Apapun agamanya, ujung-ujungnya,
Tetap memikirkan kehidupan setelah mati
Atau dalam bahasa Teologis, ujung-ujungnya tetap memikirkan masalah eskatologis.
Yaitu bagaimana kelak nasib manusia di akhir zaman
Kehidupan di seberang sana yang kekal dan abadi
Setelah kehidupan hari ini dijalani.
Secara gamblang, itulah visi dasar agama
Dan misinya, adalah turunan dari semua itu
Kehidupan di “dunia lain” itulah yang mendasari berbagai pandangan dan ritual keagamaan. Semua, pada dasarnya dalam rangka mempersiapkan diri untuk menuju hari esok di dunia lain.
Karena itulah agama,
Bukan sebuah ajaran yang riang gembira
Tapi adalah ajaran untuk mengumbar rasa cemas dan rasa takut.
Takut diri tidak akan selamat di suatu hari nanti.
Maka untuk menghabisi rasa takut itulah nilai jual para pembawa agama dan pemukanya menjadi laris. Maka disinilah permainan psikologis bekerja. Manusia beragama, aura kesadarannya, adalah aura pengemis: Berharap untuk diselamatkan. Diselamatkan oleh jurus selamat mereka,
Cara kerjanya, persis penjual obat.
Pertama disadarkan target, bahwa dirinya dalam bahaya.
Ancaman bahaya penyakit yang belum disadarinya.
Setelah target sadar, lalu timbul rasa ketakutan,
Maka baru penjual obat menyodorkan obatnya.
Maka sejak saat itu, timbullah rasa ketergantungan target pada obat tersebut.
Begitulah lebih kurang cara kerja agama secara psikologis pada diri manusia.
Agama, adalah narkoba psikologis yang membuat umatnya menjadi ketergantungan
Dan untuk melepaskan diri dari semua itu, minta ampun sulitnya
Karena yang namanya zat adiktif, tidak menempel di luar tubuh dan kesadaran.
Tapi mengaliri di setiap nadi dan detak jantung.
Itu sebabnya,
Jangan pernah mengganggu orang beragama
Karena mereka, tidak akan mengerti dan teramat sulit untuk menyelamatkan mereka.
Hanya sebagian kecil dari populasi manusia yang akhirnya bisa selamat dari penjara agama.
Revo Samantha
.
Manusia bodoh & tolol adalah manusia" miskin ( miskin ilmu & miskin iman ) yang kerjanya hanya bisa mengemis kepada orang" kaya ( kaya akan ilmu )
BalasHapusSudah sangat jarang sekali bahkan mungkin gak ada di zaman sekarang orang" yang kaya dan dermawan tapi ternyata salah satunya kutemukan di sini di dunia maya ini
yaaa ... beliau adalah beliau yang menulis artikel ini adalah seorang yang kaya raya ( kaya akan ilmu ) & beliau itu sangat dermawan, beliau selalu perduli dengan orang" miskin yang bodoh, yaitu mereka para pemulung & pengemis ilmu seperti manusia tolol yg menulis komentar ini
wahahaahaha ..... !
BalasHapusGemes baca komentar anda