Sebenarnya mereka belum layak disebut penulis
Tapi agar mereka tidak tersinggung, anggap saja mereka memang penulis
Kenapa maqam mereka baru level dianggap sebagai penulis,
Karena mereka selalu dirusak oleh sebuah monster ganas yang tidak mereka sadari
Semakin banyak mereka menulis, semakin mereka rusak
Mereka selalu mengeluh dan tersiksa saat menulis
Kenapa begitu susahnya membuat sebuah tulisan
Karena yang mereka pikirkan, bukan diri mereka sendiri
Bukan bagaimana agar ide yang berlalu lalang dalam pikirannya bisa ditumpahkan
Tapi adalah, bagaimana cara membungkuk agar pembaca mengakui tulisan mereka
Dengan kata lain, mereka lapar tepukan di punggung
Itu sebabnya mereka tidak bisa menari dengan gagasan
Apalagi jungkirbalik di panggung kata
Padahal, yang dicari pembaca, adalah originilitas mereka
Adalah jiwa ketok mereka
Adalah transfer total kedirian mereka
Dengan segenap gagasan dan tumpah ruah pribadi otentik mereka
Contohnya seperti tulisan ini
Betul?
Revo Sanjaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar