Sabtu, 15 Juni 2013

Respon Pribadi Saya terhadap Jilbab Seksi

Sebenarnya, makna jilbab sangat kompleks
Jilbab, bisa bermakna sebuah ekspresi dalam mengamalkan sebuah norma yang diyakini pemakainya. Jilbab, juga bisa sebagai lambang kasta sosial tertentu dalam model hubungan perempuan dengan laki-laki. Jilbab, juga bisa bermakna sebuah aksi perlawanan tersembunyi tehadap mode pakaian tertentu. Jilbab, juga bisa bermakna sebagai indoktrinasi diri akan sebuah visi sosok perempuan ideal. Jilbab, juga bisa sebagai kantong psikologis tempat bersarangnya segala bentuk harapan tersembunyi pemakainya. Bahkan jilbab, juga bisa sebagai simbol identitas, sebagai peneguhan sebuah perbedaan yang diyakini sebagai sebuah perjuangan. Bahkan dewasa ini, jilbab sudah bermakna sebagai sebuah trending busana dunia wanita.

Singkatnya, begitu banyak makna jilbab
Meskipun yang paling lazim adalah, untuk menutupi aurat bagi perempuan
Yang tujuannya, untuk meredam syahwat setiap lelaki yang melihatnya.
Meskipun dalam prkateknya, makna dan manfaat jilbab telah merayap kemana-mana.
Apalagi di era Kontemporer, di Abad Centang Prenang, jilbab bahkan justru menjadi pemantik selera sensualitas secara terbalik. Misalnya kini, jilbab sudah berkembang menjadi mode sensualitas baru. Diatas, kepala ditutupi jilbab, tapi dibawah, bokong dan lekuk tubuh menari membelai syahwat laki-laki.

Lantas bagaimana respon saya pribadi?
Jawaban basa-basi saya, itu haram
Tapi jawaban jujur saya, saya terangsang!

Lalu bagaimana jika itu terjadi pada isteri saya?
Jelas saya larang.
Kenapa?
Karena saya cemburu

Tapi kenapa saat melihat perempuan lain tidak saya larang?
Ya karena saya terangsang.

Lantas dimana keadilan saya dalam bersikap?
Jangan tanya saya. Saya manusia normal 100%
Dan saya, tidak ingin menulis jawaban pura-pura.

Revo Sanjaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar