Sebelumnya,
Peneliti mengira, bahwa semakin taat seseorang pada agama, seperti yang sering dikobahkan kaum beriman, maka semakin cerdas dan tinggi hasil belajar mereka. Tapi setelah melakukan penelitian ini, ternyata hipotesis peneliti, ditolak. Artinya tidak terbukti. Fakta di lapangan yang penulis temukan saat observasi dan wawancara, rupanya antara minat belajar serta hasilnya, tidak ada hubungannya dengan agama dan keimanan.
Bahkan yang peniliti temukan pada beberapa responden,
Meskipun mereka sangat taat dan beriman pada agama yang mereka yakini, tapi jika mereka tolol, minat belajar dan hasil belajar mereka, tetap saja goblok. Tidak ada hubungannya. Bahkan pada beberapa responden, keyakinan mereka, justru menghambat mereka untuk belajar. Misalnya, menurut pengakuan mereka:
“Susah Pak.
Saya sudah mulai konsentrasi belajar di kamar,
Tahu-tahu, jadi merasa bersalah karena saya belum beribadah.”
“Terus kenapa anda tidak lanjutkan saja belajarnya tanpa melakukan ibadah?”
“Tidak mungkin Pak. Saya Ian takut berdosa”
“Hmm ... ya ya. Jadi perasaan takut berdosa itu sebenarnya yang membuat anda menjadi tolol?”
“Iya Pak”
------------------------------------
* Hasil penelitian gagal diterbitkan.
Revo Samantha
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar