Rabu, 19 Juni 2013

Sebab Saya tetap sebagai Manusia Keparat

Dimana pun saya hadir
Nyaris selalu terjadi banjir bandang kontroversi
Baik di dunia nyata maupun di dunia maya
Sebagian, cinta mati pada saya
Sedang sebagian, menghunus dendam kebencian yang menyala-nyala
Sedang saya, tidak berubah
Tetap keparat

Tapi disaat saya menghilang
Semua bertanya dan sibuk berlari mencari sambil histeris:
“Dimana keparat itu saat ini?”

Lalu kenapa saya tetap menjadi manusia keparat?

Tentu saja
Mana mungkin saya bisa sembunyi dari segala keparat yang ada dalam diri saya
Saya ekspresikan segala keparat dalam diri saya
Saya nyatakan dan saya tulis apa adanya
Bahkan saya umumkan pada dunia bahwa saya memang keparat

Tapi mereka menolak.
Karena bagi mereka, manusia itu adalah mahkluk mulia
Semulia dirinya sendiri
Sedang saya, tidak pernah mengakui bahwa manusia itu mahkluk mulia
Apalagi diri saya.
Karena yang saya temukan, manusia itu bangsat
Asli keparat!

Itu sebabnya mereka selalu marah

Revo Sanjaya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar