Dalam hubungannya dengan tulisan tulisan kritis saya, terutama tentang agama, secara gamblang ada 3 jenis pengaruhnya terhadap pembaca:
Pertama lempar sandal
Ini dilakukan oleh kelompok yang sudah terinfeksi akut oleh virus agama
Stadiumnya, sudah setara dengan pengaruh virus shortcut terhadap komputer
Semua ikon program, tidak berfungsi.
Apapun ikon program yang diklik, tetap yang terbuka ke salah satu program yang diarahkan oleh sang virus. Artinya nalarnya, sudah mati. Rasionalistasnya, benar benar sudah lumpuh. Akibatnya, asal terbaca tulisan saya, alih alih akan mencoba memahaminya, justru pas terbaca judulnya, akan langsung mengamuk tanpa memahami isinya. Bahkan sebagian, langsung lempar sandal dengan anarkis. Begitulah seterusnya.
Kedua stres dan kejang otak
Ini terjadi pada mereka yang plin plan. Sikap mereka, mengambang.
Disatu sisi, mereka tertarik dan jadi terangsang untuk berpikir seperti pesan kritis yang terkandung pada tulisan saya. Tapi disisi lain, mereka masih gamang untuk melanjutkannya atau untuk meng-IYA-kan dalam kesadarannnya. Kadang saat membaca tulisan saya, mereka mengangguk-angguk: “Benar juga ya”. Tapi sesudahnya, mereka kembali pulang kampung ke kesadaran primitifnya yang sudah melekat selama ini, yang diwariskan oleh agama. Akibatnya, mereka selalu dalam keadaan bimbang. Tidak punya keputusan secara mental dan intelektual. Tapi setiap terbaca tulisan saya, mereka kembali mengangguk. Tapi setelah usai, suara hatinya kembali berbisik: “Ah ... tapi ....” Mereka, selalu diteror oleh konflik perang batin. Apa yang diserapnya dari tulisan saya, selalu bentrok begitu keyakinan lamanya bersuara. Begitulah seterusnya. Sehingga bagi kelompok ini, membaca tulisan saya, sebenarnya berbahaya. Karena menjadi sebuah siksaan yang bersifat eksistensial. Keberadaannya, menjadi terancam di zona persimpangan.
Kelompok yang seperti ini, termasuk kelompok yang paling banyak dari ketiga jenis ini.
Ketiga Lepas Bebas Tercerahkan
Ini terjadi pada kelompok yang melepaskan diri secara total terhadap apa yang saya tulis. Melepaskan di sini, adalah menyerahkan diri secara penuh. Menyerahkan di sini, bukan dalam arti membebek. Tapi berani membuka diri untuk berempati lalu memahami apa inti pesan yang saya tulis. Karena sikap mereka yang terbuka, akhirnya nalar mereka jadi bangkit dengan gemilang. Mereka, jadi mudah menyerap dan tercerahkan oleh tulisan saya. Akibatnya, sedikit demi sedikit, virus keyakinan primitif yang hinggap di tubuhnya, mulai tumbang satu persatu. Sehingga akhirnya tanpa mereka sadari kemudian, mereka telah berevolusi menjadi manusia baru. Manusia yang sudah layak mendapat sertifikat Keparat: manusia yang sudah terbebaskan dari belenggu agama dan segala bentuk mitos dan tahyul. Menuju kesadaran yang berakar pada hukum Universal yang bernama mekanisme hukum alamiah Alam Semesta.
Hanya saja, kelompok yang seperti ini, masih bisa dihitung dengan jari.
*) Sumber: Tuduhan langsung
Revo Samantha
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar