan itu ada?
Karena mereka masih punya alibi yang saya sebut dengan “logika sewenang-wenang”
Dan yang paling populer dari beberapa logika sewenang wenang mereka adalah ini:
“Segala sesuatu pasti ada yang menciptakannya.
Tidak mungkin segala sesuatu ada dengan sendirinya.
Artinya jika ada sebuah jejak, tentu ada yang menapakinya
Begitulah dengan Alam. Tentu ada sesuatu X dibalik keberadaan Alam.
Dan itulah Tuhan. Dialah yang menciptakan Alam”
Lalu dimana letaknya bahwa alibi mereka tersebut adalah logika sewenang wenang?
Pertama:
Apa dasarnya mereka mengatakan bahwa segala sesuatu pasti ada yang menciptakannya? Apakah mereka sudah membuktikannya sendiri? Jika diterapkan untuk sebuah rumah, maka ucapan mereka itu bisa diterima karena mereka memang pernah menyaksikan bahwa ada tukang yang membuat sebuah rumah. Begitu juga dengan hal hal lain dengan kasus yang sama.
Tapi bagaimana dengan Tuhan?
Apakah mereka menyaksikan ada yang menciptakan alam?
Sedang mereka sendiri, lahir dan hidup, sudah disaat alam ada.
Bagaimana mungkin mereka bisa mengatakan bahwa ada yang menciptakan alam? Apalagi mengatakan bahwa yang membuat alam adalah Tuhan?
Ini cara mematahkannya secara empiris
Dengan membantai mereka dari sisi verifikasi empiris.
Kedua:
Ini cara membantai mereka dari sisi konsistensi.
Mereka mengatakan bahwa segala sesuatu pasti ada yang menciptakannya.
Lalu siapa yang menciptakan Tuhan? Atau dengan pertanyaan lain, jika memang Tuhan ada, tentu juga ada yang menciptakan Tuhan? Jika dijawab khusus untuk Tuhan, tidak ada yang menciptakanNya, maka itu artinya, mereka tidak konsisten dengan pernyataannya sendiri bahwa “segala sesuatu pasti ada yang menciptakannya”.
Nah inilah yang saya sebut sebagai “logika sewenang wenang”
Asal ngomong. Suka melakukan generalisasi.
Tapi giliran ditelanjangi generalisasi mereka secara tajam, akhirnya tetap bobol.
Itu sebabnya mereka saya sebut sebagai manusia tolol besar omong.
Tapi kemampuan berpikir dalam arti sebenarnya, kecil.
Revo Samantha
.
Faktanya, hingga saat ini,
Perdebatan tentang Tuhan, tidak pernah usai.
Selalu saja terjadi perdebatan seru apakah Tuhan itu ada atau tidak.
Bagi saya itu suatu bukti,
Bahwa Tuhan belum terbukti.
Karena segala sesuatu yang sudah terbukti
Akan berhenti untuk dipersoalkan.
Artinya secara empiris,
Tuhan memang tidak terbukti keberadaannya
Tidak terverifikasi secara kongkrit.
Jika demikian,
Kenapa para pembela Tuhan masih tetap bersigih memperjuangkan bahwa Tuhan itu ada?
Karena mereka masih punya alibi yang saya sebut dengan “logika sewenang-wenang”
Dan yang paling populer dari beberapa logika sewenang wenang mereka adalah ini:
“Segala sesuatu pasti ada yang menciptakannya.
Tidak mungkin segala sesuatu ada dengan sendirinya.
Artinya jika ada sebuah jejak, tentu ada yang menapakinya
Begitulah dengan Alam. Tentu ada sesuatu X dibalik keberadaan Alam.
Dan itulah Tuhan. Dialah yang menciptakan Alam”
Lalu dimana letaknya bahwa alibi mereka tersebut adalah logika sewenang wenang?
Pertama:
Apa dasarnya mereka mengatakan bahwa segala sesuatu pasti ada yang menciptakannya? Apakah mereka sudah membuktikannya sendiri? Jika diterapkan untuk sebuah rumah, maka ucapan mereka itu bisa diterima karena mereka memang pernah menyaksikan bahwa ada tukang yang membuat sebuah rumah. Begitu juga dengan hal hal lain dengan kasus yang sama.
Tapi bagaimana dengan Tuhan?
Apakah mereka menyaksikan ada yang menciptakan alam?
Sedang mereka sendiri, lahir dan hidup, sudah disaat alam ada.
Bagaimana mungkin mereka bisa mengatakan bahwa ada yang menciptakan alam? Apalagi mengatakan bahwa yang membuat alam adalah Tuhan?
Ini cara mematahkannya secara empiris
Dengan membantai mereka dari sisi verifikasi empiris.
Kedua:
Ini cara membantai mereka dari sisi konsistensi.
Mereka mengatakan bahwa segala sesuatu pasti ada yang menciptakannya.
Lalu siapa yang menciptakan Tuhan? Atau dengan pertanyaan lain, jika memang Tuhan ada, tentu juga ada yang menciptakan Tuhan? Jika dijawab khusus untuk Tuhan, tidak ada yang menciptakanNya, maka itu artinya, mereka tidak konsisten dengan pernyataannya sendiri bahwa “segala sesuatu pasti ada yang menciptakannya”.
Nah inilah yang saya sebut sebagai “logika sewenang wenang”
Asal ngomong. Suka melakukan generalisasi.
Tapi giliran ditelanjangi generalisasi mereka secara tajam, akhirnya tetap bobol.
Itu sebabnya mereka saya sebut sebagai manusia tolol besar omong.
Tapi kemampuan berpikir dalam arti sebenarnya, kecil.
Revo Samantha
.
Senin, 06 Januari 2014
Matinya Angan Angan Tuhan di Kaki Matematika Alam
Untuk kemauan, atau untuk kehendak diri saya sendiri
Atau saya mau apapun, maka saya yang berkuasa penuh
Tak ada satu agen eksternal pun yang bisa mencampurinya
Apalagi Tuhan yang tak bisa apa-apa.
Lalu jika faktanya tidak semua harapan saya tercapai
Atau tidak semua tindakan saya menghasilkan sesuatu sesuai impian saya, itu sudah lain soal.
Itu bukan berarti sebagai bukti bahwa Tuhan ada
Tapi adalah sebagai isyarat
Bahwa tindakan saya, belum memadai
Belum melengkapi segala prasyarat alamiah agar tujuan saya itu terjadi
Itu artinya, saya harus berpikir dan berusaha lebih cerdik lagi
Agar cara berpikir, kreativitas dan tindakan saya,
Selaras dengan mekanisme hukum alam
Ini artinya,
Bahwa Alam, bekerjas secara matemetis
Jika satu saja prasyaratnya (sebabnya) yang belum terpenuhi
Maka akibat yang sepadan, juga tidak akan pernah terjadi
Walaupun seorang manusia, akan beroda merintih sampai ke pintu langit pada Tuhan. Dan begitu juga sebaliknya, jika sebuah usaha (sebab) sudah selaras dengan mekanisme hukum alam yang relevan dengan bidang yang digarap, maka secara otomatis, hasil (akibat) yang sepadan juga akan terpenuhi. Walaupun dia tidak peduli dengan Tuhan, bahkan walaupun dia, menencingi kubur Tuhan.
Dan ini, bukan janji Tuhan
Tapi adalah fakta alamiah dari kehidupan itu sendiri
Sedang Tuhan, hanya omong kosong
Hanya bekerja di dunia angan angan
Revo Samantha
.
Atau saya mau apapun, maka saya yang berkuasa penuh
Tak ada satu agen eksternal pun yang bisa mencampurinya
Apalagi Tuhan yang tak bisa apa-apa.
Lalu jika faktanya tidak semua harapan saya tercapai
Atau tidak semua tindakan saya menghasilkan sesuatu sesuai impian saya, itu sudah lain soal.
Itu bukan berarti sebagai bukti bahwa Tuhan ada
Tapi adalah sebagai isyarat
Bahwa tindakan saya, belum memadai
Belum melengkapi segala prasyarat alamiah agar tujuan saya itu terjadi
Itu artinya, saya harus berpikir dan berusaha lebih cerdik lagi
Agar cara berpikir, kreativitas dan tindakan saya,
Selaras dengan mekanisme hukum alam
Ini artinya,
Bahwa Alam, bekerjas secara matemetis
Jika satu saja prasyaratnya (sebabnya) yang belum terpenuhi
Maka akibat yang sepadan, juga tidak akan pernah terjadi
Walaupun seorang manusia, akan beroda merintih sampai ke pintu langit pada Tuhan. Dan begitu juga sebaliknya, jika sebuah usaha (sebab) sudah selaras dengan mekanisme hukum alam yang relevan dengan bidang yang digarap, maka secara otomatis, hasil (akibat) yang sepadan juga akan terpenuhi. Walaupun dia tidak peduli dengan Tuhan, bahkan walaupun dia, menencingi kubur Tuhan.
Dan ini, bukan janji Tuhan
Tapi adalah fakta alamiah dari kehidupan itu sendiri
Sedang Tuhan, hanya omong kosong
Hanya bekerja di dunia angan angan
Revo Samantha
.
Minggu, 05 Januari 2014
Cara Membuktikan Tuhan tidak Pernah Membantu Anda
Ini sebuah tips sederhana dari seorang pakar Ketuhanan dari Alam Ghaib.
Beliau mengatakan bahwa pada dasarnya,
Tidak ada satu pun manusia yang dibantu oleh Tuhan
Yang terjadi hanya,
Manusia “merasa” dibantu oleh Tuhan.
Ingat, hanya “merasa”.
Lalu bagaimana cara membuktikannya secara empiris?
Ambillah sebuah contoh dalam kehidupan kongkrit anda.
Misalnya anda tidak punya uang.
Lalu cobalah berdoa minta pertolongan pada Tuhan.
Kemudian tunggulah apa yang terjadi tanpa melakukan apa-apa.
Jika tidak terjadi perubahan apa-apa, artinya tidak ada uang datang pada anda,
maka itulah bukti nyata bahwa Tuhan tidak bisa membantu anda
Alias tidak bisa memberi anda uang.
Bahkan cara mendapatkannya juga tidak.
Lalu disisi lain, coba bandingkan dengan pergi menemui teman anda.
Pinjamlah uang pada mereka. Tanpa melakukan doa bahkan tanpa peduli tentang Tuhan. Jika teman anda memberi anda uang, maka itulah suatu bukti, bahwa doa itu tidak ada gunanya. Dengan kata lain, Tuhan itu tidak pernah bisa berbuat apa-apa untuk anda. Melainkan anda sendirilah yang bisa menolong diri anda. Yaitu dengan cara melakukan tindakan kongkrit sesuai apa yang anda inginkan. Secara terarah dan tepat sasaran.
Faktanya,
Begitulah kenyataan yang terjadi dalam hidup anda dan siapapun
Cukup
Pakar Ketuhanan dari Alam Ghaib
Revo Samantha
.
Beliau mengatakan bahwa pada dasarnya,
Tidak ada satu pun manusia yang dibantu oleh Tuhan
Yang terjadi hanya,
Manusia “merasa” dibantu oleh Tuhan.
Ingat, hanya “merasa”.
Lalu bagaimana cara membuktikannya secara empiris?
Ambillah sebuah contoh dalam kehidupan kongkrit anda.
Misalnya anda tidak punya uang.
Lalu cobalah berdoa minta pertolongan pada Tuhan.
Kemudian tunggulah apa yang terjadi tanpa melakukan apa-apa.
Jika tidak terjadi perubahan apa-apa, artinya tidak ada uang datang pada anda,
maka itulah bukti nyata bahwa Tuhan tidak bisa membantu anda
Alias tidak bisa memberi anda uang.
Bahkan cara mendapatkannya juga tidak.
Lalu disisi lain, coba bandingkan dengan pergi menemui teman anda.
Pinjamlah uang pada mereka. Tanpa melakukan doa bahkan tanpa peduli tentang Tuhan. Jika teman anda memberi anda uang, maka itulah suatu bukti, bahwa doa itu tidak ada gunanya. Dengan kata lain, Tuhan itu tidak pernah bisa berbuat apa-apa untuk anda. Melainkan anda sendirilah yang bisa menolong diri anda. Yaitu dengan cara melakukan tindakan kongkrit sesuai apa yang anda inginkan. Secara terarah dan tepat sasaran.
Faktanya,
Begitulah kenyataan yang terjadi dalam hidup anda dan siapapun
Cukup
Pakar Ketuhanan dari Alam Ghaib
Revo Samantha
.
Jumat, 29 November 2013
Akibat Saya Melanggar Larangan Memikirkan Zat Tuhan
Meski tak terhitung banyaknya bagi saya larangan Tuhan dalam Alquran, tapi larangan yang paling mengerikan bagi saya adalah larangan memikirkan zat Tuhan. Tapi justru larangan itu pula yang paling membuat saya tertarik untuk melanggarnya.
Dengan perasaan berdebar debar
Saya kemudian melakukan perburuan kesana kemari mempertanyakan tentang zat Tuhan. Sampai akhirnya, saya bertemu dengan kenakalan berpikir Muktazillah. Bahkan sampai saya mengintip perdebatan seru antara Al Ghazali dengan Ibnu Rusyd tentang zat Tuhan dalam kedua buku mereka (Tahafut al Falasifah dan Tahafut at Tahafut).
Saya benar benar kaget
Kenapa seorang Al Ghazali, dan seorang Ibnu Rusyd,
Yang dikenal sebagai tokoh Islam fenomenal dalam sejarah Islam,
Justru begitu sadisnya mencincang segala hal yang terkait dengan zat Tuhan?
Dari situlah saya jadi bergumam:
“Berarti larangan memikirkan zat Tuhan itu hanya untuk umat Islam yang tolol.”
Maka karena tidak mau bertahan sebagai umat Islam yang tolol,
Akhirnya saya terus berlanjut memikirkan zat Tuhan.
Sampailah kemudian saya juga bertemu dengan Al Hallaj, Ibnu Arabi, dan Spinoza.
Bahkan lebih lanjut kemudian, saya juga berkenalan dengan para pembunuh Tuhan seperti Fuerbach, Marx, Nietzsche, Sartre, Freud, Russel, dan masih banyak lagi.
Akibatnya,
Saya jadi mengerti.
Ternyata Tuhan, akhirnya mati.
Maka sadarlah saya.
Itulah sebabnya Al Quran melarang umat Islam memikirkan zat Tuhan.
Karena jika zat Tuhan dipikirkan, maka Tuhan akhirnya akan mati.
Karena kekuatan Tuhan, terletak pada tidak mengkritik segala hal tentangNya.
Tapi adalah pada: Dibaca, lalu diaminkan.
Maka langsung selesai
Revo Samantha
.
Dengan perasaan berdebar debar
Saya kemudian melakukan perburuan kesana kemari mempertanyakan tentang zat Tuhan. Sampai akhirnya, saya bertemu dengan kenakalan berpikir Muktazillah. Bahkan sampai saya mengintip perdebatan seru antara Al Ghazali dengan Ibnu Rusyd tentang zat Tuhan dalam kedua buku mereka (Tahafut al Falasifah dan Tahafut at Tahafut).
Saya benar benar kaget
Kenapa seorang Al Ghazali, dan seorang Ibnu Rusyd,
Yang dikenal sebagai tokoh Islam fenomenal dalam sejarah Islam,
Justru begitu sadisnya mencincang segala hal yang terkait dengan zat Tuhan?
Dari situlah saya jadi bergumam:
“Berarti larangan memikirkan zat Tuhan itu hanya untuk umat Islam yang tolol.”
Maka karena tidak mau bertahan sebagai umat Islam yang tolol,
Akhirnya saya terus berlanjut memikirkan zat Tuhan.
Sampailah kemudian saya juga bertemu dengan Al Hallaj, Ibnu Arabi, dan Spinoza.
Bahkan lebih lanjut kemudian, saya juga berkenalan dengan para pembunuh Tuhan seperti Fuerbach, Marx, Nietzsche, Sartre, Freud, Russel, dan masih banyak lagi.
Akibatnya,
Saya jadi mengerti.
Ternyata Tuhan, akhirnya mati.
Maka sadarlah saya.
Itulah sebabnya Al Quran melarang umat Islam memikirkan zat Tuhan.
Karena jika zat Tuhan dipikirkan, maka Tuhan akhirnya akan mati.
Karena kekuatan Tuhan, terletak pada tidak mengkritik segala hal tentangNya.
Tapi adalah pada: Dibaca, lalu diaminkan.
Maka langsung selesai
Revo Samantha
.
Jumat, 15 November 2013
Pembuktian Tuhan dengan Analogi? Konyol!
Seringkali para pembela Tuhan bersikukuh membela bukti adanya Tuhan dengan analogi.
Tapi analogi yang digunakan rata rata konyol.
Contoh:
Kentut tidak bisa dilihat.
Tapi bukan berarti bahwa kentut itu tidak ada
Maka begitu juga dengan Tuhan
Analisa:
Tentu saja, karena kentut itu berupa angin
Tidak bisa dilihat, tapi bisa dirasakan keberadaannya
Baik persentuhannya dengan kulit maupun baunya melalui hidung.
Artinya tetap saja kentut itu bisa dicerap oleh beberapa indera manusia
Tapi Tuhan?
Mau dicerap dengan apa?
Tidak ada. Kecuali hanya dengan angan-angan
Analogi, tetaplah analogi
Dia, tidak pernah menjadi bukti
Yang disebut bukti, adalah kehadiran kongkrit
Revo Samantha
.
Tapi analogi yang digunakan rata rata konyol.
Contoh:
Kentut tidak bisa dilihat.
Tapi bukan berarti bahwa kentut itu tidak ada
Maka begitu juga dengan Tuhan
Analisa:
Tentu saja, karena kentut itu berupa angin
Tidak bisa dilihat, tapi bisa dirasakan keberadaannya
Baik persentuhannya dengan kulit maupun baunya melalui hidung.
Artinya tetap saja kentut itu bisa dicerap oleh beberapa indera manusia
Tapi Tuhan?
Mau dicerap dengan apa?
Tidak ada. Kecuali hanya dengan angan-angan
Analogi, tetaplah analogi
Dia, tidak pernah menjadi bukti
Yang disebut bukti, adalah kehadiran kongkrit
Revo Samantha
.
Minggu, 03 November 2013
Evolusi Perkembangan Tuhan dalam Diri Manusia
Ini sebuah model evolusi kesadaran versi Revo
Dia merumuskan ada 4 tahap perkembangan Tuhan dalam kesadaran manusia:
Tahap Pertama: Tahap Berkenalan dengan Tuhan
Pada tahap ini, karena masih steril, rata rata manusia diperkenalkan dengan Tuhan oleh orang tua atau lingkungannya. Bahwa ada yang namanya Allah, Bapa, Hantu, Iblis dan segala nama serta sifatNya. Ini dimulai ketika manusia baru selesai dilahirkan. Dengan catatan, mereka lahir secara normal. Yang tuli, bisu dan idiot tidak akan mendapatkan pengalaman seperti ini.
Tahap Kedua: Tahap Belajar Akrab dengan Tuhan
Pada tahap ini, manusia diberi penjelasan lebih detail tentang Tuhan. Misalnya kumpulan nama Tuhan dari berbagai agama. Sifat sifat Tuhan. Cara Tuhan bertindak dan seterusnya. Lalu terakhir disimpulkan mana Tuhan yang paling benar dan paling asli. Tahap ini berlangsung di bangku pendidikan. Mulai dari TK sampai kuliah. Pada fase ini, manusia menjadi budak dalam hubungannya dengan Tuhan. Rajin mempersembahkan diri pada Tuhan.
Tahap Ketiga: Tahap Mempertanyakan Tuhan
Pada tahap ini manusia mulai curiga, apa benar semua indoktrinasi tentang Tuhan itu benar adanya. Muncul kesanksian, jangan jangan semua itu hanya dongeng belaka. Akhirnya manusia mulai mempertanyakan Tuhan secara kritis. Fase ini terjadi di usia persimpangan metafisik. Atau bisa juga disebut dengan fase kembimbangan Teologis.
Tahap Keempat: Tahap Pembunuhan Tuhan
Pada tahap ini, manusia mulai sadar akan dirinya. Manusia mulai mengerti perbedaan antara yang rasional dengan yang irrasional. Antara yang imajiner dengan yang realitas. Antara angan-angan dengan kenyataan kongkrit. Dan akhirnya sadar, ternyata Tuhan yang disematkan pada dirinya setelah sekian lama, tidak pernah ditemukan. Baik secara intelektual, apalagi secara empiris. Yang terjadi, hanya proses bathinisasi bahwa ada sebuah X yang bernama Tuhan, seakan Dia benar-benar ada. Maka disaat itulah manusia dengan gagah berani membunuh Tuhan. Maka disaat itulah manusia berhasil menjadi dirinya sendiri secara utuh. Menjadi manusia kongkrit 100%.
Pada fase terakhir inilah manusia akan berseru
Sebuah hening dengan cogito Keparat:
“Saat Tuhan mati terbunuh, maka baru saya menjadi benar benar Ada!"
Revo Samantha
Dia merumuskan ada 4 tahap perkembangan Tuhan dalam kesadaran manusia:
Tahap Pertama: Tahap Berkenalan dengan Tuhan
Pada tahap ini, karena masih steril, rata rata manusia diperkenalkan dengan Tuhan oleh orang tua atau lingkungannya. Bahwa ada yang namanya Allah, Bapa, Hantu, Iblis dan segala nama serta sifatNya. Ini dimulai ketika manusia baru selesai dilahirkan. Dengan catatan, mereka lahir secara normal. Yang tuli, bisu dan idiot tidak akan mendapatkan pengalaman seperti ini.
Tahap Kedua: Tahap Belajar Akrab dengan Tuhan
Pada tahap ini, manusia diberi penjelasan lebih detail tentang Tuhan. Misalnya kumpulan nama Tuhan dari berbagai agama. Sifat sifat Tuhan. Cara Tuhan bertindak dan seterusnya. Lalu terakhir disimpulkan mana Tuhan yang paling benar dan paling asli. Tahap ini berlangsung di bangku pendidikan. Mulai dari TK sampai kuliah. Pada fase ini, manusia menjadi budak dalam hubungannya dengan Tuhan. Rajin mempersembahkan diri pada Tuhan.
Tahap Ketiga: Tahap Mempertanyakan Tuhan
Pada tahap ini manusia mulai curiga, apa benar semua indoktrinasi tentang Tuhan itu benar adanya. Muncul kesanksian, jangan jangan semua itu hanya dongeng belaka. Akhirnya manusia mulai mempertanyakan Tuhan secara kritis. Fase ini terjadi di usia persimpangan metafisik. Atau bisa juga disebut dengan fase kembimbangan Teologis.
Tahap Keempat: Tahap Pembunuhan Tuhan
Pada tahap ini, manusia mulai sadar akan dirinya. Manusia mulai mengerti perbedaan antara yang rasional dengan yang irrasional. Antara yang imajiner dengan yang realitas. Antara angan-angan dengan kenyataan kongkrit. Dan akhirnya sadar, ternyata Tuhan yang disematkan pada dirinya setelah sekian lama, tidak pernah ditemukan. Baik secara intelektual, apalagi secara empiris. Yang terjadi, hanya proses bathinisasi bahwa ada sebuah X yang bernama Tuhan, seakan Dia benar-benar ada. Maka disaat itulah manusia dengan gagah berani membunuh Tuhan. Maka disaat itulah manusia berhasil menjadi dirinya sendiri secara utuh. Menjadi manusia kongkrit 100%.
Pada fase terakhir inilah manusia akan berseru
Sebuah hening dengan cogito Keparat:
“Saat Tuhan mati terbunuh, maka baru saya menjadi benar benar Ada!"
Revo Samantha
Kajian Filsafat: Tololnya Penjelasan tentang Ini
Dalam konteks berpikir murni, berpikir kritis,
Tidak ada pekerjaan yang lebih tolol dari menjelaskan tentang Tuhan.
Tuhan adalah bla bla bla ...
Dan bukti adanya Tuhan adalah bla bla bla dan seterusnya.
Dasarnya apa?
Kan cuma angan-angan.
Lalu angan-angan itu disusun secara rapi
Dan dihubung-hubungkan satu sama lainnya agar terlihat kompak
Agar tidak ada celah untuk membantahnya.
Sedang Tuhan itu sendiri
Tidak pernah menampakkan diri
Tidak pernah terbukti
Dan tidak bisa diverifikasi
Entah ada entah tidak.
Lalu dari mana asalnya penjelasan panjang lebar tentang sesuatu yang tidak pernah jelas (Tuhan)?
*) Rekomendasi:
Jika belum sanggup memahami tulisan ini,
Lemparkan kepala anda ke tembok!
Revo Samantha
.
Tidak ada pekerjaan yang lebih tolol dari menjelaskan tentang Tuhan.
Tuhan adalah bla bla bla ...
Dan bukti adanya Tuhan adalah bla bla bla dan seterusnya.
Dasarnya apa?
Kan cuma angan-angan.
Lalu angan-angan itu disusun secara rapi
Dan dihubung-hubungkan satu sama lainnya agar terlihat kompak
Agar tidak ada celah untuk membantahnya.
Sedang Tuhan itu sendiri
Tidak pernah menampakkan diri
Tidak pernah terbukti
Dan tidak bisa diverifikasi
Entah ada entah tidak.
Lalu dari mana asalnya penjelasan panjang lebar tentang sesuatu yang tidak pernah jelas (Tuhan)?
*) Rekomendasi:
Jika belum sanggup memahami tulisan ini,
Lemparkan kepala anda ke tembok!
Revo Samantha
.
Rasionalisasi Omong Kosong tentang Tuhan
Akan selalu tersedia banyak alasan dan kutipan
untuk mengklaim bahwa Tuhan itu ada atau tidak ada.
Sedang saya kini, sudah tobat dari pekerjaan tolol seperti itu.
Revo Samantha
untuk mengklaim bahwa Tuhan itu ada atau tidak ada.
Sedang saya kini, sudah tobat dari pekerjaan tolol seperti itu.
Revo Samantha
Kamis, 31 Oktober 2013
Penyebab Saya Selalu Gagal Mencintai Tuhan
Semakin jelas objek yang dicintai,
Maka semakin Cinta itu mendarat dan lebur dengan kukuh
Tapi itulah yang tidak bisa saya lakukan terhadap Tuhan dalam waktu lama
Karena saya kesulitan membangun sosok Tuhan berkepanjangan
Selalu dan selalu saya memaksakan diri menghayal tentang Tuhan
Dan khayalan saya tentang Tuhan,
Selalu bergeser dari bentuk yang satu ke bentuk lainnya
Sesuai dengan kreativitas imajiner saya
Itulah bedanya dengan mencintai sesuatu yang jelas
Misalnya mencintai seorang wanita
Objeknya jelas. Nyata. Wanita itu The Real.
Sedang Tuhan itu imajiner.
Akibatnya, beban saya menjadi ganda.
Pertama saya harus berhasil dulu menciptkan sosok Tuhan dalam imaji saya
Setelah itu baru saya bisa mencintaiNya dengan empuk.
Sedang terhadap wanita,
Saya tak perlu lagi membangun sosoknya.
Saya tinggal mencubit dan mengunyahnya seberapa saya mau.
Revo Samantha
.
Maka semakin Cinta itu mendarat dan lebur dengan kukuh
Tapi itulah yang tidak bisa saya lakukan terhadap Tuhan dalam waktu lama
Karena saya kesulitan membangun sosok Tuhan berkepanjangan
Selalu dan selalu saya memaksakan diri menghayal tentang Tuhan
Dan khayalan saya tentang Tuhan,
Selalu bergeser dari bentuk yang satu ke bentuk lainnya
Sesuai dengan kreativitas imajiner saya
Itulah bedanya dengan mencintai sesuatu yang jelas
Misalnya mencintai seorang wanita
Objeknya jelas. Nyata. Wanita itu The Real.
Sedang Tuhan itu imajiner.
Akibatnya, beban saya menjadi ganda.
Pertama saya harus berhasil dulu menciptkan sosok Tuhan dalam imaji saya
Setelah itu baru saya bisa mencintaiNya dengan empuk.
Sedang terhadap wanita,
Saya tak perlu lagi membangun sosoknya.
Saya tinggal mencubit dan mengunyahnya seberapa saya mau.
Revo Samantha
.
Langganan:
Postingan (Atom)