Sudah bukan rahasia lagi
Kotbah motivasi dimana-mana selalu menyarankan anda untuk berpikir positif
Sepahit apapun kenyataan yang menimpa anda, tetap keluh kesah anda akan disemprot dengan kalimat: “Berpikirlah positif”
Tapi kenapa jarang yang berhasil melakukannya?
Kenapa yang terjadi banyak manusia yang berpikir negatif?
Itu suatu bukti,
Bahwa berpikir positif itu terlalu mengada-ada
Akibatnya terjadi pemborosan energi mental
Dan pada stadium tertentu,
Akan memukul balik penderita lebih parah
Sudah jelas anda sedang ditimpa masalah dan musibah
Mana mungkin anda bisa menganggap itu sebagai hal biasa
Sudah jelas anda pusing dan kalut
Mana mungkin anda bisa menganggap tidak terjadi apa-apa
Mestinya,
Anda disuruh untuk berani mengakuinya secara jujur
Bahwa anda memang sedang mengalami sebuah masalah
Bahwa anda memang sedang panik dan kucar-kacir
Yang terpenting,
Anda tidak larut dan tenggelam digulung oleh duka yang menimpa
Tapi bangkit setelah menyadarinya
Mencari cara-cara kreatif untuk mengatasi semua kemelut yang menimpa diri anda
Intinya,
Semakin anda berani mengakui kenyataan sebagaimana yang anda alami
Maka semakin pemborosan energi mental tidak akan terjadi
Tapi semakin anda menolaknya,
Maka semakin sebuah jurang kontradiksi psikologis menganga
Ada dualisme yang tak pernah bisa didamaikan dalam diri anda
Karena itulah konsep berpikir positif itu saya sebut kotbah gombal
Lalu saya ganti dengan konsep berpikir: Realistic Thinking!
Revo Sanjaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar