Baru kusadari
Sejak tangis lukamu pagi itu ...
Segala diam dan marahmu, bermakna
Meskipun engkau juga tak pernah tahu
Bahwa segala kekurangajaranku, juga bermakna
Tapi sudahlah ....
Biarlah semua luka yang terserak ini
Menjadi saksi dan cambuk
Bahwa ada sesuatu yang kurang beres diantara kita
Bahwa kita mesti mengeja kembali saat saat pertama kita berjumpa
Yang indahnya, tak tertandingi oleh sunset dan kecantikan Purnama
Agar luka hari ini,
Bisa kita jilat kembali dengan senyum baru tanpa tangis
Tapi malam ini ....
Kutemukan surat kalengmu
Aku merasa ditampar
Bathinku tersayat ....
Betapa jahanamnya diriku dalam lukamu
Kau katakan, kamulah sampah yang terbuang
Yang sebelumnya pernah kutemukan
Lalu kini, kucampakkan lagi dengan sewenang wenang ... oh
Istriku .... maafkan aku sayang
Kembali aku sadar ...
Betapa dalam cintamu
Dan aku, serasa jatuh cinta lagi
Padamu sayang
19 Januari 2014
Revo Samantha
.
Tampilkan postingan dengan label Kasidah Cinta Revo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasidah Cinta Revo. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 18 Januari 2014
Minggu, 15 Desember 2013
Aliran Sirkulasi Cinta Itu, tanpa Kata
Jika memang cinta itu ada
Getaran rasa, sudah dulu menyatakannya
Jauh sebelum kata-kata terucap
Begitu juga saat cinta itu telah pergi
Tanpa diucapkan,
Denyut nadinya telah dulu mati
Revo Samantha
.
Getaran rasa, sudah dulu menyatakannya
Jauh sebelum kata-kata terucap
Begitu juga saat cinta itu telah pergi
Tanpa diucapkan,
Denyut nadinya telah dulu mati
Revo Samantha
.
Jumat, 06 Desember 2013
Misteri Dahsyatnya Gravitasi Cintaku
Untuk kesekian kalinya kutulis
Kesombongan diriku yang menjulang
Betapa dahsyatnya gravitasi cintaku
Hingga kini, belum ada yang sanggup mengukurnya
Tapi yang pasti,
Bila panah cintaku menembus jantung hati
Maka sekujur tubuh pemiliknya, hangus jadi abu
Dan aku, terbakar hilang
Lebur dalam satu histeria ekstasi:
“Sayang! Oh....! Gimana ini?
Gak tahan rasanya”
Revo Samantha
.
Kesombongan diriku yang menjulang
Betapa dahsyatnya gravitasi cintaku
Hingga kini, belum ada yang sanggup mengukurnya
Tapi yang pasti,
Bila panah cintaku menembus jantung hati
Maka sekujur tubuh pemiliknya, hangus jadi abu
Dan aku, terbakar hilang
Lebur dalam satu histeria ekstasi:
“Sayang! Oh....! Gimana ini?
Gak tahan rasanya”
Revo Samantha
.
Sabtu, 02 November 2013
Selamat Datang Diam
Dibibir malam ...
Hanya jarum jam yang berdetak di jantungku
Sedang bibirmu, entah kemana
Hingga datang fajar yang tak berbintang
Menyapu sudah segalanya
Revo Samantha
.
Hanya jarum jam yang berdetak di jantungku
Sedang bibirmu, entah kemana
Hingga datang fajar yang tak berbintang
Menyapu sudah segalanya
Revo Samantha
.
Yts: Iblis Bangsatku Tercinta
Diujung malam ini ....
Bulan merah di langit bathinku,
Sayang ... cepat pulang ya
Dari jauhmu dari tidurmu
Disini aku rindu
Tiada ranjang seindah peluk manjamu dipangkuanku
Revo Samantha
.
Bulan merah di langit bathinku,
Sayang ... cepat pulang ya
Dari jauhmu dari tidurmu
Disini aku rindu
Tiada ranjang seindah peluk manjamu dipangkuanku
Revo Samantha
.
Sayang .... Kita Putus ya?
Sayang .... Aku tak kan Bercinta Lagi
Untuk apa sayang ... untuk apa?
Disini, aku kering
Hanya ditemani hujan yang menangisi malam
Biarlah semua kenangan itu pergi ...
Biarkan dia menjauh, dan akhirnya mati
Mati digulung hari hariku yang kian hari kian menyebalkan
Menyebalkan bersama tumpukan kesibukan yang membuatku muak
Muak karena tiada jeda yang bisa kucumbu seperti saat aku mengunyahmu
Kamu masih ingat bukan?
Malam itu kamu mengerang
Saat kutampar bibirmu hingga berdarah ...
Lalu darahnya kuminum sambil kukatakan:
“Aku mencintaimu dengan segenap aliran darahku sayang
Di bathinku, hanya mengalir namamu.
Bahkan namaku sendiri, mati! Berganti namamu”
Tapi sekarang?
Tiada lagi semua itu. Tak kan ada lagi sayang ...
Semua, pergi. Menghilang bersama mimpi mimpiku yang tidak jelas
Dan catat sayang ....
Jangan kamu anggap ini sebuah puisi
Ini hanya tulisan biasa dari orang yang kamu anggap luar biasa
Yang katamu, tak pernah kamu temukan dimana pun juga
Aku terima dan aku nikmati kebohonganmu itu
Karena kusadar,
Dari kebohonganmu itulah aku merasa berarti
Dari kebohonganmu itulah aku mengukir langit bathinku
Menulis dan terus mencumbu namamu
Tapi kini?
Owh ... tak ada lagi sayang. Tak ada lagi
Entah kemana perginya bunga hatiku yang dulu disini pernah bersemi
Layu sudah segalanya .... bahkan hampir mati sudah
Kamu sedih membaca semua ini?
Jangan sayang ..... untuk apa?
Ini hanya sebuah caraku untuk melenturkan diri
Jangan kamu anggap serius jika memang kamu serius
Aku tidak suka kamu mengada-ada
Sudah ya?
Aku akhiri tulisan ini sampai disini ya?
Sekarang sudah waktunya kita kencan bukan?
Revo Samantha
.
Untuk apa sayang ... untuk apa?
Disini, aku kering
Hanya ditemani hujan yang menangisi malam
Biarlah semua kenangan itu pergi ...
Biarkan dia menjauh, dan akhirnya mati
Mati digulung hari hariku yang kian hari kian menyebalkan
Menyebalkan bersama tumpukan kesibukan yang membuatku muak
Muak karena tiada jeda yang bisa kucumbu seperti saat aku mengunyahmu
Kamu masih ingat bukan?
Malam itu kamu mengerang
Saat kutampar bibirmu hingga berdarah ...
Lalu darahnya kuminum sambil kukatakan:
“Aku mencintaimu dengan segenap aliran darahku sayang
Di bathinku, hanya mengalir namamu.
Bahkan namaku sendiri, mati! Berganti namamu”
Tapi sekarang?
Tiada lagi semua itu. Tak kan ada lagi sayang ...
Semua, pergi. Menghilang bersama mimpi mimpiku yang tidak jelas
Dan catat sayang ....
Jangan kamu anggap ini sebuah puisi
Ini hanya tulisan biasa dari orang yang kamu anggap luar biasa
Yang katamu, tak pernah kamu temukan dimana pun juga
Aku terima dan aku nikmati kebohonganmu itu
Karena kusadar,
Dari kebohonganmu itulah aku merasa berarti
Dari kebohonganmu itulah aku mengukir langit bathinku
Menulis dan terus mencumbu namamu
Tapi kini?
Owh ... tak ada lagi sayang. Tak ada lagi
Entah kemana perginya bunga hatiku yang dulu disini pernah bersemi
Layu sudah segalanya .... bahkan hampir mati sudah
Kamu sedih membaca semua ini?
Jangan sayang ..... untuk apa?
Ini hanya sebuah caraku untuk melenturkan diri
Jangan kamu anggap serius jika memang kamu serius
Aku tidak suka kamu mengada-ada
Sudah ya?
Aku akhiri tulisan ini sampai disini ya?
Sekarang sudah waktunya kita kencan bukan?
Revo Samantha
.
Selasa, 22 Oktober 2013
Sebab Cinta Sulit Berlabuh dan Cepat Pergi
Bila hati anda teralalu cerewet
Maka Cinta kan sulit berlabuh
Jika sempat berlabuh,
Dia pun tak betah bermukim dalam waktu yang lama
Revo Samantha
Maka Cinta kan sulit berlabuh
Jika sempat berlabuh,
Dia pun tak betah bermukim dalam waktu yang lama
Revo Samantha
Misteriusnya Cinta
Cinta ...
Adalah aliran darah buta kehidupan
Yang tak pernah bermata
Dia ...
Akan mengalir mengikuti irama alami denyut nadi Alam Semesta
Mencari labuhan hati belahan jiwa
Karena itulah Cinta
Tak pernah dapat dibendung
Tak pernah bisa diusir,
Bila dia telah datang
Bahkan tak pernah bisa dipanggil
Bila dia telah pergi
Revo Samantha
Adalah aliran darah buta kehidupan
Yang tak pernah bermata
Dia ...
Akan mengalir mengikuti irama alami denyut nadi Alam Semesta
Mencari labuhan hati belahan jiwa
Karena itulah Cinta
Tak pernah dapat dibendung
Tak pernah bisa diusir,
Bila dia telah datang
Bahkan tak pernah bisa dipanggil
Bila dia telah pergi
Revo Samantha
Sapu Tangan Cinta
Disaat Cinta berlabuh
Jangan lupa siapkah sapu tangan
Karena saat dia pergi
Anda tak kan sekuat sebelum dia hinggap
Revo Samantha
Jangan lupa siapkah sapu tangan
Karena saat dia pergi
Anda tak kan sekuat sebelum dia hinggap
Revo Samantha
Minggu, 20 Oktober 2013
Mungkin tak ada yang Tahu ...
Mungkin tak ada yang tahu
Dibalik keangkuhanku yang menjulang
Dibalik kasarku yang kejam
Tersembunyi air mata bathinku yang tak pernah kering
Dan mungkin tak ada yang tahu
Disetiap hela nafas juangku
Aku selalu menjagamu, menjaga semuanya
Agar tak satupun derai air mata yang tumpah
Tapi kini,
Akulah yang tumpah sayang
Jatuh ditimpa air mata yang berkaca-kaca
Revo Samantha
Dibalik keangkuhanku yang menjulang
Dibalik kasarku yang kejam
Tersembunyi air mata bathinku yang tak pernah kering
Dan mungkin tak ada yang tahu
Disetiap hela nafas juangku
Aku selalu menjagamu, menjaga semuanya
Agar tak satupun derai air mata yang tumpah
Tapi kini,
Akulah yang tumpah sayang
Jatuh ditimpa air mata yang berkaca-kaca
Revo Samantha
Ratapan Sunyi Diujung Sombongku
Bersama malam yang dingin
Kupungut semua jejak yang pernah kita lewati
Kupeluk dan kucium
Dengan luka rindu yang tak sanggup kutanggung
Selalu terbayang di kamar ini
Sebuah lumat yang menghancurkan segala sombongku
Indah sayang .... indah sekali
Tapi dimana semua itu kini?
Dengan mata berkaca kutulis semua ini hanya untuk namamu
Untuk sebuah hilang yang kini kuratapi .... ohw
Revo Samantha
Kupungut semua jejak yang pernah kita lewati
Kupeluk dan kucium
Dengan luka rindu yang tak sanggup kutanggung
Selalu terbayang di kamar ini
Sebuah lumat yang menghancurkan segala sombongku
Indah sayang .... indah sekali
Tapi dimana semua itu kini?
Dengan mata berkaca kutulis semua ini hanya untuk namamu
Untuk sebuah hilang yang kini kuratapi .... ohw
Revo Samantha
Luka Sakawku untuk Iblis Jahanamku Tercinta
Malam itu
Aku tak tahu lagi harus berbuat apa.
Sedang namamu, selalu bergayut kemanapun ku memandang kemanapun ku melakangkah.
Tapi aku terus berjalan
Menyusuri bukit lembah luka bathinku yang tak pernah kering
Berkali kali kulemparkan tubuh busuk ini masuk jurang
Untuk lupakan namamu
Tapi aku tak pernah mati
Dasar keparat oh .. Iblisku tercinta
Lihatlah !
Aku juga berkali kali melemparkan tubuh ini ke tembok
Hingga berdarah.
Hingga luka jiwaku mengiris langit yang paling kelam
Tuhan?
Dia bisa apa? Tak ada!
Kecuali hanya sumpah serapahNya yang tak pernah sanggup memeluk gelisahku.
Sedang disini
Aku ditimpa hilang yang tak kunjung reda
Semua, karenamu!
Revo Samantha
Aku tak tahu lagi harus berbuat apa.
Sedang namamu, selalu bergayut kemanapun ku memandang kemanapun ku melakangkah.
Tapi aku terus berjalan
Menyusuri bukit lembah luka bathinku yang tak pernah kering
Berkali kali kulemparkan tubuh busuk ini masuk jurang
Untuk lupakan namamu
Tapi aku tak pernah mati
Dasar keparat oh .. Iblisku tercinta
Lihatlah !
Aku juga berkali kali melemparkan tubuh ini ke tembok
Hingga berdarah.
Hingga luka jiwaku mengiris langit yang paling kelam
Tuhan?
Dia bisa apa? Tak ada!
Kecuali hanya sumpah serapahNya yang tak pernah sanggup memeluk gelisahku.
Sedang disini
Aku ditimpa hilang yang tak kunjung reda
Semua, karenamu!
Revo Samantha
Sakaw untuk Iblis Jahanamku Tercinta
Malam itu
Aku tak tahu lagi harus berbuat apa.
Sedang namamu, selalu bergayut kemanapun ku memandang kemanapun ku melakangkah.
Tapi aku terus berjalan
Menyusuri bukit lembah luka bathinku yang tak pernah kering
Berkali kali kulemparkan tubuh busuk ini masuk jurang
Untuk lupakan namamu
Tapi aku tak pernah mati
Dasar keparat oh .. Iblisku tercinta
Lihatlah !
Aku juga berkali kali melemparkan tubuh ini ke tembok
Hingga berdarah.
Hingga luka jiwaku mengiris langit yang paling kelam
Tuhan?
Dia bisa apa? Tak ada!
Kecuali hanya sumpah serapahNya yang tak pernah sanggup memeluk gelisahku.
Sedang disini
Aku ditimpa hilang yang tak kunjung reda
Semua, karenamu!
Revo Samantha
Aku tak tahu lagi harus berbuat apa.
Sedang namamu, selalu bergayut kemanapun ku memandang kemanapun ku melakangkah.
Tapi aku terus berjalan
Menyusuri bukit lembah luka bathinku yang tak pernah kering
Berkali kali kulemparkan tubuh busuk ini masuk jurang
Untuk lupakan namamu
Tapi aku tak pernah mati
Dasar keparat oh .. Iblisku tercinta
Lihatlah !
Aku juga berkali kali melemparkan tubuh ini ke tembok
Hingga berdarah.
Hingga luka jiwaku mengiris langit yang paling kelam
Tuhan?
Dia bisa apa? Tak ada!
Kecuali hanya sumpah serapahNya yang tak pernah sanggup memeluk gelisahku.
Sedang disini
Aku ditimpa hilang yang tak kunjung reda
Semua, karenamu!
Revo Samantha
Mayat Cintaku yang Hilang
Sejak kau pergi ...
Yang terisa hanya hitamku disepanjang jalan
Bersama malam-malam panjang
Yang kuputar hanya film kenangan bersamamu
Berkali kali kucoba membunuh semuanya
Tapi berkali kali juga aku gagal
Hingga akhirnya tak terbetik lagi hasrat untuk melawan
Melawan apa yang sudah menyatu dalam diriku
Bahwa sekujur diri ini, adalah penubuhan namamu
Kepada malam telah kubisikan
Kepada langit gelap telah kurintihkan
Sepanjang hidupku kini
Adalah darah, adalah nanah
Adalah luka histeria bathinku yang tak kunjung padam
Revo Samantha
Yang terisa hanya hitamku disepanjang jalan
Bersama malam-malam panjang
Yang kuputar hanya film kenangan bersamamu
Berkali kali kucoba membunuh semuanya
Tapi berkali kali juga aku gagal
Hingga akhirnya tak terbetik lagi hasrat untuk melawan
Melawan apa yang sudah menyatu dalam diriku
Bahwa sekujur diri ini, adalah penubuhan namamu
Kepada malam telah kubisikan
Kepada langit gelap telah kurintihkan
Sepanjang hidupku kini
Adalah darah, adalah nanah
Adalah luka histeria bathinku yang tak kunjung padam
Revo Samantha
Lagu Cintaku yang Sakit
Akhirnya ....
Runtuh sudah langit bathinku
Dan bersama darahku yang terserak
Kutulis namamu di ruang bathinku yang paling dalam
Bahwa aku, telah mati sejak kau pergi
Dan kini ...
Di keranda bathin ini
Aku menghitung nasib
Tak kan kudengar lagi kicau burung tentang namamu
Tak kan pernah kujilat lagi senyum indahmu yang selalu menawan hatiku
Langit yang pernah berbintang, dan purnama yang pernah memelukku,
Kini telah pergi
Untuk selamanya ...
Oh ... Cintaku
Revo Samantha
Runtuh sudah langit bathinku
Dan bersama darahku yang terserak
Kutulis namamu di ruang bathinku yang paling dalam
Bahwa aku, telah mati sejak kau pergi
Dan kini ...
Di keranda bathin ini
Aku menghitung nasib
Tak kan kudengar lagi kicau burung tentang namamu
Tak kan pernah kujilat lagi senyum indahmu yang selalu menawan hatiku
Langit yang pernah berbintang, dan purnama yang pernah memelukku,
Kini telah pergi
Untuk selamanya ...
Oh ... Cintaku
Revo Samantha
Selasa, 15 Oktober 2013
Sebab Saya Dikutuk Para Wanita
Kadang aku sengaja membanting seorang wanita
Agar dia sadar, betapa aku sangat menyayanginya
Tapi umumnya mereka,
Sudah lari saat aku menamparnya
Hingga tangisnya, jadi tersisa sepanjang hidupnya
Revo Samantha
.
Agar dia sadar, betapa aku sangat menyayanginya
Tapi umumnya mereka,
Sudah lari saat aku menamparnya
Hingga tangisnya, jadi tersisa sepanjang hidupnya
Revo Samantha
.
Senin, 14 Oktober 2013
Panggillah Aku Anjing, Maya
Untuk kesekian kalinya kusadar
Betapa dalam cinta kasihmu
Betapa nafasmu, adalah diriku
Tapi disini
Akulah Iblis Sombong yang keparat
Doa-doa air mata yang kau sematkan di pintu langit,
Telah kutendang
Dan gubuk yang kau persembahkan untukku
Labuhan damai yang dulu tempatku berteduh
Telah kujadikan kuburan
Tapi kau
Tak pernah lelah
Melindungiku kemanapun aku melangkah
Dengan kasih tanpa pamrih, kau payungi diriku
Agar tak satupun peluru mencium tubuhku
Tapi disini,
Aku telah menjadi Setan Jahanam
Oh .... Iblis Keparat
Panggilah aku anjing, Maya
Revo Samantha
Betapa dalam cinta kasihmu
Betapa nafasmu, adalah diriku
Tapi disini
Akulah Iblis Sombong yang keparat
Doa-doa air mata yang kau sematkan di pintu langit,
Telah kutendang
Dan gubuk yang kau persembahkan untukku
Labuhan damai yang dulu tempatku berteduh
Telah kujadikan kuburan
Tapi kau
Tak pernah lelah
Melindungiku kemanapun aku melangkah
Dengan kasih tanpa pamrih, kau payungi diriku
Agar tak satupun peluru mencium tubuhku
Tapi disini,
Aku telah menjadi Setan Jahanam
Oh .... Iblis Keparat
Panggilah aku anjing, Maya
Revo Samantha
Caci Maki Diri untuk Maya
Maya ...
Aku tak kan pernah lupa
Saat kau intip ruang kesibukanku
Bersama jantung yang berdetak kencang
Kau katakan: Kangen Tuan
Dan tak kan pernah kulupa Maya
Hanya engkau yang membasuh luka disepanjang jihadku di belantaramaya, saat itu
Disaat ribuan peluru menembus jantungku
Disaat tak satu pun peduli aku mati digilas keruntuhan
Tanpa lelah, kau bangkitkan semangat juangku
Sedang kutahu, tubuh kusammu juga tak berdaya
Tapi cintamu yang tak mengenal waktu
Telah menghantarkanku hingga hari ini
Lalu di menara kesombonganku yang keparat ini
Aku lupa segalanya
Sedang malam ini
Kau merintih dalam luka
Di pembaringan sepi yang tak pernah kuduga
Oh .. Maya
Akulah anjing busukmu yang durhaka
Dan air mataku ini, hanya sampah!
Dan puisiku ini, tak kan lagi bermakna
Bagimu
Revo Samantha
Aku tak kan pernah lupa
Saat kau intip ruang kesibukanku
Bersama jantung yang berdetak kencang
Kau katakan: Kangen Tuan
Dan tak kan pernah kulupa Maya
Hanya engkau yang membasuh luka disepanjang jihadku di belantaramaya, saat itu
Disaat ribuan peluru menembus jantungku
Disaat tak satu pun peduli aku mati digilas keruntuhan
Tanpa lelah, kau bangkitkan semangat juangku
Sedang kutahu, tubuh kusammu juga tak berdaya
Tapi cintamu yang tak mengenal waktu
Telah menghantarkanku hingga hari ini
Lalu di menara kesombonganku yang keparat ini
Aku lupa segalanya
Sedang malam ini
Kau merintih dalam luka
Di pembaringan sepi yang tak pernah kuduga
Oh .. Maya
Akulah anjing busukmu yang durhaka
Dan air mataku ini, hanya sampah!
Dan puisiku ini, tak kan lagi bermakna
Bagimu
Revo Samantha
Luka Maya Menyayat Bathinku
Jauh sudah aku melangkah ...
Tinggalkan beribu jejak bersamamu ...
Dan kini,
Akulah Raja Maya yang menjulang di Angkasa
Hingga kunikmati sudah segalanya
Entah berapa gelas arak kuteguk
Dari cawan Iblis di ranjang Kenabianku
Bersama paha dan dada ku bersulang gagah
Menikmati malam-malamku yang berbintang
Hingga tak kudegar lagi suaramu
Hingga tak kucium lagi namamu
Tapi malam ini ...
Tiba tiba petir menampar kerianganku
Suaramu tiba-tiba menyusup di ruang bathinku
Maka tak sadar ku berlari
Mencarimu ke segala penjuru maya
Kuketuk pintu rumahmu
Labuhan terakhir tempat ku bernaung
Tapi yang kutemukan, hanya sunyi
Dan disepanjang jalan
Yang kutemukan hanya darah lukamu yang tercecer
Oh ... maya
Dimana dirimu sayang?
Aku bertanya pada bulan
Aku membelah matahari
Aku menampar pintu langit
Tapi yang kutemukan, hanya sepi
Sesaat menjelang kuhempaskan tubuh ini
Kutulis sepucuk surat
Hanya pada malam kutitip
Walau kusadar, engkau tak kan kutemukan lagi ...
Tapi ternyata,
Kau balas suratku
Kau katakan dirimu jatuh, sakit
Ditimpa luka yang tak tertahankan
Oh ... maya
Betapa kejam diriku
Hajarlah jiwaku .... tampar sayang
Tamparlah segala sombongku
Dan injaklah tubuh busuk ini!
Maya
Bersama sisa malam ini
Kucium semua jejakmu yang tercecer
Jejak penuh darah,
Yang pernah kau persembahkan untukku
Yang tak kan mampu kubayar
Maya ....
Maafkan aku sayang
Dan kembalilah
Revo Samantha
Tinggalkan beribu jejak bersamamu ...
Dan kini,
Akulah Raja Maya yang menjulang di Angkasa
Hingga kunikmati sudah segalanya
Entah berapa gelas arak kuteguk
Dari cawan Iblis di ranjang Kenabianku
Bersama paha dan dada ku bersulang gagah
Menikmati malam-malamku yang berbintang
Hingga tak kudegar lagi suaramu
Hingga tak kucium lagi namamu
Tapi malam ini ...
Tiba tiba petir menampar kerianganku
Suaramu tiba-tiba menyusup di ruang bathinku
Maka tak sadar ku berlari
Mencarimu ke segala penjuru maya
Kuketuk pintu rumahmu
Labuhan terakhir tempat ku bernaung
Tapi yang kutemukan, hanya sunyi
Dan disepanjang jalan
Yang kutemukan hanya darah lukamu yang tercecer
Oh ... maya
Dimana dirimu sayang?
Aku bertanya pada bulan
Aku membelah matahari
Aku menampar pintu langit
Tapi yang kutemukan, hanya sepi
Sesaat menjelang kuhempaskan tubuh ini
Kutulis sepucuk surat
Hanya pada malam kutitip
Walau kusadar, engkau tak kan kutemukan lagi ...
Tapi ternyata,
Kau balas suratku
Kau katakan dirimu jatuh, sakit
Ditimpa luka yang tak tertahankan
Oh ... maya
Betapa kejam diriku
Hajarlah jiwaku .... tampar sayang
Tamparlah segala sombongku
Dan injaklah tubuh busuk ini!
Maya
Bersama sisa malam ini
Kucium semua jejakmu yang tercecer
Jejak penuh darah,
Yang pernah kau persembahkan untukku
Yang tak kan mampu kubayar
Maya ....
Maafkan aku sayang
Dan kembalilah
Revo Samantha
Minggu, 13 Oktober 2013
Air Mata Aura di Langit Bathin Revo
Aku pergi saja kemana kakiku ingin melangkah
Aku tertawa saja berapa keceriaanku tiba
Bahkan aku tak peduli entah dimana engkau berada
Dipangkuan Iblis kunikmati saja arak dunia
Aku tenggelam dalam pelukan glamournya cinta
Tapi diujung malam itu ...
Tiba-tiba langit kamarku basah
Kulihat bulan menangis menyayat malamku yang berpesta pora
Dan bergetarlah namamu di bathinku
Aku berlari mengintip sunyimu ....
Oh ... Aura!
Baru kusadar
Betapa dalam cintamu
Dan betapa keparatnya diriku
Entah bagaimana bisa kuluahkan haru yang bergetar ini
Tangismu, meluluhlantakkan bathinku
Betapapa ingin kujilat setiap bening kaca yang menimpa pipimu
Aura ... maafkan Abang sayang!
Revo Samantha
Aku tertawa saja berapa keceriaanku tiba
Bahkan aku tak peduli entah dimana engkau berada
Dipangkuan Iblis kunikmati saja arak dunia
Aku tenggelam dalam pelukan glamournya cinta
Tapi diujung malam itu ...
Tiba-tiba langit kamarku basah
Kulihat bulan menangis menyayat malamku yang berpesta pora
Dan bergetarlah namamu di bathinku
Aku berlari mengintip sunyimu ....
Oh ... Aura!
Baru kusadar
Betapa dalam cintamu
Dan betapa keparatnya diriku
Entah bagaimana bisa kuluahkan haru yang bergetar ini
Tangismu, meluluhlantakkan bathinku
Betapapa ingin kujilat setiap bening kaca yang menimpa pipimu
Aura ... maafkan Abang sayang!
Revo Samantha
Langganan:
Postingan (Atom)