Untuk menyadarkan para pembaca bahwa tujuan akhir dari semua tulisan saya tentang agama dan filsafat adalah untuk akhirnya pembaca berani dengan jujur mengaku bahwa dirinya tidak tahu, saya membutuhkan usaha yang tidak mudah. Bahkan teramat berat. Walaupun saya tetap menjalaninya setapak demi setapak dengan sabar.
Karena saya sadar
Ada rumus terbalik tentang cara berpikir dan wawasan seseorang
Semakin sedikit yang diketahui, maka semakin seseorang merasa tahu
Semakin seseorang begitu bernafsu untuk menjelaskan bahwa dia tahu segalanya
Semakin mereka merasa, bahwa jawabannya, adalah jawaban yang bergaransi
Seakan tiada keraguan lagi
Tapi semakin banyak yang diketahui,
Akhirnya semakin membuat seseorang sadar
Ternyata semua pengetahuan itu adalah hanya alat bantu untuk menyadarkan dirinya
Bahwa akhirnya memang tidak ada yang diketahuinya
Segala pengetahuan yang sudah dikumpulkan,
Hanya sebuah tangga menuju sebuah pengakuan
Bahwa semua yang diketahuinya, hanya sebuah dugaan
Bukan sebuah kepastian
Maka disaat itulah segala ambisi dan sikap mutlak tiarap
Berganti dengan sikap toleransi dalam arti sebenarnya
Sikap menerima perbedaan dalam kehidupan yang teramat kompleks
Tapi ini yang tidak mudah
Dibutuhkan waktu yang teramat panjang untuk menyadarinya
Karena itulah mereka yang begitu getol menjelaskan dan menyimpulkan segala sesuatu
Biasanya baru mulai melangkah tentang hal ini
Revo Sanjaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar