Boleh dikatakan,
Internet adalah lambang impian Marx di zamannya, yaitu sebuah tatanan sosial tanpa kelas.
Karena di internet, siapapun bebas untuk mengakses dan menampilkan diri.
Tidak peduli apakah yang mengaksesnya adalah seorang manusia biasa atau kaum terpelajar
Apakah seorang bangsawan, atau kaum pinggiran
Apakah seorang direktur, atau seorang gelandangan
Tidak peduli apakah seseorang adalah manusia cerdas maupun tolol
Dan seterusnya
Singkatnya,
Internet, adalah tempat bekumpulnya manusia dengan segala level tipe dan segala bentuk hirarki sosial. Semua, bisa mengakses dan berkumpul tanpa saling biasa membatasi. Yang membatasi, hanya sistem netral dari mekanisme web hosting dan jaringan itu sendiri. Jika ada jaringan, ada pulsa, ada modem, maka online pun menjadi gampang sudah.
Lalu yang menjadi pertanyaan bagi anda,
Mungkin adalah:
Apa hubungan tulisan ini dengan judul diatas.
Betul?
Revo Samantha
.
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi Renyah Kunyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi Renyah Kunyah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Maret 2014
Kamis, 06 Maret 2014
Membongkar Peta Debat Agama di Facebook
Secara gamblang,
Rata rata yang menulis tentang agama di Facebook
Bisa disapu menjadi 3 kelompok:
Pertama, kelompok khotbah
Sejauh saya cermati, Ini kelompok yang paling banyak
Yang ditulis, hanya berupa nasehat gombal yang sudah klise.
Tidak merangsang pikiran.
Aura tulisannya, mirip dengan 2 orang yang berpapasan,
Lalu saling berbasa basi
Tidak ada pendalaman materi
Tulisan seperti ini, bagus untuk silaturahmi
Tapi tidak ada gunanya untuk mendongkrak ketajaman berpikir
Bahkan membaca tulisan kelompok seperti ini, tidak memerlukan pikiran
Karena yang menulisnya, juga tidak dengan pikiran
Modalnya, hanya pulsa, imsomnia, kemampuan berbasa basi.
Dan menggombal
Kedua kelompok caci maki
Kelompok seperti ini, banyak tersebar pada grup grup debat di Facebook.
Lebih lebih, pada grup debat antar agama.
Yang ditulis, hanya kaliber tulisan caci maki.
Penuh dengan luapan emosi dan kebencian.
Tulisan seperti ini, bagus untuk hiburan dan olok olok.
Tapi tidak bagus bagi mereka yang lemah mental
Apalagi bagi umat beragama yang beriman
Karena ujung ujungnya, mereka yang beriman
Akan melakukan tindakan anarkis.
Ketiga kelompok sharing gagasan kritis
Ini kelompok yang sangat sedikit.
Sejauh saya cermati, jumlahnya mungkin hanya 1 banding 100.
Bahkan mungkin kurang. Saya termasuk pada kelompok ini (hahaha)
Tulisan kelompok ini, adalah berupa gagasan gagasan kritis yang menantang
Menggoda dan menampar pikiran pikiran konvensional.
Tulisan seperti ini, sangat bagus untuk membongkar pikiran kolot
Bagus untuk pertumbuhan pribadi yang selaras dengan kekinian
Bagus untuk mereka yang ingin keluar dari zona nyaman kesadaran lampau
Tapi disisi lain, tulisan kelompok ini, berbahaya
Bagi pembaca yang masih lugu,
Membaca tulisan kelompok ini, bisa menimbulkan rasa nyeri pada pembuluh otak dan saraf. Sedang bagi penulisnya, bisa menjadi korban amukan dari pembaca yang masih tolol tapi imannya tinggi.
Pengamat illegal
Revo Samantha
.
Rata rata yang menulis tentang agama di Facebook
Bisa disapu menjadi 3 kelompok:
Pertama, kelompok khotbah
Sejauh saya cermati, Ini kelompok yang paling banyak
Yang ditulis, hanya berupa nasehat gombal yang sudah klise.
Tidak merangsang pikiran.
Aura tulisannya, mirip dengan 2 orang yang berpapasan,
Lalu saling berbasa basi
Tidak ada pendalaman materi
Tulisan seperti ini, bagus untuk silaturahmi
Tapi tidak ada gunanya untuk mendongkrak ketajaman berpikir
Bahkan membaca tulisan kelompok seperti ini, tidak memerlukan pikiran
Karena yang menulisnya, juga tidak dengan pikiran
Modalnya, hanya pulsa, imsomnia, kemampuan berbasa basi.
Dan menggombal
Kedua kelompok caci maki
Kelompok seperti ini, banyak tersebar pada grup grup debat di Facebook.
Lebih lebih, pada grup debat antar agama.
Yang ditulis, hanya kaliber tulisan caci maki.
Penuh dengan luapan emosi dan kebencian.
Tulisan seperti ini, bagus untuk hiburan dan olok olok.
Tapi tidak bagus bagi mereka yang lemah mental
Apalagi bagi umat beragama yang beriman
Karena ujung ujungnya, mereka yang beriman
Akan melakukan tindakan anarkis.
Ketiga kelompok sharing gagasan kritis
Ini kelompok yang sangat sedikit.
Sejauh saya cermati, jumlahnya mungkin hanya 1 banding 100.
Bahkan mungkin kurang. Saya termasuk pada kelompok ini (hahaha)
Tulisan kelompok ini, adalah berupa gagasan gagasan kritis yang menantang
Menggoda dan menampar pikiran pikiran konvensional.
Tulisan seperti ini, sangat bagus untuk membongkar pikiran kolot
Bagus untuk pertumbuhan pribadi yang selaras dengan kekinian
Bagus untuk mereka yang ingin keluar dari zona nyaman kesadaran lampau
Tapi disisi lain, tulisan kelompok ini, berbahaya
Bagi pembaca yang masih lugu,
Membaca tulisan kelompok ini, bisa menimbulkan rasa nyeri pada pembuluh otak dan saraf. Sedang bagi penulisnya, bisa menjadi korban amukan dari pembaca yang masih tolol tapi imannya tinggi.
Pengamat illegal
Revo Samantha
.
Sabtu, 04 Januari 2014
Kemunafikan Umat Kristen yang Saya Temui
Sewaktu saya sering menulis kritik terhadap Islam dan umatnya,
Begitu banyak umat Kristen yang simpati dan kagum pada saya.
Mereka katakan, mereka suka dan salut dengan tulisan tulisan kritis saya
Tapi diluar dugaan saya,
Begitu saya kemudian juga mengkritik agama Kristen dengan segala derivasinya,
Mereka berubah. Mereka katakan kecewa dengan tulisan saya.
Mereka katakan terjadi penurunan pada kualitas tulisan saya
Mereka katakan tulisan saya tidak lagi tajam, seperti saat saya mengkritik agama Islam
Maka sadarlah saya
Ternyata rata rata umat Kristen yang saya temui,
Sangat menyukai tulisan yang kritis dan menohok
Apalagi terhadap agama
Tapi dengan catatan, asal jangan agama Kristen yang dikritik.
Dasar munafik!
Revo Samantha
Begitu banyak umat Kristen yang simpati dan kagum pada saya.
Mereka katakan, mereka suka dan salut dengan tulisan tulisan kritis saya
Tapi diluar dugaan saya,
Begitu saya kemudian juga mengkritik agama Kristen dengan segala derivasinya,
Mereka berubah. Mereka katakan kecewa dengan tulisan saya.
Mereka katakan terjadi penurunan pada kualitas tulisan saya
Mereka katakan tulisan saya tidak lagi tajam, seperti saat saya mengkritik agama Islam
Maka sadarlah saya
Ternyata rata rata umat Kristen yang saya temui,
Sangat menyukai tulisan yang kritis dan menohok
Apalagi terhadap agama
Tapi dengan catatan, asal jangan agama Kristen yang dikritik.
Dasar munafik!
Revo Samantha
Selasa, 31 Desember 2013
Menolak Tahun Baru Masehi? Munafik!
Siapapun mereka,
Jika masih menolak, bahkan sambil mengutuk dan membuat acara tandingan sebagai bentuk aksi protes terhadap perayaan tahun baru masehi, adalah manusia munafik. Bahkan lebih menjijikkan dari itu.
Sehari hari berhitung waktu dengan penanggalan Masehi
Umur, gajian, bahkan jadwal waktu ibadah, dihitung berdasarkan waktu Masehi
Singkatnya, boleh dikatakan di Abad ini tak ada satu sisipun dari waktu yang ada dalam kehidupan sehari hari manusia kini yang bisa bersembunyi dari sistem penanggalan Masehi. Sama dengan nyaris tidak ada Negara yang bisa benar benar steril dari pengaruh bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika (USD).
Ini bukan soal mana yang benar dan mana yang salah.
Bukan soal mana yang lebih akurat sistem penghitungannya terhadap waktu
Tapi hanya soal penanggalan. Hanya soal mesin hitung sosial bersama.
Intinya, adalah soal pragmatiasasi hasil kebudayaan bersama.
Jika semua sudah sama sama menggunakannya, dan sejauh ini tidak ada masalah, kenapa masih diributkan? Dan yang parah adalah, dalam praktek kehidupan sehari hari penanggalan Masehi itu digunakan, tapi mulut, sibuuuk kotbah mengutuknya. Dasar munafik. Fuck!
Revo Samantha
.
Jika masih menolak, bahkan sambil mengutuk dan membuat acara tandingan sebagai bentuk aksi protes terhadap perayaan tahun baru masehi, adalah manusia munafik. Bahkan lebih menjijikkan dari itu.
Sehari hari berhitung waktu dengan penanggalan Masehi
Umur, gajian, bahkan jadwal waktu ibadah, dihitung berdasarkan waktu Masehi
Singkatnya, boleh dikatakan di Abad ini tak ada satu sisipun dari waktu yang ada dalam kehidupan sehari hari manusia kini yang bisa bersembunyi dari sistem penanggalan Masehi. Sama dengan nyaris tidak ada Negara yang bisa benar benar steril dari pengaruh bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika (USD).
Ini bukan soal mana yang benar dan mana yang salah.
Bukan soal mana yang lebih akurat sistem penghitungannya terhadap waktu
Tapi hanya soal penanggalan. Hanya soal mesin hitung sosial bersama.
Intinya, adalah soal pragmatiasasi hasil kebudayaan bersama.
Jika semua sudah sama sama menggunakannya, dan sejauh ini tidak ada masalah, kenapa masih diributkan? Dan yang parah adalah, dalam praktek kehidupan sehari hari penanggalan Masehi itu digunakan, tapi mulut, sibuuuk kotbah mengutuknya. Dasar munafik. Fuck!
Revo Samantha
.
Cara Menyepak Agama dari Pergaulan Pribadi
Jika anda ingin menjadi pribadi yang sehat
Jangan pernah peduli dengan agama seseorang
Apalagi memperdulikan segala omongannya tentang agama
Camkan dalam hati anda saat mereka berbusa busa bicara tentang agama
Semua itu hanya omong kosong dan tidak ada relevansinya dalam pergaulan anda.
Yang penting anda cermati adalah
Bagaimana sikapnya secara personal pada anda
Apakah aura kepribadian mereka hangat, loyal atau punya integritas
Jika tidak, maka sepak saja mereka dari daftar pertemanan anda, meskipun mereka taat 200% terhadap sebuah agama.
Revo Samantha
.
Jangan pernah peduli dengan agama seseorang
Apalagi memperdulikan segala omongannya tentang agama
Camkan dalam hati anda saat mereka berbusa busa bicara tentang agama
Semua itu hanya omong kosong dan tidak ada relevansinya dalam pergaulan anda.
Yang penting anda cermati adalah
Bagaimana sikapnya secara personal pada anda
Apakah aura kepribadian mereka hangat, loyal atau punya integritas
Jika tidak, maka sepak saja mereka dari daftar pertemanan anda, meskipun mereka taat 200% terhadap sebuah agama.
Revo Samantha
.
Selasa, 13 Agustus 2013
Perbedaan Lain Kesadaran Masyarakat Primitif dg Masyarakat Modern
Masyarakat prmitif
Kesadarannya lebih diperbudak oleh tahyul, dongeng, mitos dan mukjizat
Sedang masyarakat modern
Lebih percaya pada logika dan pembuktian
Revo Sanjaya
Sabtu, 03 Agustus 2013
Sebab Saya Jijik dg Penggila Maya Munafik
Bagaimana pun
Belantaramaya, negeri virtual internet,
Adalah sebuah dunia baru manusia Abad Postmo hari ini
Google, Facebook, Tweeter, Blogger dan entah apalagi
Adalah beberapa kota metropolitan maya yang selalu ramai disetubuhi para penggila maya
Dari pagi hinggal malam dan dari malam hingga pagi
Singkatnya, dunia maya, sudah menjadi realitas baru
Realitas virtual yang sudah menjadi aliran darah keseharian manusia Abad Kini
Karena itulah mereka yang selalu menulis:
“ah ini hanya maya”
“ah ini hanya bohong-bohongan”
“ah ini hanya permainan sandiwara”
“ah semua ini hanya koar-koar teoritis tanpa aksi”
Dan masih banyak lagi dengan ocehan yang sama
Mereka mengoceh, menolak dunia maya sebagai sudah menjadi bagian dari mereka sendiri.
Lalu gemar membanding-bandingkannya dengan dunia nyata
Sementara dunia maya, sudah menjadi rumah kedua mereka setelah keluarga, anak isteri, kantor dan altar rekreasi mereka.
Bagi saya, mereka adalah orang orang yang tidak beres kepribadiannya
Dan saya, jijik!
Karena pada diri mereka
Mengalir darah munafik
Tidak sportif
Kenapa tidak diakui saja sebagaimana adanya?
Dasar keparat!
Revo Sanjaya
Belantaramaya, negeri virtual internet,
Adalah sebuah dunia baru manusia Abad Postmo hari ini
Google, Facebook, Tweeter, Blogger dan entah apalagi
Adalah beberapa kota metropolitan maya yang selalu ramai disetubuhi para penggila maya
Dari pagi hinggal malam dan dari malam hingga pagi
Singkatnya, dunia maya, sudah menjadi realitas baru
Realitas virtual yang sudah menjadi aliran darah keseharian manusia Abad Kini
Karena itulah mereka yang selalu menulis:
“ah ini hanya maya”
“ah ini hanya bohong-bohongan”
“ah ini hanya permainan sandiwara”
“ah semua ini hanya koar-koar teoritis tanpa aksi”
Dan masih banyak lagi dengan ocehan yang sama
Mereka mengoceh, menolak dunia maya sebagai sudah menjadi bagian dari mereka sendiri.
Lalu gemar membanding-bandingkannya dengan dunia nyata
Sementara dunia maya, sudah menjadi rumah kedua mereka setelah keluarga, anak isteri, kantor dan altar rekreasi mereka.
Bagi saya, mereka adalah orang orang yang tidak beres kepribadiannya
Dan saya, jijik!
Karena pada diri mereka
Mengalir darah munafik
Tidak sportif
Kenapa tidak diakui saja sebagaimana adanya?
Dasar keparat!
Revo Sanjaya
Kamis, 01 Agustus 2013
Perbedaan Sikap Belajar Kaum Atheis dengan Kaum Beragama
Rata-rata kaum Atheis membincang agama
Adalah dalam rangka studi kritis kenapa manusia menjadi beragama
Apa sebab dan apa tujuannya
Sedang rata-rata kaum beragama membincang Atheisme
Adalah dalam rangka untuk menghakimi dan mencaci makinya
Revo Sanjaya
.
Adalah dalam rangka studi kritis kenapa manusia menjadi beragama
Apa sebab dan apa tujuannya
Sedang rata-rata kaum beragama membincang Atheisme
Adalah dalam rangka untuk menghakimi dan mencaci makinya
Revo Sanjaya
.
Senin, 03 Juni 2013
Sebab Diskusi Agama Rentan Haus Darah
Jika dikatakan bahwa Gunung Merapi itu seram
Atau Kota Jakarta itu amburadul
Maka nyaris tidak ada yang akan marah
Tapi jika dikatakan bahwa agama Islam itu primitif
Atau agama Kristen itu konyol
Maka jelas tinggal menunggu dalam hitungan menit
Akan banyak pihak yang marah
Pertanyaannya kemudian adalah kenapa?
Karena agama itu tidak sama dengan barang biasa
Dia, adalah sebuah konsep keyakinan yang melekat dihati para pemeluknya
Seakan antara pribadi yang meyakininya dengan konsep agama itu tidak ada jarak
Hubungan emosional penganutnya begitu melekat
Seakan tak terpisahkan
Maka disaat itulah kritik terhadap sebuah agama
Akan dirasakan sebagai kritik langsung terhadap pribadi penganutnya
Dengan kata lain, respon yang bekerja adalah pada sikap emosional pemeluknya
Bukan respon intelektual atau bukan pada wilayah yang bernama pikiran
Karena itulah diskusi agama
Identik dengan ring tinju dan caci maki tak berkesudahan
Karena itulah, hanya sedikit yang bisa duduk tenang dalam forum debat agama.
Yang terjadi, umumnya memasang muka masam sambil mengacungkan tinju mental sambil bergumam: “Awas! Jangan usik agama saya! Jangan ganggu agama kami!”
Itulah maknanya aforisme Karl Jasper
Bahwa agama rakyat itu sebenarnya berbahaya
Revo Sanjaya
Atau Kota Jakarta itu amburadul
Maka nyaris tidak ada yang akan marah
Tapi jika dikatakan bahwa agama Islam itu primitif
Atau agama Kristen itu konyol
Maka jelas tinggal menunggu dalam hitungan menit
Akan banyak pihak yang marah
Pertanyaannya kemudian adalah kenapa?
Karena agama itu tidak sama dengan barang biasa
Dia, adalah sebuah konsep keyakinan yang melekat dihati para pemeluknya
Seakan antara pribadi yang meyakininya dengan konsep agama itu tidak ada jarak
Hubungan emosional penganutnya begitu melekat
Seakan tak terpisahkan
Maka disaat itulah kritik terhadap sebuah agama
Akan dirasakan sebagai kritik langsung terhadap pribadi penganutnya
Dengan kata lain, respon yang bekerja adalah pada sikap emosional pemeluknya
Bukan respon intelektual atau bukan pada wilayah yang bernama pikiran
Karena itulah diskusi agama
Identik dengan ring tinju dan caci maki tak berkesudahan
Karena itulah, hanya sedikit yang bisa duduk tenang dalam forum debat agama.
Yang terjadi, umumnya memasang muka masam sambil mengacungkan tinju mental sambil bergumam: “Awas! Jangan usik agama saya! Jangan ganggu agama kami!”
Itulah maknanya aforisme Karl Jasper
Bahwa agama rakyat itu sebenarnya berbahaya
Revo Sanjaya
Sebab Jarang Saya Tertarik Perdebatan Agama di Facebook
Bahwa perdebatan agama paling ramai dan paling seru di Facebook, baik pada akun pribadi, pada grup maupun pada page yang jumlahnya sangat melimpah, sudah bukan rahasia lagi. Tapi saya jarang tertarik mengikutinya. Karena rata-rata yang terjadi, hanya pertengkaran tanpa kedalaman. Hanya adu otot dengan cara saling ngotot.
Jarang yang membahasnya dalam bentuk kajian.
Yang banyak, hanya saling terkam. Merobek cermin agar diri tampak gagah
Meniup lampu lain agar keredupan sendiri tampak terang
Padahal, diskusi agama itu sebenarnya sesuatu yang seru
Karena agama, adalah ular besar yang selalu membuat manusia penasaran
Sejuta tanya selalu tersimpan dibalik kemegahan sebuah agama
Sejuta keanehan selalu kentara dalam prilaku umat beragama
Karena itu membahasnya,
Tidak cukup dengan modal hanya gairah imsomnia
Karena memahami sebuah agama,
Sama artinya dengan memahami seorang Seniman
Kenapa mereka berkarya?
Apa latar belakang kreatif dibalik penciptaan karyanya?
Lalu kenapa dunia akhirnya tergila-gila akan karyanya?
Dengan kata lain,
Seorang penggila diskusi agama, mau tidak mau
Akan diseret untuk membawa sejumlah kompetensi yang memadai
Seperti layaknya seorang kritikus, para pencinta diskusi agama
Adalah seorang petualang yang membawa banyak bekal
Bagai seorang petarung yang kaya jurus dan senjata
Senjata apa?
Apalagi jika bukan berbagai disiplin ilmu yang mengitarinya
Karena wajah agama, adalah sebuah sisi kaca berlian
Bisa dilihat dari berbagai sudut dan bisa memantulkan berbagai warna
Karena agama, bisa dilihat dari berbagai perspektif
Bisa dari sudut Filsafat, Teologi, Psikologi, Seni, Antropologi, Sosiologi, Sejarah dan entah apa lagi.
Tanpa itu, apalagi tanpa salah satunya
Maka alih-alih akan terjadi diskusi agama dalam pengertian sebenarnya
Yang terjadi hanya perang mulut dengan cara omong besar
Paling tinggi hanya jual kecap dengan cara saling pamer kotbah mulia
Revo Sanjaya
Jarang yang membahasnya dalam bentuk kajian.
Yang banyak, hanya saling terkam. Merobek cermin agar diri tampak gagah
Meniup lampu lain agar keredupan sendiri tampak terang
Padahal, diskusi agama itu sebenarnya sesuatu yang seru
Karena agama, adalah ular besar yang selalu membuat manusia penasaran
Sejuta tanya selalu tersimpan dibalik kemegahan sebuah agama
Sejuta keanehan selalu kentara dalam prilaku umat beragama
Karena itu membahasnya,
Tidak cukup dengan modal hanya gairah imsomnia
Karena memahami sebuah agama,
Sama artinya dengan memahami seorang Seniman
Kenapa mereka berkarya?
Apa latar belakang kreatif dibalik penciptaan karyanya?
Lalu kenapa dunia akhirnya tergila-gila akan karyanya?
Dengan kata lain,
Seorang penggila diskusi agama, mau tidak mau
Akan diseret untuk membawa sejumlah kompetensi yang memadai
Seperti layaknya seorang kritikus, para pencinta diskusi agama
Adalah seorang petualang yang membawa banyak bekal
Bagai seorang petarung yang kaya jurus dan senjata
Senjata apa?
Apalagi jika bukan berbagai disiplin ilmu yang mengitarinya
Karena wajah agama, adalah sebuah sisi kaca berlian
Bisa dilihat dari berbagai sudut dan bisa memantulkan berbagai warna
Karena agama, bisa dilihat dari berbagai perspektif
Bisa dari sudut Filsafat, Teologi, Psikologi, Seni, Antropologi, Sosiologi, Sejarah dan entah apa lagi.
Tanpa itu, apalagi tanpa salah satunya
Maka alih-alih akan terjadi diskusi agama dalam pengertian sebenarnya
Yang terjadi hanya perang mulut dengan cara omong besar
Paling tinggi hanya jual kecap dengan cara saling pamer kotbah mulia
Revo Sanjaya
Langganan:
Postingan (Atom)