Kamis, 04 Juli 2013

Sebab-sebab Anda Anti Liberalisme

Kenyataannya, Liberalisme itu,
Adalah puncak terdalam dari impian manusia secara eksitensial
Karena di samudera liberal itulah manusia menemukan dirinya yang sebenarnya
Di taman firdaus liberal itulah manusia merasa teraktualisasikan siapa dirinya
Tanpa beban rasa bersalah tanpa merasa berdosa
Dan itu, adalah konsekuensi dari perkembangan kesadaran manusia

Tapi kenapa masih banyak yang mengutuknya?
Setidaknya menurut saya ada 3 sebab:

Pertama karena kurang wawasan
Manusia yang kurang wawasan, pada dasarnya adalah ayam kampung yang hanya sanggup berkokok di kandang sendiri. Sehingga ketika dibawa ke kota Metroplitan, sekujur bulu yang menelpen di bulunya, langsung berguguran. Lalu siap siaga mencakar siapapun yang menghampirinya. Dengan kata lain, manusia yang kurang wawasan, akan selalu curiga dengan segala sesuatu yang berbeda dari apa yang mereka tahu.

Kedua karena goblok
Kalau dasarnya seseorang sudah goblok, mau kuliah sampai S5 pun dia akan tetap goblok. Yang meningkat pada dirinya, paling tinggi hanya kemampuannya dalam menghafal dan mengutip. Sedang kemampuan berpikir? Jalan di tempat. Makanya mereka anti Liberalisme. Karena memang mereka tidak mampu untuk memahaminya. Karena liberalisme itu produk Modernisme. Bahasa gamblangnya, cara berpikirnya orang yang sudah maju. Jadi tidak mungkin orang goblok akan sanggup memahaminya.

Ketiga karena sok moralis
Mereka, lapar citra diri. Ingin dianggap sebagai orang yang bermoral
Sedang yang mereka bathinkan sebagai orang yang bermoral
Adalah orang yang selalu tampak baik di muka umum
Sehingga mereka pura-pura berlaku sebagai manusia yang serba tertib
Serba mulai dan kadang serba suci.
Walaupun jauh didasar hatinya, mereka sebenarnya juga ingin tampil apa adanya.
Mereka juga ingin hidup bebas tanpa harus merasa bersalah
Mereka sadar bahwa mereka sebenarnya begitu tersiksa karena tebalnya lipstik sosial yang menempel pada dirinya. Tapi karena mereka munafik, maka mereka akhirnya tetap memilih sebagai pribadi yang keparat!

Ada yang mau protes?

Revo Sanjaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar