Jika dikatakan bahwa Gunung Merapi itu seram
Atau Kota Jakarta itu amburadul
Maka nyaris tidak ada yang akan marah
Tapi jika dikatakan bahwa agama Islam itu primitif
Atau agama Kristen itu konyol
Maka jelas tinggal menunggu dalam hitungan menit
Akan banyak pihak yang marah
Pertanyaannya kemudian adalah kenapa?
Karena agama itu tidak sama dengan barang biasa
Dia, adalah sebuah konsep keyakinan yang melekat dihati para pemeluknya
Seakan antara pribadi yang meyakininya dengan konsep agama itu tidak ada jarak
Hubungan emosional penganutnya begitu melekat
Seakan tak terpisahkan
Maka disaat itulah kritik terhadap sebuah agama
Akan dirasakan sebagai kritik langsung terhadap pribadi penganutnya
Dengan kata lain, respon yang bekerja adalah pada sikap emosional pemeluknya
Bukan respon intelektual atau bukan pada wilayah yang bernama pikiran
Karena itulah diskusi agama
Identik dengan ring tinju dan caci maki tak berkesudahan
Karena itulah, hanya sedikit yang bisa duduk tenang dalam forum debat agama.
Yang terjadi, umumnya memasang muka masam sambil mengacungkan tinju mental sambil bergumam: “Awas! Jangan usik agama saya! Jangan ganggu agama kami!”
Itulah maknanya aforisme Karl Jasper
Bahwa agama rakyat itu sebenarnya berbahaya
Revo Sanjaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar