Dalam umunya kitab Fiqh Islam,
Wanita hanya dibolehkan menampakkan bagian tubuhnya hanya bagian muka, telapak tangan dan telapak kaki. Tapi pada sebagian paham dalam Islam, justru lebih dari itu. Suara wanita pun juga termasuk aurat. Sehingga akibatnya, wanita dalam konsep fiqh ini tubuhnya harus dibungkus seperti karung atau mayat yang dikafani. Lalu dalam bicara dengan laki-laki yang bukan muhrim, wanita hanya dibenarkan menggunakan bahasa isyarat.
Lalu bagaimana sebenarnya menurut Tuhan?
Saya tidak tahu!
Lebih baik kita kembali ke judul:
Kenapa paha wanita itu aurat bagi laki-laki?
Karena paha itu bisa membangkitkan syahwat laki-laki
Apalagi jika yang melihatnya adalah saya.
Apalagi untuk wanita yang memiliki paha montok dan mulus.
Tapi jika pahanya korengan dan bentuknya kucar-kacir, mungkin tidak masalah.
Revo Sanjaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar