Banyak orang mengatakan,
Bahwa betapapun megah, angkuh dan berkuasanya manusia di masa mudanya,
Namun di hari tua, mereka tetap akan kembali lemah.
Dan secara spiritual, mereka akan mengakui Tuhan
Dengan kata lain, mereka akhirnya akan taat juga beragama
Dan itu dibathinkan secara bersama sebagai bukti akan kebenaran agama
Bahkan sebagai bukti adanya Tuhan.
Lantas benarkah demikian adanya?
Itulah yang saya temukan saat saya mati suri
Yang saya rasakan saat mati suri, tidak ada apa-apa
Kecuali hanya sebuah suara yang entah darimana:
“Anda takut menjelang mati, itu tidak ada hubungannya dengan bukti adanya Tuhan. Apalagi bukti bahwa agama yang anda anut itu benar. Tapi adalah bukti bahwa anda ketakutan secara misterius. Anda takut karena anda tidak paham. Tidak paham apa yang akan terjadi setelah kematian. Tidak mengerti apa hakikat dari segala hakikat.
Padahal, semua itu hanya perasaan anda saja.
Lalu perasaan itu anda besar-besarkan bersama orang lain.
Maka terbentuklah kesadaran kolektif akan kesadaran ketakutan.
Sebuah kesadaran yang selalu dihantui rasa ketakutan yang tak pernah dimengerti.
Padahal kematian itu adalah sebuah keniscayaan alamiah.
Sebuah ritual alam dengan segala mekanismenya.
Datang pergi jatuh bangun silih berganti yang terus berputar-putar pada dirinya sendiri
Sedang nilai-nilai, klaim moral dan segala bentuk rasa-rasa lainnya,
Hanya aksesories tambahan yang dibuat oleh manusia
Yang sama sekali tidak mempengaruhi siklus alam”
Revo Sanjaya
----------------------------------------------------------------
Catatan:
Jika anda meragukan bahwa apakah benar saya mati suri atau tidak
Itu hanya permainan perasaan anda sendiri
Tapi saran kami: petik pesan dasar dari kisah diatas
Bukan tentang kebenaran kisahnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar