Bagi anda yang sudah penasaran,
Apalagi bagi anda yang beriman
Rajin ibadah, suka membantu sesama orang beriman dan tidak sombong,
Sekarang sudah bisa melihat bagaimana suasana di surga.
Baik model penginapan yang disediakan disana
Maupun penampilan bidadari bidadari disana.
Semua fotonya bisa anda lihat DISINI.
Revo Samantha
.
Selasa, 26 November 2013
Manfaat Internet bagi Ketidakberesan Saya
Dulu, sebelum ada internet
Saya hanya bisa mengeluh dan tolol sendiri dalam kamar
Tapi sejak ada internet
Saya bisa mengumbar semua itu ke publik
Sehingga segala ketidakberesan dan ketololan saya,
Bisa menjadi rahasia umum
Dan itu, dilike dan dikomentari juga oleh pembaca yang sama
Hidup ketidakberesan dan ketololan saya!
Revo Samantha
.
Saya hanya bisa mengeluh dan tolol sendiri dalam kamar
Tapi sejak ada internet
Saya bisa mengumbar semua itu ke publik
Sehingga segala ketidakberesan dan ketololan saya,
Bisa menjadi rahasia umum
Dan itu, dilike dan dikomentari juga oleh pembaca yang sama
Hidup ketidakberesan dan ketololan saya!
Revo Samantha
.
Senin, 25 November 2013
Antara Jilbab Sensual dg Cewek Bikini Dimata Saya
Saya menulis postingan ini bukan dalam rangka studi ilmiah.
Dan juga bukan sebuah kajian akademis yang bertele-tele.
Tapi adalah respon spontan saya sebagai laki-laki tulen.
Sejak maraknya model jilbab sensual,
Reputasi cewek bikini, melorot drastis dalam hasrat seksual saya.
Selalu saja mata saya lebih tercubit ke jilbab sensual jika mereka berdua tampil serentak.
Tapi dengan catatan, kulit wnaita yang mengenakannya mulus, sintal dan montok.
Tapi jika yang mengenakannya kurus hitam plus korengan, tentu saja tidak berpengaruh.
Artinya body tetap number wan.
Sedang jilbab sensual, adalah untuk penambah sensasinya.
Maaf ya saya sudah bosan pura pura.
Revo Samantha
.
Dan juga bukan sebuah kajian akademis yang bertele-tele.
Tapi adalah respon spontan saya sebagai laki-laki tulen.
Sejak maraknya model jilbab sensual,
Reputasi cewek bikini, melorot drastis dalam hasrat seksual saya.
Selalu saja mata saya lebih tercubit ke jilbab sensual jika mereka berdua tampil serentak.
Tapi dengan catatan, kulit wnaita yang mengenakannya mulus, sintal dan montok.
Tapi jika yang mengenakannya kurus hitam plus korengan, tentu saja tidak berpengaruh.
Artinya body tetap number wan.
Sedang jilbab sensual, adalah untuk penambah sensasinya.
Maaf ya saya sudah bosan pura pura.
Revo Samantha
.
Inilah Model Jilbab yang Saya Tergila-gila
Disini saya tidak bicara tentang nilai nilai kemuliaan
Apalagi nilai nilai keagamaan dalam simbolisasi melalui jilbab.
Tapi adalah respon spontan saya sebagai seorang laki laki normal terhadap model jilbab.
Model jilbab yang saya sukai adalah: Jilbab Sensual
Yaitu wanita yang mengenakan jilbab, tapi belah dada, pusar dan belah pantatnya kelihatan. Sebab saat melihatnya, hasrat seksual saya jadi berbinar binar. Ada sensasi yang menegangkan disaat sensualitas dikemas dengan simbol keagamaan. Disatu sisi, pakaian jilbab itu adalah sebuah pagar ketabuan. Tapi disisi lain, pada bagian tertentu, secara halus diumbar dengan menantang. Akibatnya, refleks memberikan impuls yang sensasional, jatuh tepat di jantung birahi saya. Cubitan dan elusannya terasa lebih menggemaskan dari wanita bugil.
Revo Samantha
.
Apalagi nilai nilai keagamaan dalam simbolisasi melalui jilbab.
Tapi adalah respon spontan saya sebagai seorang laki laki normal terhadap model jilbab.
Model jilbab yang saya sukai adalah: Jilbab Sensual
Yaitu wanita yang mengenakan jilbab, tapi belah dada, pusar dan belah pantatnya kelihatan. Sebab saat melihatnya, hasrat seksual saya jadi berbinar binar. Ada sensasi yang menegangkan disaat sensualitas dikemas dengan simbol keagamaan. Disatu sisi, pakaian jilbab itu adalah sebuah pagar ketabuan. Tapi disisi lain, pada bagian tertentu, secara halus diumbar dengan menantang. Akibatnya, refleks memberikan impuls yang sensasional, jatuh tepat di jantung birahi saya. Cubitan dan elusannya terasa lebih menggemaskan dari wanita bugil.
Revo Samantha
.
Desaksralisasi Jilbab: Alasan Saya Tidak Percaya
Terlepas dari hak azazi bagi siapapun,
Bagi saya,
Jilbab muslimah setidaknya hanya untuk penegasan 4 hal:
Pertama untuk penugahan identitas diri
Bahwa yang menggunakannya sebagai seorang Muslimah, dalam arti sebagai seoarang manusia yang sudah tergabung dalam sebuah arakan sosial yang bernama Islam. Dalam konteks ini, tak ada bedanya dengan jenis pakaian lain.
Kedua sebagai lambang bathinisasi kemuliaan.
Karena yang menggunakannya, serasa sudah berada dalam sebuah mode spiritualitas (Islam). Sudah berada pada sebuah penghayatan akan hidup yang religius. Walaupun bila disayat lebih jauh, kenyataannya tidak lebih dari sebuah rasa ketidakberdayaan yang dibathinkan sebagai sebuah kemuliaan. Sebuah pandangan hidup pemisistik yang dibungkus dengan jargon jargon kemuliaan. Dan penderita, menyalurkannya dalam bentuk simbolisasi melalui pakaian (jilbab).
Ketiga sebagai topeng sosial
Karena yang menggunakannya bisa menyembunyikan keboborkan diri di medan sosial. Karena jilbab, sudah terlanjur memiliki citra diri positif di lingkungan sosial keagamaan Islam konvensional.
Keempat sebagai trend busana
Karena yang menggunakannya, merasa ikut terdaftar sebagai wanita yang modern, gaul dan modis, karena tidak ketinggalan mengikuti sebuah mode pakaian yang lagi ngetrend.
Revo Samantha
.
Bagi saya,
Jilbab muslimah setidaknya hanya untuk penegasan 4 hal:
Pertama untuk penugahan identitas diri
Bahwa yang menggunakannya sebagai seorang Muslimah, dalam arti sebagai seoarang manusia yang sudah tergabung dalam sebuah arakan sosial yang bernama Islam. Dalam konteks ini, tak ada bedanya dengan jenis pakaian lain.
Kedua sebagai lambang bathinisasi kemuliaan.
Karena yang menggunakannya, serasa sudah berada dalam sebuah mode spiritualitas (Islam). Sudah berada pada sebuah penghayatan akan hidup yang religius. Walaupun bila disayat lebih jauh, kenyataannya tidak lebih dari sebuah rasa ketidakberdayaan yang dibathinkan sebagai sebuah kemuliaan. Sebuah pandangan hidup pemisistik yang dibungkus dengan jargon jargon kemuliaan. Dan penderita, menyalurkannya dalam bentuk simbolisasi melalui pakaian (jilbab).
Ketiga sebagai topeng sosial
Karena yang menggunakannya bisa menyembunyikan keboborkan diri di medan sosial. Karena jilbab, sudah terlanjur memiliki citra diri positif di lingkungan sosial keagamaan Islam konvensional.
Keempat sebagai trend busana
Karena yang menggunakannya, merasa ikut terdaftar sebagai wanita yang modern, gaul dan modis, karena tidak ketinggalan mengikuti sebuah mode pakaian yang lagi ngetrend.
Revo Samantha
.
Belum Ada Kajian Agama di Dunia Maya!
Sejauh yang saya cermati dalam banyak forum diskusi atau debat agama di dunia maya, rata-rata peserta, melulu menarik persoalan agama pada dua hal: Pertama agama sebagai sumber kedamaian hidup, dan kedua agama sebagai garansi hidup selamat di hari akhir. Bukan sebagai sebua kajian kritis dalam konteks wacana keilmuan. Tapi lebih sebagai kata lain dari elusan kotbah motivasi.
Bagi saya itu bukti lain
Bahwa agama, memang sebuah hiburan mental untuk menghabisi rasa kegusaran dan ketakutan dalam hidup. Dan itu juga sebagai bukti, bahwa rata rata pemeluk agama (level akar rumput), belum memadai untuk masuk gelanggang “kajian agama”. Rata-rata mereka, sebenarnya baru kata lain dari manusia manusia yang lapar akan sugesti diri. Bukan haus akan "kajian tentang agama".
Revo Samantha
.
Bagi saya itu bukti lain
Bahwa agama, memang sebuah hiburan mental untuk menghabisi rasa kegusaran dan ketakutan dalam hidup. Dan itu juga sebagai bukti, bahwa rata rata pemeluk agama (level akar rumput), belum memadai untuk masuk gelanggang “kajian agama”. Rata-rata mereka, sebenarnya baru kata lain dari manusia manusia yang lapar akan sugesti diri. Bukan haus akan "kajian tentang agama".
Revo Samantha
.
Islam Liberal? Kafir Malu-maluin!
Gamblangnya,
Islam Liberal, adalah sebuah paham keislaman yang ingin membebaskan diri dari segala bentuk tafsir dan dogmatisme pemahaman keislaman yang kultus, yang menghamba pada vigur vigur Muslim sepanjang sejarah. Meminjam istilah Muhammad Syahrur, seorang Muslim Liberal, masing masing ibaratnya meyakini bahwa Alquran langsung diterimanya dari Tuhan, seperti yang terjadi pada Muhammad. Bukan melalui tangan kedua, ketiga bahkan keentah berapa melalui rentetan tangan para penafsir yang berjejal sepanjang sejarah. Lalu kemudian menafsirkannya sendiri secara kontekstual sesuai kekinian dan kedisiniannya.
Dengan demikian,
Maka bentuk Keislaman seorang Muslim Liberal hari ini,
Juga adalah penubuhan spirit Alquran pada hari ini.
Bukan sebuah tambal sulam apalagi menarik model praktek kehidupan Muslim di abad lampau ke hari ini.
Lalu jika demikian,
Yang menjadi pertanyaan adalah
Apa bedanya prinsip dasar Islam Liberal dengan Pragmatisme Amerika?
Apa bedanya dengan filsafat Richard Rorty?
Bahwa pada akhirnya, manusia harus kembali pada apa yang paling maslahat sesuai dengan Realitas yang dihadapinya hari ini? Bukan merujuk pada dogmatisme konvensi Islam masa silam? Dan pada akhirnya bukan merujuk pada tradisi Muhammad dan para Sahabatnya?
Saya kira,
Islam Liberal, mirip dengan ulat yang sudah menjadi kupu kupu.
Ingin terbang berdampingan bersama Rajawali, tapi masih malu malu.
Impiannya adalah kepak bebas sayap Rajawali,
tapi kesadarannya masih dikurung oleh nostalgia ke-ulat-annya sendiri.
Dengan kata lain, dalam pandangan saya,
Roh Islam Liberal itu adalah Modernisme. Postmodernisme. Barat tulen.
Tapi disisi lain, belum bisa melepaskan kesadaran identitas,
Sehingga masih menggunakan Islam sebagai stempel untuk kenakalannya.
Revo Samantha
.
Islam Liberal, adalah sebuah paham keislaman yang ingin membebaskan diri dari segala bentuk tafsir dan dogmatisme pemahaman keislaman yang kultus, yang menghamba pada vigur vigur Muslim sepanjang sejarah. Meminjam istilah Muhammad Syahrur, seorang Muslim Liberal, masing masing ibaratnya meyakini bahwa Alquran langsung diterimanya dari Tuhan, seperti yang terjadi pada Muhammad. Bukan melalui tangan kedua, ketiga bahkan keentah berapa melalui rentetan tangan para penafsir yang berjejal sepanjang sejarah. Lalu kemudian menafsirkannya sendiri secara kontekstual sesuai kekinian dan kedisiniannya.
Dengan demikian,
Maka bentuk Keislaman seorang Muslim Liberal hari ini,
Juga adalah penubuhan spirit Alquran pada hari ini.
Bukan sebuah tambal sulam apalagi menarik model praktek kehidupan Muslim di abad lampau ke hari ini.
Lalu jika demikian,
Yang menjadi pertanyaan adalah
Apa bedanya prinsip dasar Islam Liberal dengan Pragmatisme Amerika?
Apa bedanya dengan filsafat Richard Rorty?
Bahwa pada akhirnya, manusia harus kembali pada apa yang paling maslahat sesuai dengan Realitas yang dihadapinya hari ini? Bukan merujuk pada dogmatisme konvensi Islam masa silam? Dan pada akhirnya bukan merujuk pada tradisi Muhammad dan para Sahabatnya?
Saya kira,
Islam Liberal, mirip dengan ulat yang sudah menjadi kupu kupu.
Ingin terbang berdampingan bersama Rajawali, tapi masih malu malu.
Impiannya adalah kepak bebas sayap Rajawali,
tapi kesadarannya masih dikurung oleh nostalgia ke-ulat-annya sendiri.
Dengan kata lain, dalam pandangan saya,
Roh Islam Liberal itu adalah Modernisme. Postmodernisme. Barat tulen.
Tapi disisi lain, belum bisa melepaskan kesadaran identitas,
Sehingga masih menggunakan Islam sebagai stempel untuk kenakalannya.
Revo Samantha
.
Langganan:
Postingan (Atom)