Senin, 03 Juni 2013

Sebab Jarang Saya Tertarik Perdebatan Agama di Facebook

Bahwa perdebatan agama paling ramai dan paling seru di Facebook, baik pada akun pribadi, pada grup maupun pada page yang jumlahnya sangat melimpah, sudah bukan rahasia lagi. Tapi saya jarang tertarik mengikutinya. Karena rata-rata yang terjadi, hanya pertengkaran tanpa kedalaman. Hanya adu otot dengan cara saling ngotot.

Jarang yang membahasnya dalam bentuk kajian.
Yang banyak, hanya saling terkam. Merobek cermin agar diri tampak gagah
Meniup lampu lain agar keredupan sendiri tampak terang

Padahal, diskusi agama itu sebenarnya sesuatu yang seru
Karena agama, adalah ular besar yang selalu membuat manusia penasaran
Sejuta tanya selalu tersimpan dibalik kemegahan sebuah agama
Sejuta keanehan selalu kentara dalam prilaku umat beragama

Karena itu membahasnya,
Tidak cukup dengan modal hanya gairah imsomnia
Karena memahami sebuah agama,
Sama artinya dengan memahami seorang Seniman
Kenapa mereka berkarya?
Apa latar belakang kreatif dibalik penciptaan karyanya?
Lalu kenapa dunia akhirnya tergila-gila akan karyanya?

Dengan kata lain,
Seorang penggila diskusi agama, mau tidak mau
Akan diseret untuk membawa sejumlah kompetensi yang memadai
Seperti layaknya seorang kritikus, para pencinta diskusi agama
Adalah seorang petualang yang membawa banyak bekal
Bagai seorang petarung yang kaya jurus dan senjata

Senjata apa?
Apalagi jika bukan berbagai disiplin ilmu yang mengitarinya
Karena wajah agama, adalah sebuah sisi kaca berlian
Bisa dilihat dari berbagai sudut dan bisa memantulkan berbagai warna
Karena agama, bisa dilihat dari berbagai perspektif
Bisa dari sudut Filsafat, Teologi, Psikologi, Seni, Antropologi, Sosiologi, Sejarah dan entah apa lagi.

Tanpa itu, apalagi tanpa salah satunya
Maka alih-alih akan terjadi diskusi agama dalam pengertian sebenarnya
Yang terjadi hanya perang mulut dengan cara omong besar
Paling tinggi hanya jual kecap dengan cara saling pamer kotbah mulia

Revo Sanjaya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar