Saya tidak bermaksud menjadikan gempa Aceh sebagai bahan olok-olok.
Apalagi tertawa diatas getirnya penderitaan rakyat Aceh, sumpah!
Karena itu adalah perbuatan yang tidak terpuji
Allah sangat mengutuk hambaNya yang keparat demikian.
Yang ingin saya tulis hanya kenyataan ini:
Malam itu saya sedang khusuk melakukan ibadah tengah malam di kasur dengan isteri saya. Saat saya istirahat sejenak melepas lelah tanpa bergoyang, tiba-tiba tubuh saya dan isteri saya bergoyang sendiri. Padahal saya tidak menggoyangnya sama sekali.
“Papa! Gempa Papa!”
“Ah tanggung Ma”
Revo Sanjaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar