Yang perlu anda ingat,
Hanya ada 7 tangga nada.
Tapi kenapa darinya lahir beragam jenis irama hingga dengan jumlah tak terhingga?
Bahkan dengan berbagai genre dan sentuhan yang berbeda?
Begitu juga dalam menulis
Sebuah tulisan, pada prinsipnya juga mengandung irama
Seorang penulis yang peka rasa,
Akan bisa merasakan, mana tulisan yang mengandung irama dan mana yang tidak
Bahkan seorang penulis yang piawai,
Bagaikan seorang penari di lautan kata-kata
Dia bisa melenggak lenggok dengan memukau melalui kata-kata
Tapi penulis yang tumpul, hanya sanggup menjadi pemulung
Setiap kata, hanya menjadi barang rongsokan
Kalimat demi kalimat, hanya menjadi rangkaian puzzle biasa
Karena itulah anda perlu juga lengong kiri lengong kanan
Karena meski tampak berbeda diluar,
Tapi dibagian dalam, dunia kreatif rohnya sama
Ada komposisi dan ada irama
Dan musik, adalah ekspresi irama jiwa manusia yang paling kentara
Tanpa belajar, setiap manusia bisa menikmati musik secara alamiah
Lalu kenapa tidak belajar irama menulis melalui musik?
Dengan kata lain, curi dan alihkan inspirasi musikal kedalam tulisan anda
Agar tulisan anda tidak hanya sebagai perusak konsentrasi pembaca
Tapi sekaligus juga sebagai tamasya bathin yang mempesona
Yang menjadi pertanyaan, bagaimana caranya?
Rumusnya sebenarnya sangat sederhana:
Kuasai tanda baca
Variasikan panjang pendek kalimat
Dan yang terpenting, selami psikologi kata
Bahasa kerennya, metafora
Revo Sanjaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar