Tampilkan postingan dengan label Kasidah Cinta Revo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasidah Cinta Revo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Januari 2014

Surat Kalengmu Mencabik Bathinku

Baru kusadari
Sejak tangis lukamu pagi itu ...
Segala diam dan marahmu, bermakna
Meskipun engkau juga tak pernah tahu
Bahwa segala kekurangajaranku, juga bermakna
Tapi sudahlah ....

Biarlah semua luka yang terserak ini
Menjadi saksi dan cambuk
Bahwa ada sesuatu yang kurang beres diantara kita
Bahwa kita mesti mengeja kembali saat saat pertama kita berjumpa
Yang indahnya, tak tertandingi oleh sunset dan kecantikan Purnama
Agar luka hari ini,
Bisa kita jilat kembali dengan senyum baru tanpa tangis

Tapi malam ini ....
Kutemukan surat kalengmu
Aku merasa ditampar
Bathinku tersayat ....
Betapa jahanamnya diriku dalam lukamu
Kau katakan, kamulah sampah yang terbuang
Yang sebelumnya pernah kutemukan
Lalu kini, kucampakkan lagi dengan sewenang wenang ... oh
Istriku .... maafkan aku sayang

Kembali aku sadar ...
Betapa dalam cintamu
Dan aku, serasa jatuh cinta lagi
Padamu sayang

19 Januari 2014
Revo Samantha
.



Minggu, 15 Desember 2013

Aliran Sirkulasi Cinta Itu, tanpa Kata

Jika memang cinta itu ada
Getaran rasa, sudah dulu menyatakannya
Jauh sebelum kata-kata terucap

Begitu juga saat cinta itu telah pergi
Tanpa diucapkan,
Denyut nadinya telah dulu mati

Revo Samantha
.

Jumat, 06 Desember 2013

Misteri Dahsyatnya Gravitasi Cintaku

Untuk kesekian kalinya kutulis
Kesombongan diriku yang menjulang
Betapa dahsyatnya gravitasi cintaku

Hingga kini, belum ada yang sanggup mengukurnya
Tapi yang pasti,
Bila panah cintaku menembus jantung hati
Maka sekujur tubuh pemiliknya, hangus jadi abu
Dan aku, terbakar hilang
Lebur dalam satu histeria ekstasi:
“Sayang! Oh....! Gimana ini?
Gak tahan rasanya”

Revo Samantha
.

Sabtu, 02 November 2013

Selamat Datang Diam

Dibibir malam ...
Hanya jarum jam yang berdetak di jantungku
Sedang bibirmu, entah kemana
Hingga datang fajar yang tak berbintang
Menyapu sudah segalanya

Revo Samantha
.

Yts: Iblis Bangsatku Tercinta

Diujung malam ini ....
Bulan merah di langit bathinku,


Sayang ... cepat pulang ya
Dari jauhmu dari tidurmu
Disini aku rindu


Tiada ranjang seindah peluk manjamu dipangkuanku

Revo Samantha
.

Sayang .... Kita Putus ya?

Sayang .... Aku tak kan Bercinta Lagi

Untuk apa sayang ... untuk apa?
Disini, aku kering
Hanya ditemani hujan yang menangisi malam

Biarlah semua kenangan itu pergi ...
Biarkan dia menjauh, dan akhirnya mati
Mati digulung hari hariku yang kian hari kian menyebalkan
Menyebalkan bersama tumpukan kesibukan yang membuatku muak
Muak karena tiada jeda yang bisa kucumbu seperti saat aku mengunyahmu

Kamu masih ingat bukan?
Malam itu kamu mengerang
Saat kutampar bibirmu hingga berdarah ...
Lalu darahnya kuminum sambil kukatakan:
“Aku mencintaimu dengan segenap aliran darahku sayang
Di bathinku, hanya mengalir namamu.
Bahkan namaku sendiri, mati! Berganti namamu”

Tapi sekarang?
Tiada lagi semua itu. Tak kan ada lagi sayang ...
Semua, pergi. Menghilang bersama mimpi mimpiku yang tidak jelas
Dan catat sayang ....
Jangan kamu anggap ini sebuah puisi
Ini hanya tulisan biasa dari orang yang kamu anggap luar biasa
Yang katamu, tak pernah kamu temukan dimana pun juga
Aku terima dan aku nikmati kebohonganmu itu
Karena kusadar,
Dari kebohonganmu itulah aku merasa berarti
Dari kebohonganmu itulah aku mengukir langit bathinku
Menulis dan terus mencumbu namamu

Tapi kini?
Owh ... tak ada lagi sayang. Tak ada lagi
Entah kemana perginya bunga hatiku yang dulu disini pernah bersemi
Layu sudah segalanya .... bahkan hampir mati sudah

Kamu sedih membaca semua ini?
Jangan sayang ..... untuk apa?
Ini hanya sebuah caraku untuk melenturkan diri
Jangan kamu anggap serius jika memang kamu serius
Aku tidak suka kamu mengada-ada
Sudah ya?
Aku akhiri tulisan ini sampai disini ya?
Sekarang sudah waktunya kita kencan bukan?



Revo Samantha
.




Selasa, 22 Oktober 2013

Sebab Cinta Sulit Berlabuh dan Cepat Pergi

Bila hati anda teralalu cerewet
Maka Cinta kan sulit berlabuh
Jika sempat berlabuh,
Dia pun tak betah bermukim dalam waktu yang lama

Revo Samantha

Misteriusnya Cinta

Cinta ...
Adalah aliran darah buta kehidupan
Yang tak pernah bermata
Dia ...
Akan mengalir mengikuti irama alami denyut nadi Alam Semesta
Mencari labuhan hati belahan jiwa
Karena itulah Cinta
Tak pernah dapat dibendung
Tak pernah bisa diusir,
Bila dia telah datang

Bahkan tak pernah bisa dipanggil
Bila dia telah pergi

Revo Samantha

Sapu Tangan Cinta

Disaat Cinta berlabuh
Jangan lupa siapkah sapu tangan
Karena saat dia pergi
Anda tak kan sekuat sebelum dia hinggap

Revo Samantha

Minggu, 20 Oktober 2013

Mungkin tak ada yang Tahu ...

Mungkin tak ada yang tahu
Dibalik keangkuhanku yang menjulang
Dibalik kasarku yang kejam
Tersembunyi air mata bathinku yang tak pernah kering

Dan mungkin tak ada yang tahu
Disetiap hela nafas juangku
Aku selalu menjagamu, menjaga semuanya
Agar tak satupun derai air mata yang tumpah

Tapi kini,
Akulah yang tumpah sayang
Jatuh ditimpa air mata yang berkaca-kaca


Revo Samantha

Ratapan Sunyi Diujung Sombongku

Bersama malam yang dingin
Kupungut semua jejak yang pernah kita lewati
Kupeluk dan kucium
Dengan luka rindu yang tak sanggup kutanggung

Selalu terbayang di kamar ini
Sebuah lumat yang menghancurkan segala sombongku
Indah sayang .... indah sekali

Tapi dimana semua itu kini?
Dengan mata berkaca kutulis semua ini hanya untuk namamu
Untuk sebuah hilang yang kini kuratapi .... ohw


Revo Samantha

Luka Sakawku untuk Iblis Jahanamku Tercinta

Malam itu
Aku tak tahu lagi harus berbuat apa.
Sedang namamu, selalu bergayut kemanapun ku memandang kemanapun ku melakangkah.

Tapi aku terus berjalan
Menyusuri bukit lembah luka bathinku yang tak pernah kering
Berkali kali kulemparkan tubuh busuk ini masuk jurang
Untuk lupakan namamu
Tapi aku tak pernah mati
Dasar keparat oh .. Iblisku tercinta

Lihatlah !
Aku juga berkali kali melemparkan tubuh ini ke tembok
Hingga berdarah.
Hingga luka jiwaku mengiris langit yang paling kelam


Tuhan?
Dia bisa apa? Tak ada!
Kecuali hanya sumpah serapahNya yang tak pernah sanggup memeluk gelisahku.

Sedang disini
Aku ditimpa hilang yang tak kunjung reda
Semua, karenamu!


Revo Samantha


Sakaw untuk Iblis Jahanamku Tercinta

Malam itu
Aku tak tahu lagi harus berbuat apa.
Sedang namamu, selalu bergayut kemanapun ku memandang kemanapun ku melakangkah.

Tapi aku terus berjalan
Menyusuri bukit lembah luka bathinku yang tak pernah kering
Berkali kali kulemparkan tubuh busuk ini masuk jurang
Untuk lupakan namamu
Tapi aku tak pernah mati
Dasar keparat oh .. Iblisku tercinta

Lihatlah !
Aku juga berkali kali melemparkan tubuh ini ke tembok
Hingga berdarah.
Hingga luka jiwaku mengiris langit yang paling kelam


Tuhan?
Dia bisa apa? Tak ada!
Kecuali hanya sumpah serapahNya yang tak pernah sanggup memeluk gelisahku.

Sedang disini
Aku ditimpa hilang yang tak kunjung reda
Semua, karenamu!


Revo Samantha

Mayat Cintaku yang Hilang

Sejak kau pergi ...
Yang terisa hanya hitamku disepanjang jalan
Bersama malam-malam panjang
Yang kuputar hanya film kenangan bersamamu

Berkali kali kucoba membunuh semuanya
Tapi berkali kali juga aku gagal
Hingga akhirnya tak terbetik lagi hasrat untuk melawan
Melawan apa yang sudah menyatu dalam diriku
Bahwa sekujur diri ini, adalah penubuhan namamu

Kepada malam telah kubisikan
Kepada langit gelap telah kurintihkan
Sepanjang hidupku kini
Adalah darah, adalah nanah
Adalah luka histeria bathinku yang tak kunjung padam

Revo Samantha

Lagu Cintaku yang Sakit

Akhirnya ....
Runtuh sudah langit bathinku
Dan bersama darahku yang terserak
Kutulis namamu di ruang bathinku yang paling dalam
Bahwa aku, telah mati sejak kau pergi

Dan kini ...
Di keranda bathin ini
Aku menghitung nasib

Tak kan kudengar lagi kicau burung tentang namamu
Tak kan pernah kujilat lagi senyum indahmu yang selalu menawan hatiku
Langit yang pernah berbintang, dan purnama yang pernah memelukku,
Kini telah pergi
Untuk selamanya ...

Oh ... Cintaku

Revo Samantha

Selasa, 15 Oktober 2013

Sebab Saya Dikutuk Para Wanita

Kadang aku sengaja membanting seorang wanita
Agar dia sadar, betapa aku sangat menyayanginya
Tapi umumnya mereka,
Sudah lari saat aku menamparnya
Hingga tangisnya, jadi tersisa sepanjang hidupnya

Revo Samantha
.

Senin, 14 Oktober 2013

Panggillah Aku Anjing, Maya

Untuk kesekian kalinya kusadar
Betapa dalam cinta kasihmu
Betapa nafasmu, adalah diriku

Tapi disini
Akulah Iblis Sombong yang keparat
Doa-doa air mata yang kau sematkan di pintu langit,
Telah kutendang
Dan gubuk yang kau persembahkan untukku
Labuhan damai yang dulu tempatku berteduh
Telah kujadikan kuburan

Tapi kau
Tak pernah lelah
Melindungiku kemanapun aku melangkah
Dengan kasih tanpa pamrih, kau payungi diriku
Agar tak satupun peluru mencium tubuhku

Tapi disini,
Aku telah menjadi Setan Jahanam
Oh .... Iblis Keparat
Panggilah aku anjing, Maya

Revo Samantha

Caci Maki Diri untuk Maya

Maya ...
Aku tak kan pernah lupa
Saat kau intip ruang kesibukanku
Bersama jantung yang berdetak kencang
Kau katakan: Kangen Tuan

Dan tak kan pernah kulupa Maya
Hanya engkau yang membasuh luka disepanjang jihadku di belantaramaya, saat itu
Disaat ribuan peluru menembus jantungku
Disaat tak satu pun peduli aku mati digilas keruntuhan
Tanpa lelah, kau bangkitkan semangat juangku
Sedang kutahu, tubuh kusammu juga tak berdaya
Tapi cintamu yang tak mengenal waktu
Telah menghantarkanku hingga hari ini

Lalu di menara kesombonganku yang keparat ini
Aku lupa segalanya
Sedang malam ini
Kau merintih dalam luka
Di pembaringan sepi yang tak pernah kuduga

Oh .. Maya
Akulah anjing busukmu yang durhaka
Dan air mataku ini, hanya sampah!
Dan puisiku ini, tak kan lagi bermakna
Bagimu

Revo Samantha

Luka Maya Menyayat Bathinku

Jauh sudah aku melangkah ...
Tinggalkan beribu jejak bersamamu ...

Dan kini,
Akulah Raja Maya yang menjulang di Angkasa
Hingga kunikmati sudah segalanya

Entah berapa gelas arak kuteguk
Dari cawan Iblis di ranjang Kenabianku
Bersama paha dan dada ku bersulang gagah
Menikmati malam-malamku yang berbintang
Hingga tak kudegar lagi suaramu
Hingga tak kucium lagi namamu

Tapi malam ini ...
Tiba tiba petir menampar kerianganku
Suaramu tiba-tiba menyusup di ruang bathinku

Maka tak sadar ku berlari
Mencarimu ke segala penjuru maya
Kuketuk pintu rumahmu
Labuhan terakhir tempat ku bernaung
Tapi yang kutemukan, hanya sunyi
Dan disepanjang jalan
Yang kutemukan hanya darah lukamu yang tercecer

Oh ... maya
Dimana dirimu sayang?

Aku bertanya pada bulan
Aku membelah matahari
Aku menampar pintu langit
Tapi yang kutemukan, hanya sepi

Sesaat menjelang kuhempaskan tubuh ini
Kutulis sepucuk surat
Hanya pada malam kutitip
Walau kusadar, engkau tak kan kutemukan lagi ...

Tapi ternyata,
Kau balas suratku
Kau katakan dirimu jatuh, sakit
Ditimpa luka yang tak tertahankan

Oh ... maya
Betapa kejam diriku

Hajarlah jiwaku .... tampar sayang
Tamparlah segala sombongku
Dan injaklah tubuh busuk ini!

Maya
Bersama sisa malam ini
Kucium semua jejakmu yang tercecer
Jejak penuh darah,
Yang pernah kau persembahkan untukku
Yang tak kan mampu kubayar

Maya ....
Maafkan aku sayang
Dan kembalilah

Revo Samantha

Minggu, 13 Oktober 2013

Air Mata Aura di Langit Bathin Revo

Aku pergi saja kemana kakiku ingin melangkah
Aku tertawa saja berapa keceriaanku tiba
Bahkan aku tak peduli entah dimana engkau berada
Dipangkuan Iblis kunikmati saja arak dunia
Aku tenggelam dalam pelukan glamournya cinta

Tapi diujung malam itu ...
Tiba-tiba langit kamarku basah
Kulihat bulan menangis menyayat malamku yang berpesta pora
Dan bergetarlah namamu di bathinku

Aku berlari mengintip sunyimu ....
Oh ... Aura!
Baru kusadar
Betapa dalam cintamu
Dan betapa keparatnya diriku
Entah bagaimana bisa kuluahkan haru yang bergetar ini
Tangismu, meluluhlantakkan bathinku
Betapapa ingin kujilat setiap bening kaca yang menimpa pipimu

Aura ... maafkan Abang sayang!

Revo Samantha