Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Bangsat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Bangsat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Maret 2014

Hasil Penelitian: Sebab Tersembunyi Hasil Belajar Siswa Rendah

Rata rata penyebab rendahnya hasil belajar siswa,
Bukan disebabkan karena mereka bodoh
Tapi adalah karena gurunya yang bodoh
Sehingga para siswanya, menjadi tidak tertarik
Tidak termotivasi dan akhirnya menjadi malas untuk belajar

Faktor tersembunyi lainnya kenapa nilai hasil belajar siswa rendah
Adalah karena banyak guru secara diam diam
Juga melampiaskan rasa marahnya pada siswa melalui nilai Rapor.

Tapi kasus ini nyaris tidak pernah diteliti
Karena fakta seperti ini, adalah aib dunia pendidikan
Yang namanya aib, memang tidak boleh disebarluaskan
Kita sebagai guru,
Harus menutup rapat rahasia ini agar masyarakat tidak tahu
Bahwa kita sebenarnya tukang tipu yang sudah disertifikasi




Guru teladan yang gagal
Revo Samantha

.

Minggu, 16 Februari 2014

Spirit Revolusi Kurikulum Pendidikan Revo Samantha

Pendidikan yang efektif
Adalah pendidikan yang membersihkan kurikulumnya dari bau agama
Lalu memperbanyak konten pada pengembangan minat dan bakat
Dan pendekatan yang digunakan terhadap pelajarnya,
Adalah pendekatan psikologis, bukan militer


Revo Samantha
.

Jumat, 24 Januari 2014

Tujuan Mengajar Siswa? Mencari Uang!

Selalu harus datang ke sekolah untuk mengajar secara rutin dari tahun ke tahun, sebenarnya saya sudah lama bosan. Apalagi yang dihadapi adalah, kumpulan siswa yang tidak ingin belajar. Mereka datang ke sekolah, karena merasa terpaksa. Dipaksa oleh orang tua dan masyarakat. Karena tugas anak anak, adalah belajar di sekolah. Bukan menjadi manusia pembelajar yang termotivasi untuk belajar sendiri dengan cara apapun, tanpa harus menjadi tawanan lembaga pembodohan formal yang bernama sekolah.

Tapi karena saya butuh uang,
Maka saya tetap harus melakukannya.
Itulah sebabnya wajah pendidikan Indonesia, menjadi omong kosong
Karena guru guru yang mengajar, adalah manusia manusia melarat dan munafik seperti saya. Tidak pernah mengakui bahwa mengajar adalah untuk mencari uang. Tapi selalu dikumandangkan sebagai pengabdian mulia pada bangsa dan negara. Untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

Dasar munafik!

Revo Samantha
.


Minggu, 08 Desember 2013

Sisi Gelap Tujuan Tersembunyi Ujian Pendidikan

Banyak yang belum mengetahui,
Bahwa tujuan ujian yang dilakukan di Sekolah dan Perguruan Tinggi, pada hakikatnya adalah untuk menakut-nakuti peserta didik. Agar mereka rajin menghafal buku. Kemudian agar mereka menghargai guru atau dosen mereka. Dan, agar mereka tidak menganggap enteng isntasi tempat mereka sekolah atau kuliah. Dengan kata lain, tujuan ujian itu adalah sebagai gertak untuk membunuh karakter peserta didik. Kalau tujuannya untuk mencerdaskan peserta didik, itu hanya mitos.

Itulah sebabnya produk Pendidikan Nasional, hasilnya rata rata omong kosong.
Tapi karena lulusan mereka juga melamar pekerjaan yang kualitasnya juga omong kosong, maka mereka akhirnya juga diterima. Alhasil, terbentuklah jaringan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang juga omong kosong.

Hidup pembodohan, malas dan korupsi!

Revo Samantha
.

Sabtu, 07 Desember 2013

Sebab Siswa dan Mahasiswa Dicetak Munafik

Sebab Siswa dan Mahasiswa Dicetak Munafik

Sebagai orang tua,
Saya memasukan anak saya sekolah dan kuliah,
Adalah agar dia kelak punya masa depan.
Masa depan disini adalah istilah halus
Yang saya maksud sebenarnya, adalah agar mereka kelak bisa mendapat pekerjaan
Dan pekerjaan ini juga masih kata halus.
Kata kasarnya adalah, agar mereka akhirnya bisa mendapatkan uang.
Untuk membiayai hidupnya sendiri.
Jadi saya sebagai orang tua, tidak lagi susah membiayai hidupnya.

Tapi jangan bilang bilang ya.
Ini adalah kata hati saya yang jujur.
Tapi disaat sebagai guru dan dosen,
Maka pada masyarakat, pada para siswa dan pada para mahasiswa,
Akan saya katakan:
Bahwa tujuan sekolah dan kuliah
Bukan untuk mencari uang.
Tapi adalah untuk menuntut ilmu.
Menambah wawasan.
Menjadi manusia yang berakhlak mulia
Berguna bagi nusa dan bangsa
Serta bertakwa pada Tuhan yang Maha Esa.

Dasar saya munafik. Fuck!

Revo Samantha
.


Sebab Sekolah dan Perguruan Tinggi Indonesia Mencetak Pengemis

Karena para Guru dan Dosen,
Rata rata bukan manusia cerdas dan pemberani
Jika mereka cerdas,
Tentu mereka tidak akan mau menjadi sekrup politik pemerintah yang bernama lembaga pendidikan. Dan akan berani menyabung hidup dengan kreatif dan produktif dengan mandiri di gelanggang kehidupan tanpa perlindungan gaji tetap. Tapi karena tidak cerdas, dan lebih lebih karena pengecut, maka mereka memilih cara aman agar hidup mereka juga aman.

Lalu profil mereka itulah yang ditransfer secara tidak langsung pada siswa dan mahasiswa. Yaitu menjadi manusia bermental copas, budak, dan pengemis.

Dan salah satu pendidik yang seperti itu,
Adalah saya!

Revo Samantha
.


Sebab Banyak Mata Pelajaran Sampah di Sekolah

Banyaknya mata pelajaran di sekolah,
Diperlukan bukan untuk siswa dalam kehidupan kongkritnya.
Tapi adalah, untuk membantu para Guru agar tidak kehilangan pekerjaan

Revo Samantha
.


Hakikat Keparat Pendidikan Nasional Hari Ini

Kenyataannya, setidaknya hari ini,
Pendidikan Nasional adalah mesin produksi kolektif yang melahirkan:
Pertama mencetak pengangguran yang tidak produktif.
Kedua mencetak manusia manusia budak yang mengemis untuk menjadi karyawan
Dan ketiga, mencetak manusia rakus pembalas dendam sebagai tikus rakyat

Menurut saya,
Sudah saatnya Pendidikan Nasional mengobrak abrik sistemnya.
Lalu belajar pada para pembangkang pendidikan formal
Yang menjadi lokomotif kongkrit di medan kehidupan
Mereka adalah para Seniman dan para Pebisnis.
Yang kepada mereka, para juara sekolah dan kuliah
Merengek untuk menyambung hidupnya
Termasuk saya.


Revo Samantha

.


Sabtu, 30 November 2013

Baru: Hakikat Konyol Pendidikan Indonesia

Bahwa hakikat pendidikan Indonesia hari ini adalah untuk memanusiakan manusia, hanya kotbah. Tapi kenyataannya adalah, bisnis. Baik negeri maupun swasta. Tapi banyak yang tidak menyadarinya. Karena rata rata konsumen pendidikan di Indonesia dan masyarakatnya adalah manusia manusia tolol. Itu sebabnya, hegemoni kuasa di negeri ini, masih berjaya.

* Sumber data: Departemen Pendidikan Alam Ghaib



Revo Samantha
.

Jumat, 29 November 2013

Sebab Menambah Kuliah Itu Tidak Perlu

Jika tujuan anda memang untuk menambah ilmu
Jangan menambah kuliah dengan S2, S3 dan S selanjutnya.
Karena itu hanya akan menghabiskan uang anda
Kemudian merontokkan urat syaraf anda
Karena yang anda pelajari,
Sebenarnya lebih banyak cara menghadapi arogansi dosen
Dan tembok keangkuhan akademis kampus
Dibanding konten keilmuan itu sendiri.

Lebih baik anda membaca buku buku sendiri
Dengan minat baca dan gairah belajar yang berbinar
Kecuali jika tujuan anda untuk membangun citra
Maka pergilah menambah kuliah
Agar anda diakui sebagai kaum intelek
Walaupun otak anda nyaris kosong

Revo Samantha
.

Minggu, 24 November 2013

Selamat Hari Guru Selamat Hari Pembodohan

Bagi saya memperingati hari Guru adalah memperingati hari kebodohan.
Karena guru dalam konteks Pendidikan Nasional, adalah vigur bodoh yang dibujuk secara legal formal agar tetap taat dengan kebodohannya. Agar tetap loyal terhadap penguasa di Departemen Pendidikan. Lalu merasa kenyang dengan sebutan sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Sebagai sosok yang dianggap seakan mulia.

Jika mereka tidak bodoh, tentu mereka tidak akan menjadi guru di lembaga yang bernama gedung pendidikan formal pemerintahan. Jika mereka sudah cerdas, sudah tercerahkan, biasanya ada 3 kemungkinan.

Pertama mereka akan berjuang menjadi elit pendidikan,
Akan menembus kursi kekuasaan, untuk kemudian, juga membodohi guru guru seperti posisi mereka sebelumnya.

Dan kedua, mereka akan hengkang dari pekerjaannya sebagai guru di gedung pendidikan. Lalu menyabung hidup dengan semangat juang yang berbinar-binar di kancah bisnis.

Dan ketiga, mereka akan tetap menjadi guru secara ritual seremonial pendidikan formal. Tapi imannya pada profesi keguruannya, sudah kafir. Dengan kata lain, mereka menjadi guru, hanya sebagai kenderaan bakcup finansial dan pamor sosial. Sedang hati dan pikirannya, bahkan aktivitasnya, sibuk mencari rezeki tambahan di luar gedung pendidikan.

Dan contoh guru yang bodoh itu adalah SAYA!


Revo Samantha
.

Rabu, 06 November 2013

Yang Saya Muak dengan Sosok Guru

Sebagai guru yang baik,
Saya dianjurkan untuk menjadi malaikat
Yang steril dari segala kesalahan dan kekonyolan
Sementara saya, asli manusia

Saya sudah bosan berpura-pura di hadapan siswa
Pura pura tidak pernah melakukan kesalahan
Pura pura tidak pernah melakukan kejahatan
Pura pura serba tahu segalanya
Pura pura sukses secara finansial
Pura pura tidak ada masalah
Dan berbagai kepura-puraan lainnya

Lalu diatas semua itu,
Saya memberikan kotbah didepan kelas
Seakan semua yang saya katakan benar
Dan terbukti dalam kehidupan

Padahal yang ada dalam pikiran saya,
Bagaimana caranya agar jam kerja cepat berakhir
Bagaimana caranya agar hutang saya cepat lunas
Bagaimana caranya agar hidup saya bisa makmur
Bagaimana caranya agar anak isteri saya, tidak lagi mengeluh dari hari ke hari

Revo Samantha
.





Yang Saya Muak sebagai Guru

Kalau soal memberikan ilmu, memberi inspirasi, memotivasi dan seterusnya yang bersifat memberi pencerahan, tidak pernah saya bosan. Bahkan sering saya lakukan dimana-mana. Dan itu, gratis. Tanpa pernah mengharapkan imbalan apa-apa. Tapi yang saya bosan dalam profesi saya sebagai guru adalah: Mematuhi segala bentuk ritual administratif. Termasuk mengurus segala bentuk perangai siswa.

Bukan saya tidak bisa melakukannya, tapi untuk apa?
Masak waktu saya harus habis untuk mengurusi hal hal tetek bengek seperti itu yang tidak ada hubungannya dengan sharing ilmu yang saya miliki?

Sebagai Guru tugas saya tidak hanya mengajar.
Tapi juga mendidik.
Ah ... saya sudah bosan dengan kotbah gombal pendidikan.
Di perusahaan-perusahaan bonafid, tidak pernah ada pelajaran moral dan pendidikan Pancasila
Tapi spirit dan kesadaran moral dalam dunia kerja, terbukti.


Revo Samantha
.





Sekolah di Indonesia? Lembaga Pembodohan Masyarakat

Untuk kesekian kalinya aku bicara sendiri
Bagiku lembaga pendidikan sekolah di Indonesia, sampah
Hanya sarana pembodohan masyarakat

Sekolah itu mencerdaskan kehidupan bangsa? Bohong!
Tidak terbukti. Yang terbukti, rata-rata siswa, malas membaca
Itu disebabkan karena gurunya juga tidak gemar membaca
Rata-rata siswa, tidak punya minat intelektual
Karena gurunya juga tidak intelek
Rata rata mereka menjadi guru,
Hanya karena lapar cari makan

Sekolah itu untuk mensukseskan kehidupan finansial? Bohong!
Yang terbukti, mereka yang sukses menjulang di gelanggang finansial
Adalah mereka yang putus sekolah lalu menyabung nasib di medan pertarungan bisnis
Sedang mereka yang tamat sekolah, menjadi pengemis di pintu perusahaan sambil menyodorkan ijazah.

Sekolah itu untuk memanusiakan manusia? Bohong!
Mana ada kemanusiaan otentik dimana segala kepura-puraan selalu diperlihara
Para guru, hanya agen kekuasaan melalui pendidikan
Kumpulan EGO yang berdiri di depan kelas
Relasi antarmanusia, hanya pertentangan antar kelas
Kesadaran yang dibangun, adalah kesadaran birokratis atas-bawah

Sekolah itu wadah pendidikan moral? Bohong!
Mana pernah tumbuh kesadaran moral dibawah tekanan dan ancaman
Nilai, angka-angka, hanya iming iming dan elusan.
Hanya melahirkan ketertiban, komitmen dan integritas virtual. Palsu!

Dan contoh guru yang sering melakukan semua itu,
Adalah saya!

Revo Samantha
.






Sabtu, 08 Juni 2013

Belajar Mendustai Diri secara Elegan

Jangan katakan anda butuh banyak uang
Tapi katakan bahwa uang itu sumber maksiat

Jangan katakan anda tergiur belah dada wanita
Tapi katakan bahwa aurat wanita itu dosa terkutuk

Jangan katakan anda ingin terkenal
Tapi katakan bahwa membanggakan diri itu bukan sikap yang mulia

Jangan katakan anda ingin kejujuran
Tapi katakan bahwa hati hati dalam bicara itu adalah sikap terpuji

Jangan katakan anda ingin hidup bebas
Tapi katakan bahwa setiap penderitaan itu membawa hikmah

Dan jangan pernah mengakui bahwa tulisan ini hebat
Karena itu akan membuat penulis ini merasa bangga
Betul?


Revo Sanjaya





Omong Kosong Tersembunyi Pendidikan Berkarakter

Pendidikan berkarakter,
Adalah program lama dengan kecap baru
Isinya adalah UUD: Ujung-Ujungnya Duit
Tapi jarang yang menyadarinya
Karena para Guru juga lapar duit

Jika ingin melahirkan karakter pada setiap individu
Biarkan mereka berpikir dan hidup dengan cara mereka sendiri
Bukan menjadikan mereka sebagai tawanan politik pendidikan

Revo Sanjaya



Kecerdasan Siswa yang Dikutuk Dunia Pendidikan

Nilai rapor siswa
Sebenarnya adalah rayuan Iblis yang menyusup dari pintu belakang
Kecerdasan mereka, redup dielus angka demi angka
Padahal kecerdasan, tidak pernah bisa dikurung segala bentuk legalitas

Kecerdasan,
Sebenarnya adalah binatang buas yang baru dimengerti kemudian
Itu sebabnya kecerdasan seorang siswa,
Diukur sejauh mana mereka berani membantah
Tapi rata-rata Guru dan orang tua hanya mengakuinya dalam hati
Jarang yang berani mengakuinya secara terbuka

Revo Sanjaya


Definisi Cerdas yang Dinilai Goblok

Kecerdasan
Bukan dihitung dari seberapa banyak nasehat yang dikumpulkan seseorang
Tapi seberapa berani seseorang membuang nasehat yang tidak bermanfaat


Revo Sanjaya

Pendidikan Palsu di Gedung Sekolah

Yang disebut departemen sekolah
Adalah kata lain dari gedung pembodohan masyarakat
Para guru, membodohi siswa agar diri mereka tampak cerdas
Lalu memarahi siswa agar diri mereka tampak berharga
Sedang para orang tua murid,
Tak pernah kenyang dengan kecap pendidikan
Bahkan sakaw disaat anaknya lari dan membebaskan diri dari belenggu sekolah

Itu sebabnya banyak siswa menderita sakit jiwa
Walau di buku rapor mereka ditulis sebagai manusia berprestasi
Sedang siswa yang sadar, dituding sebagai pemberontak yang tidak tahu diri

Revo Sanjaya