Latar Belakang Masalah:
Mengingat rendahnya gaji guru,
Maka Pemerintah akhirnya berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui tunjangan sertifikasi. Setiap guru yang jam mengajarnya sudah mencapai minimal 24 jam dalam seminggu, maka akan dibayarkan tunjangan sertifikasinya setara dengan gaji pokoknya setiap bulan. Tujuan terangan-terangan Pemerintah meluncurkan kebijakan tersebut, adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Karena tidak mungkin guru akan semangat meningkatkan potensi dirinya serta tuntas pengabdiannya, jika mereka masih dalam kelaparan. Tapi tujuan tersembunyi Pemerintah mengeluarkan paket sertifikasi, menurut banyak pihak, adalah untuk menaikan gaji guru. Tapi tidak mungkin hal ini dinyatakan secara terang-terangan. Karena bisa memicu konflik dalam jajaran aparatur Negara lainnya semisal pegawai negeri yang bukan sipil.
Selain itu,
Juga beredar pendapat liar yang mengatakan,
Bahwa sertifikasi itu bukan untuk meningkatkan pengabdian guru pada tupoksinya.
Bukan untuk mengingkatkan mutu pendidikan
Dan juga bukan untuk mengingkatkan kesejahteraan guru
Tapi adalah untuk membuat proyek Akbar bagi pemerintah
Dalam hal ini adalah Depdiknas.
Tujuannya, agar terbuka sumber uang masuk bagi semua pihak yang terlibat dalam kepanitiaan sertifikasi. Mulai dari pusat sampai ke daerah.
Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah
Benarkah demikian adanya?
Karena itulah penulis tertarik untuk menelitinya
Revo Samantha
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar