Minggu, 16 Juni 2013

Cara Sukes Menjadi Penulis Sombong

Banyak teori menulis berbusa-busa menyatakan bahwa
Seorang penulis tidak boleh sombong dalam tulisannya
Apalagi dalam membalas setiap komentar yang masuk pada tulisannya
Singkatnya, rumusnya adalah, ramah, baik, rendah hati, dan seterusnya
Tapi saya lebih tertarik menyebutnya membungkukkan diri

Tapi benarkah demikian cara sukses menjadi penulis sombong?
Tentu saja tidak!
Penulis sombong tidak boleh berbasa-basi
Apalagi membungkukkan diri
Penulis sombong ya harus tetap stabil di orbitnya
Apakah dunia akan menyukainya, tidak ada urusan
Apakah pembaca akan merating atau mengomentarinya, jangan peduli

Yang harus dipedulikan penulis sombong, hanya satu:
Bagaimana agar ide yang berlalu lalang dalam pikirannya
Tumpah ruah bagaikan kaca bening
Apa yang terasa,
Apa yang terpikirkan
Bahkan apa yang dialami
Tumpah presisi sebagaimana adanya

Diluar dari itu, hanya unsur asesories yang tidak ada hubungannya dengan kecapakan menulis. Itu sebabnya penulis yang membungkukan diri dalam tulisan dan komentar
Biasanya adalah sebuah ambisi tersembunyi akan laparnya puja puji dan pengakuan
Padahal rumusnya sangat sederhana:
Tulis saja apa yang ingin anda tulis
Setelah itu lihat apa yang terjadi
Sebuah mukjizat terbalik akan terjadi diluar perkiraan anda.
Betul?

Revo Sanjaya


2 komentar:

  1. Pak Revo, tutor menulisku. Apa kabar, Pak?
    Semoga Bapak sehat dan baik-baik saja di sana.. aamiin.

    Hmmm, lagi-lagi, sebagai fans, membaca artikel di atas seolah-olah saya sedang mendapat petunjuk yang 'brutal namun bergizi' dalam kiat menulis. Sangat menginspirasi.

    Salam sehat dan sukses buat Pak Revo.
    Joy
    :)

    BalasHapus
  2. Khabar baik Joy
    Makasi ya apresiasinya

    BalasHapus