Tampilkan postingan dengan label Menulis tanpa Rumus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis tanpa Rumus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 April 2014

Sebab Tulisan dan Komentar Anda tidak Berkembang

Jika modal anda masih hanya pulsa dan imsomnia
Maka tulisan dan komentar anda, tidak akan beranjak kemana-mana
Hanya berputar dari itu ke itu saja

Karena itu perkayalah wawasan anda dengan membaca referensi yang otoritatif.
Sesuai bidang minat anda.
Jangan hanya puas dengan modal gosip dan kotbah murahan.

Revo Samantha saja,
Sebagai penulis kurang ajar yang sewenang wenang,
Tidak menulis hanya dengan modal dengkul
Selain berakar dari pengalaman pribadinya yang sering jatuh bangun
Juga berakar dari referensi perpustakaan pribadinya
Yang hingga kini sudah lebih kurang 2000 judul buku dengan berbagai bidang

Yang menjadi pertanyaan
Sebenarnya apa tujuan saya menulis hal ini?
Apakah sebuah cara halus dan licik untuk mempromosikan diri?
Hanya Allah dan RasulNya yang tahu


Revo Samantha
.

Kamis, 06 Maret 2014

Cara Melampaui Tulisan Kaliber Caci Maki

Bagaimana pun,
Tetap bisa dibedakan mana tulisan kritik dan mana tulisan caci maki
Walaupun posisi keduanya sama: sama sama ungkapan ketidaksetujuan
Yang membedakan, adalah cara penyajiannya
Dan lebih lebih, pusat konsentrasinya.
Tulisan caci maki, terpusat pada mengumbar emosi dan rasa permusuhan
Yang terbaca, adalah sebuah ego yang teruka
Sebuah pelampiasan kebencian yang meluap luap

Sedang tulisan kritik, menampar pikiran
Berakar pada penguasaan peta konflik sebuah persoalan
Lalu membedahnya tanpa pemihakan.

Target penulis caci maki
Adalah kepuasan dalam bertengkar
Yang mereka harapkan, adalah pengakuan
Sedang penulis kritis,
Justru menyalurkan dan berbagi gagasan
Sebuah branstorming tanpa target
Menyuguhkan sebuah olah raga otak yang menantang

Lalu bagaimana cara menolong penulis caci maki agar bisa naik tingkat?
Gampang. Mereka mesti rajin belajar dari tulisan saya.
Iya Ian?

Revo Samantha
.








Sebab Lain Tulisan dan Komentar Anda tidak Bergizi

Bagaimanapun cara penyajiannya,
Tetap bisa dibedakan,
Mana tulisan dan komentar yang berbobot dengan yang tidak
Karena sebuah tulisan, sebuah komentar, sebuah teks
Adalah cermin penulisnya.
Tulisan dan komentar yang isinya hanya itu ke itu saja
Melambangkan bahwa yang menulisnya kurang wawasan
Miskin referensi.

Tanpa menulis catatan kaki,
Tetap tergambar dibalik tulisan dan komentar
Bahwa penulisnya, kaya referensi.
Contohnya tulisan ini.
hahaha


Revo Samantha
.








Selasa, 25 Februari 2014

Prinsip Menulis Ringkas tapi Padat Makna

Dalam tingkat lanjut menulis,
Yang menjadi soal, bukan lagi soal elementer kepenulisan
Misalnya tentang menulis paragraf dan struktur tulisan
Tapi adalah soal daya pikat dan kepadatan
Apakah anda sudah bisa menulis ringkas, tapi maknanya padat

Maka disinilah bisa dinilai 2 hal:
Pertama, kepiawaian anda dalam menulis
Yaitu kata-kata, sudah jadi mainan di tangan anda
Anda menjadi Tuhan atas kata-kata
Andalah yang menentukan, setumpuk kata-kata, mau dijadikan apa

Dan kedua, kualitas pemikiran anda
Sejauh mana anda menguasai suatu persoalan, disini akan tergambar
Semakin bisa anda menyatakan hal hal yang rumit dengan ringkas,
Dengan bahasa yang gamblang, itu pantulan dari penguasaan anda terhadap topik.
Biasanya, orang yang tidak menguasai persoalan
Tidak mengerti peta gagasan sebuah topik,
Akan menulis panjang dan bertele-tele, tapi ujungnya tetap tidak jelas

Lalu bagaimana caranya?
Rumus dasarnya sangat sederhana
Kuasai peta gagasan. Bangun kerangka berpikir yang mengerucut pada target akhir anda.
Target kesimpulan anda.
Lalu ramu semua itu dengan kalimat yang benar benar representatif.
Maka disini, kepekaan anda atas diksi, sangat menentukan.

Sebagai contoh,
Jika anda ingin menyatakan tentang A,
Maka jangan mutar mutar ke B.
Tapi eksplorlah A menjadi sub sub bagian yang tidak keluar dari zona A
Jika anda menguasai sebuah topik secara mendalam,
Itu tidak akan sulit bagi anda.
Anda akan bisa mengcongkelnya dengan lebih dalam
Tapi mereka yang hanya memaksakan diri menulis topik yang tidak dikuasainya
Biasanya akan mutar mutar ke hal hal yang tidak ada hubungannya dengan topik.
Kalimatnya, boros. Tapi miskin pendalaman gagasan
Ibarat mobil, lebih banyak jumlah asesorisnya ketimbang kekuatan mesinnya
Akibatnya, tulisannya menjadi tidak bergizi.


Gimana, bisa?


Revo Samantha
.

Minggu, 23 Februari 2014

Sebab Tulisan Anda Menyebalkan

Jika tulisan anda berisi gagasan,
Bagaimana pun cara menulisnya, tetap bisa dinikmati
Karena yang terusik, adalah pikiran pembaca
Pusat radiasi yang dirasakan pembaca, adalah di kepala
Tapi jika tidak ada muatan gagasan didalamnya
Segemulai apapun anda menuliskannya,
Tulisan anda akan terasa menyebalkan
Tidak bisa dinikmati
Jika itu sebuah puja puji,
Pembaca akan muntah
Jika itu berupa caci maki
Pusat radiasi yang dirasakan pembaca
Adalah diwilayah otot
Minimal di mulut
Sehingga yang terjadi gara gara tulisan anda
Adalah perang mulut dan saling lempar sandal


Revo Samantha
.


Selasa, 04 Februari 2014

Perbedaan Kritik Agama pada Tulisan Saya

Dimana-mana, banyak tulisan kritik terhadap agama
Tapi saya lebih senang menyebutnya tulisan caci maki terhadap agama
Apalagi pada banyak grup debat di Facebook.

Lalu kenapa tulisan itu rata rata membuat pembaca gerah dan akhirnya bosan?
Sementara terhadap tulisan kritis saya terhadap agama, terlepas pembaca setuju atau tidak terhadap isinya, selalu membuat mereka penasaran dan tetap ingin membacanya?

Sebabnya,
Karena saya berangkat dari 2 hal mendasar:

Pertama saya seorang pakar agama
Pakar maksudnya saya sudah lama berkubang intens dengan agama
Saya sudah lama mengimani sebuah agama sampai titik darah penghabisan
Dengan segenap jiwa raga saya.
Baik secara pemahaman apalagi secara ritual
Tidak sedikit waktu, referensi dan urat syaraf yang saya korbankan dalam proses jatuh bangun saya dalam petualangan beragama.

Kedua, begitu juga dengan menulis.
Saya juga seorang pakar menulis
Pakar menulis maksudnya saya sudah lama intens dalam dunia tulis menulis
Seabrek buku buku tentang menulis, sudah saya lumat.
Begitu juga dengan berbagai eksperimen gaya menulis, sudah saya lakukan sepanjang karir sunyi dunia kepenulisan saya. Artinya saya seorang pakar menulis di kandang sendiri. Buku buku saya, diterbitkan oleh diri saya sendiri dan dibaca oleh diri saya sendiri.

Intinya,
Saya menulis kritik terhadap agama, bukan asal tulis
Tapi sudah dilengkapi oleh 2 senjata utama: Konten dan cara menulis.
Itulah sebabnya meski tulisan saya blak-blakan bahkan konyol, tetap ada sesuatu yang anda temukan didalamnya.

Sementara mereka?
Mereka yang gemar menulis tulisan agama kaliber lempar sandal,
Hanya menulis sebagai kata ganti dari perang mulut.
Konten dan teknik penyajian, masih jauh dibawah standar.
Yang terasa oleh pembaca, hanya sebuah kecerewetan tertulis
Bukan sebuah gagasan kritis
Intinya, modal mereka hanya imsomnia dan gairah untuk bertengkar

Padahal rumusnya sangat sederhana
Jika yang diumbar dalam tulisan adalah gagasan
Maka pembaca akan berpikir dan terinspirasi
Tapi jika emosi dan sandal yang dilempar,
Maka yang tersulut pada diri pembaca, juga hal yang sama.

Jadi itulah bedanya tulisan saya tentang agama
Dibanding tulisan para penulis gadungan tentang agama yang banyak bertebaran di internet.

Setuju?

Revo Samantha
.

Dibuka Konsultasi Gratis Menulis Gurih dan Inspiratif

Bukan rahasia lagi bahwa tulisan saya gurih dibaca bukan?
Tapi sekaligus juga ada sesuatu yang terselip sebagai sumber inspirasi bukan?
Nah yang menjadi pertanyaan,
Bagaimana cara membuat tulisan seperti itu?
Apakah harus memutar kepala anda hingga merontokkan urat syaraf?
Atau sambil jungkirbalik membuka setumpuk buku?

Jawabanya tidak!
Itu adalah cara lama
Cara yang merupakan produk nasehat kuno dalam menulis

Lalu bagaimana cara yang lebih praktis?
Yang tidak bertele-tele tapi langsung bisa?

Sekarang saya buka tanya jawab untuk itu
Gratis!

Revo Samantha
.

Sabtu, 21 Desember 2013

Tulisan Hebat adalah yg Bermanfaat? Mitos!

Jika anda ingin menjadi penulis yang hebat
Jangan pernah percaya nasehat gombal yang menyatakan bahwa yang disebut tulisan yang hebat itu adalah tulisan yang bermanfat. Itu hanya mitos. Karena penulis yang hebat, bukan soal bermanfaat atau tidaknya segala yang ditulisnya. Tapi adalah seberapa dia bisa menyulap pembaca, sehingga setiap yang ditulisnya selalu memikat pembaca. Selalu menodong perhatian pembaca. Dan lebih lebih, selalu membius pembaca untuk terus dan terus melahap setiap kata yang ditulisnya. Sampai akhirnya pembaca tidak tahu jalan pulang begitu kesasar pada tulisannya.

Dengan kata lain,
Tulisan hebat, adalah soal cara menyajikannya.
Bukan soal kontennya.

Banyak penulis iseng tetap diburu tulisannya hanya karena mereka lincah dalam menyajikannya. Sedang disisi lain, banyak pemikir hebat, tapi tulisannya selalu dhindari pembaca. Jadi cara menulis dengan konten, adalah 2 hal yang berbeda. Tinggal soal, anda harus sadar. Dimana kekuatan anda. Pada cara menyajikannya, atau pada kontennya. Pada materinya. Atau justru anda memiliki keduanya seperti saya. Hahaha!

Revo Samantha
.

Virus Jahanam yang Merusak Kreativitas Menulis

Kreativitas,
Adalah level tertinggi dari potensi manusia
Termasuk soal tulis menulis
Menulis dengan kreatif, sangat tidak mudah
Bahkan menakutkan bagi sebagian orang
Walaupun mereka sudah menguasai soal soal elementer dalam dunia tulis menulis, semisal soal kata, kalimat, paragraf. Bahkan walaupun mereka sudah memahami apa itu kalimat efektif dan diksi yang tepat.

Tapi kenapa tetap saja mereka tidak bisa menulis kreatif?
Seperti yang bisa saya lakukan dengan tulisan ini?
Sebabnya sederhana:
Mereka menulis masih dalam rangka memikirkan orang lain
Yang mereka pikirkan, adalah respon pembaca
Bukan aktualiasi diri mereka sendiri

Singkatnya,
Mereka terlalu peduli.
Sebuah kepedulian yang menyiksa diri
Sebuah kepedulian yang salah pasang
Padahal jika mereka berhasil cuek seperti saya menulis
Ternyata menulis kreatif itu lebih gampang dari kesulitan yang mereka bayangkan

Revo Samantha
.


Sebab Saya tidak Kesulitan dalam Menulis

Mungkin bagi sebagian anda menulis adalah hantu
Tapi bagi saya tidak
Menulis bagi saya sama dengan onani
Sebuah pelepasan yang menggariahkan
Bukan sebuah beban yang menakutkan

Intinya,
Saya menulis untuk diri saya sendiri
Bukan untuk orang lain
Walaupun efeknya, anda jadi suka dan kecanduan

Betul?


Revo Samantha
.

Rabu, 27 November 2013

Software Otomatis Pembuat Kalimat Lugas

Rata-rata tulisan, bahkan sebuah buku
Inti sarinya pada dasarnya hanya singkat
Tapi karena yang menyajikannya kurang cerdas dalam menulis
Maka tulisannya menjadi bertele-tele.
Padahal maksud yang ingin disampaikan, hanya sedikit.

Itulah bedanya dengan penulis handal
Apalagi jika mereka seorang pemikir yang sekaligus juga puitis
Satu kalimatnya, bisa bermakna 1 buku.
Sedang penulis goblok,
Setumpuk kalimatnya, kadang tidak bermakna apa-apa.

Baik,
Pada kesempatan ini saya hanya ingin bagikan rumus sederhana
Yaitu bagaimana cara menulis kalimat yang lugas bertenaga.

Rumusnya adalah,
Pangkas kata kata yang tidak berguna.
Caranya coba anda hilangkan satu kata demi kata dalam sebuah kalimat,
Jika maknanya tidak berubah,
Maka itu artinya kata kata itu mubazir.
Kecuali hanya beberapa kata untuk pelicin agar enak dibaca.
Tapi jangan sampai melebihi kebutuhan.
Penulis tolol, biasanya lebih banyak menggunakan kata kata asesoris
Ketimbang kata kata yang fungsional.


Contoh:

"Kalau menurut saya sebenarnya Revo Samantha itu termasuk seorang penulis yang bisa disebut kategori hebat."



Sekarang coba anda pangkas beberapa kata pada kalimat diatas, tapi tidak mengurangi pengertiannya. Misalnya coba anda buang kata "kalau". Jika maknanya tidak berubah, berarti kata "kalau" itu hanya sampah. Begitu juga dengan kata kata lainnya. Sampai yang tersisa, hanya kata-kata yang benar benar berfungsi sebagai pembangun makna kalimat.

Sekarang coba bandingkan dengan hasil pangkasan ini:

"Menurut saya, Revo Samantha itu penulis hebat"


Lalu sekarang mari kita kembali pada judul.
Softwarenya mana?
Jika maksudnya sudah anda pahami, dan anda sudah bisa melakukannya sendiri, ya itulah software otomatis yang saya maksud.



Revo Samantha
.

Selasa, 19 November 2013

Cara Mengatasi Kering Ide dalam Menulis

Sebenarnya tidak ada yang akan saya tulis.
Karena banyak hal yang menjadi minat saya selama ini rata-rata sudah saya tulis.
Jika hal itu saya tulis lagi, tentu isinya hanya akan berputar putar pada hal yang sama.
Yang saya ragukan bukan pembaca akan bosan.
Saya tidak pernah pikirkan respon pembaca
Tapi memang saya sendiri yang malas menulis hal yang sama.
Makanya sekarang tulisan saya sering pendek
Hanya berupa aforisma
Karena rata-rata yang saya tulis hari ini,
Sudah pernah saya ulas panjang lebar jauh hari sebelumnya
Jika saya lalukan lagi, berarti saya cerewet.

Sekarang mari kita kembali pada judul
Jadi bagaimana cara mengatasi kering ide dalam menulis?
Ya tulisan ini contohnya
Mantap bukan?


Revo Samantha
.

Senin, 18 November 2013

Cara Hebat Menulis dengan Modal Cerewet!

Cara Bisa Bisa Menulis seperti Bisa Bicara!

Sebenarnya menulis itu sangat mudah.
Sama dengan berbicara
Tidak ada orang yang tidak bisa berbicara selagi mereka tidak menderita penyakit bisu
Asal seseorang bisa berbicara, sebenarnya mereka sekaligus juga bisa menulis.

Tapi kenyataannya kenapa tidak selalu demikian?
Nah itulah dosa guru bahasa
Termasuk para dosen pembimbing skripsi
Mereka mempersulit hal hal yang mudah dan natural menjadi bertele tele
Mereka rakus dengan tata cara
Akibatnya cara pandang terhadap dunia tulis menulis menjadi angker

Pesan saya,
Lupakan mereka.
Dan beralihlah pada saya
Tulis saja apa yang ingin anda tulis
Jangan berpikir terlalu jauh apalagi membebani diri anda dengan impian yang terlalu muluk.
Perjalanan jauh, tetap dimulai dengan langkah pertama yang sangat sederhana
Begitu juga dalam menulis.
Satu buku tebal, tetap dimulai dari rangkaian kata. Bahkan huruf.
Pemikir besar, tetap bermula sebagai manusia tolol
Tapi ....
Mereka berani mencoba.
Tanpa takut merasa salah.

Jadi tulislah segala apa yang melintas dalam pikiran anda.
Mengalir lenturlah dengan apa yang terbetik.
Nanti pada waktunya, anda akan sampai pada tempat yang tepat
Mesin psikologis anda, akan bekerja otomatis pada jalurnya jika anda sudah menghidupkannya. Tapi jika tidak, hanya sibuk dalam angan-angan, anda tidak akan beranjak kemana-mana.

Tapi saya tidak tahu apa yang akan saya tulis Prof. Dr. H.Revo?
Ya tulis saja ketidaktahuan anda.
Misalnya anda tulis judulnya:
“Ketidaktahuan saya dalam Menulis”
Lalu umbar sejadi-jadinya ketololan anda dalam tulisan itu.

Apakah saya tidak akan ditertawakan pembaca Prof. Dr. H.Revo?
Ya lagi lagi tulis kecemasan anda. Misalnya anda tulis judulnya:
“Kecemasan Saya dengan Tulisan Ini”
Lalu tulis semua hantu kecemasan anda apa adanya

Gampang bukan?



Revo Samantha
.


Keluguan Pemula dengan Dunia Tulis Menulis

Mereka memperlakukan dunia tulis menulis seperti menghadapi Tuhan.
Terlalu serius. Padahal bobot tulisannya juga tidak ada.
Lagak saja yang dibagus baguskan.
Akibatnya tulisan mereka menjadi kaku

Mereka lupa. Sebenarnya tidak tahu.
Menulis bukan untuk menyulitkan diri
Tapi untuk aktualisasi diri
Untuk optimasi diri
Bahkan juga untuk melenturkan diri
Mau dijadikan untuk apa,
Sepenuhnya adalah kebebasan seorang penulis
Tapi karena gila pengakuan,
Maka mereka menulis dalam rangka menyiksa diri
Padahal menulis dengan sewenang wenang seperti ini
Ternyata tetap diminati pembaca bukan?


Revo Samantha
.


Minggu, 17 November 2013

Kunci Ajaib Sukses Saya dalam Menulis

Bahwa kecakapan elementer dalam menulis sangat dibutuhkan, itu jelas.
Dan bahwa kekuatan gagasan yang kita tulis juga sangat penting, itu juga jelas.
Tapi kenapa tidak semua tulisan yang sudah memenuhi kedua kriteria itu tidak selalu diminati? Artinya kenapa kedua hal itu saja belum cukup di gelanggang tulis menulis?
Bahkan seringkali mereka yang sudah memiliki kedua hal diatas masih sering garuk kepala? Kenapa tulisan mereka tidak diminati banyak pembaca?

Nah disinilah urgensinya sikap mental dalam menulis.
Karena sikap mental itu menular pada respon psikologis pembaca
Betapapun hebatnya kecakapan elementer anda dalam dunia tulis menulis,
Termasuk dengan segudang wawasan anda,
Tapi jika sikap mental anda masih terbelakang,
Maka tulisan anda hanya kata lain dari kumpulan kata kata remeh

Lalu apa rahasianya untuk melesat melampaui kedua hal diatas?
Silahkan anda cari sendiri.
Kalau rumus saya hanya satu:

Sikap mental saya:
Saya masa bodoh dengan tanggapan pembaca
Akibatnya, mantap bukan?
Hahaha


Revo Samantha
.

Jumat, 15 November 2013

Kapan Lagi Anda akan Bisa Menulis?

Apapun pendapat, sah
Tapi sayang, tidak banyak yang bisa menyajikannya secara utuh dalam sebuah tulisan. Karena menulis, juga berarti menata pikiran. Sedang rata-rata manusia, cara berpikirnya amburadul. Itu sebabnya di forum forum diksusi online, lebih banyak ditemukan status status singkat dan komentar-komnetar kelas ngomel. Mereka, hanya sanggup mengumbar kentut.

Anda tersinggung? Atau marah?
Buktikan dengan tulisan anda!

Revo Samantha


Sabtu, 19 Oktober 2013

Tamparan untuk Originilitas Menulis Anda!

Satu kata otentik milik anda
Jauh lebih berharga dari seribu kalimat palsu yang anda cari cari



Revo Samantha

Rumus Gamblang Tulisan Munafik!

Jika apa yang anda tulis melebihi atau kurang dari sebagaimana adanya diri anda
Berarti anda sudah berdusta dalam menulis.
Dan itu adalah skandal integritas dan pelacuran intelektual yang paling dikutuk dalam dunia kreatif.

Revo Samantha

Sebab Tulisan Anda Pucat tanpa Roh

Saya tidak peduli siapa diri anda dengan segala pengakuan anda.
Semua itu, bila bicara tentang yang satu ini, tidak ada gunanya, hanya sampah!

Sebab daya pikat sebuah tulisan
Tarikan mistis sebuah karya, tidak bisa ditipu
Mata uang yang berlaku, hanya satu: Kepekaan kreatif!

Jadi apa sebabnya tulisan anda pucat tanpa roh?

Karena anda tidak menulis seperti saya menulis
Anda selalu berperang dengan diri anda sendiri
Apakah sesuatu bagus untuk dituliskan atau tidak
Apakah kata-kata anda akan menarik dimata pembaca atau tidak
Apakah anda akan bebas dari citra buruk atau tidak

Akibatnya,
Anda selalu ragu untuk menuliskan bahkan untuk satu kalimat saja
Akibatnya anda selalu menghajar aliran ide alami dalam pikiran anda
Melulu anda berpikir dan menimbang sebelum menuliskannya
Melulu anda bongkar buku dan mengutip ini itu
Melulu anda bolak balik ke situs-situs refensial sebelum menuliskannya.

Intinya, anda pengecut!
Dan catat:
Tak ada suara kreatif dibawah belenggu justifikasi bathin yang berkepanjangan



Pakar Kreativitas
Revo Samantha

Kamis, 17 Oktober 2013

Makna Tersembunyi dari Tulisan Panjang Bertele-tele

Pada dasarnya,
Inti gagasan itu singkat
Tapi kenapa banyak tulisan disajikan panjang bertele-tele?
Inilah beberapa kemungkinan:

1. Penulisnya masih goblok.
Jadi tidak tahu dan belum bisa menulis dengan sajian yang ringkas tapi padat.

2. Itu disengaja karena ditujukan untuk pembaca yang masih goblok.
Karena tulisan ringkas padat bukan komsumsi pembaca yang masih tolol.

3. Itu disengaja untuk mempertebal halaman, untuk mengulur-ulur waktu.
Tujuannya untuk membangun citra diri, dan juga bisa untuk bisnis agar tulisannya terkesan mahal.

Revo Samantha